alexametrics
31.7 C
Medan
Thursday, August 11, 2022

iklanpemko
iklanpemko

Pemeliharaan Jalan Sibolga-Barus Diduga Dikerjakan Asal Jadi

TAPTENG, METRODAILY.id – Proyek Preservasi atau pemeliharaan jalan Nasional Sibolga-Barus Tahun Anggaran 2021 yang saat ini sedang dalam tahap pengerjaan disorot oleh kelompok masyarakat yang menamakan diri sebagai Jaringan Masyarakat Sipil Peduli Pembangunan.

Bahkan, untuk menyampaikan aspirasinya, kelompok masyarakat ini menggelar aksi demo di Jalan Sibolga-Barus, tepatnya di daerah Panakalan, Kecamatan Tapian Nauli.

Pada aksi demo tersebut mereka lantang menyuarakan tentang pengerjaan jalan yang mereka duga asal jadi.

“Preservasi atau pemeliharaan Jalan Nasional Sibolga-Barus tahun anggaran 2021 yang sedang dilaksanakan diduga asal jadi. Pasalnya, jalan yang dikerok tidak merata dengan kedalaman berbeda-beda. Ada yang hanya 2 centimeter, meski demikian ada pula yang 5 sampai 6 centimeter,” kata Simon Situmorang dalam orasinya, Senin (21/6).

Dengan kualitas pengerjaan yang dinilai buruk tersebut, mereka mengaku sangat menyayangkannya. Karena berpotensi merugikan keuangan Negara.

“Tidak jelas standar kedalaman. Seharusnya aspal dikerok mencapai dasar lapisan terbawah, serta harus cepat ditambal, mencegah terjadinya kecelakaan pengendara. Preservasi juga tidak menyeluruh seperti pembersihan parit. Tidak terlihat ada penggalian parit yang tertimbun material longsor. Sehingga air hujan mengalir dari badan jalan,” serunya.

Pada aksi tersebut, mereka meminta Aparat Penegak Hukum (APH) untuk mengawasi pengerjaan proyek negara tersebut.

Baca Juga :  HUT RRI ke-76 di Sibolga Ditandai Penyulutan Obor Tri Prasetya

“Kepada pihak Kejaksaan agar memeriksa stakeholder, dalam hal ini PPK 31 selaku penanggungjawab pekerjaan. Kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) diminta untuk membentuk tim pemeriksa lapangan dan memeriksa kontraktor, selalu rekanan Pemerintah. Jika tidak, maka kualitas jalan nasional Sibolga-Barus hanya bertahan sementara. Selanjutnya akan rusak kembali. Jangan biarkan masyarakat menderita,” ungkapnya.

Sebelum mengakhiri orasinya, Simon berjanji mereka akan terus menggelar aksi hingga tuntutan masyarakat terhadap kualitas jalan yang baik dipenuhi oleh pihak PPK 31 sebagai perpanjangan tangan Kementerian PUPR.

Belum diperoleh keterangan dari pihak PPK 31 sebagai penanggungjawab perbaikan jalan Sibolga-Barus.

Amatan, sepanjang jalan Sibolga-Barus telah dilakukan pengerukan terhadap badan jalan yang rusak. Namun, hingga kini pihak rekanan belum juga mengaspal jalan berlobang tersebut.

Kondisi tersebut tampak sangat mengganggu pengendara. Pengendara harus ekstra hati-hati bila melintas dari jalan Sibolga-Barus.

Tak hanya pengendara, pengguna jalan lain juga mengaku sangat terganggu dengan lambatnya pengerjaan yang dilakukan rekanan. Karena menimbulkan banyak abu yang mengganggu sistem pernafasan.

Mereka meminta agar pemerintah segera menambal jalan berlobang tersebut. (ts)

TAPTENG, METRODAILY.id – Proyek Preservasi atau pemeliharaan jalan Nasional Sibolga-Barus Tahun Anggaran 2021 yang saat ini sedang dalam tahap pengerjaan disorot oleh kelompok masyarakat yang menamakan diri sebagai Jaringan Masyarakat Sipil Peduli Pembangunan.

Bahkan, untuk menyampaikan aspirasinya, kelompok masyarakat ini menggelar aksi demo di Jalan Sibolga-Barus, tepatnya di daerah Panakalan, Kecamatan Tapian Nauli.

Pada aksi demo tersebut mereka lantang menyuarakan tentang pengerjaan jalan yang mereka duga asal jadi.

“Preservasi atau pemeliharaan Jalan Nasional Sibolga-Barus tahun anggaran 2021 yang sedang dilaksanakan diduga asal jadi. Pasalnya, jalan yang dikerok tidak merata dengan kedalaman berbeda-beda. Ada yang hanya 2 centimeter, meski demikian ada pula yang 5 sampai 6 centimeter,” kata Simon Situmorang dalam orasinya, Senin (21/6).

Dengan kualitas pengerjaan yang dinilai buruk tersebut, mereka mengaku sangat menyayangkannya. Karena berpotensi merugikan keuangan Negara.

“Tidak jelas standar kedalaman. Seharusnya aspal dikerok mencapai dasar lapisan terbawah, serta harus cepat ditambal, mencegah terjadinya kecelakaan pengendara. Preservasi juga tidak menyeluruh seperti pembersihan parit. Tidak terlihat ada penggalian parit yang tertimbun material longsor. Sehingga air hujan mengalir dari badan jalan,” serunya.

Pada aksi tersebut, mereka meminta Aparat Penegak Hukum (APH) untuk mengawasi pengerjaan proyek negara tersebut.

Baca Juga :  Wabup Simalungun: Jangan Takut Divaksin!

“Kepada pihak Kejaksaan agar memeriksa stakeholder, dalam hal ini PPK 31 selaku penanggungjawab pekerjaan. Kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) diminta untuk membentuk tim pemeriksa lapangan dan memeriksa kontraktor, selalu rekanan Pemerintah. Jika tidak, maka kualitas jalan nasional Sibolga-Barus hanya bertahan sementara. Selanjutnya akan rusak kembali. Jangan biarkan masyarakat menderita,” ungkapnya.

Sebelum mengakhiri orasinya, Simon berjanji mereka akan terus menggelar aksi hingga tuntutan masyarakat terhadap kualitas jalan yang baik dipenuhi oleh pihak PPK 31 sebagai perpanjangan tangan Kementerian PUPR.

Belum diperoleh keterangan dari pihak PPK 31 sebagai penanggungjawab perbaikan jalan Sibolga-Barus.

Amatan, sepanjang jalan Sibolga-Barus telah dilakukan pengerukan terhadap badan jalan yang rusak. Namun, hingga kini pihak rekanan belum juga mengaspal jalan berlobang tersebut.

Kondisi tersebut tampak sangat mengganggu pengendara. Pengendara harus ekstra hati-hati bila melintas dari jalan Sibolga-Barus.

Tak hanya pengendara, pengguna jalan lain juga mengaku sangat terganggu dengan lambatnya pengerjaan yang dilakukan rekanan. Karena menimbulkan banyak abu yang mengganggu sistem pernafasan.

Mereka meminta agar pemerintah segera menambal jalan berlobang tersebut. (ts)

iklan-usi
iklanpemko
iklanpemko
iklan-usi

Most Read

Artikel Terbaru

/