alexametrics
27 C
Medan
Tuesday, August 9, 2022

iklanpemko

Cabdisdik Sibolga & Para Kasek Bantah Ada Pungli

SIBOLGA, METRODAILY – Dugaan pungutan liar (pungli) di Cabang Dinas Pendidikan Sibolga Provinsi Sumatera Utara, mendapat bantahan dari Plt Kepala Cabdisdik, Elvrida Novianna Sinaga.

“Itu tidak benar, dan semua dugaan itu kepada saya, saya anggap fitnah kepada diri saya dan cabang dinas pendidikan untuk wilayah saya di sini,” ujar Elvrida sejumlah awak media, Selasa (17/5/2022) di ruang kerjanya.

Atas adanya berita dugaan dirinya melakukan pungli itu, Elvrida pun menghadirkan seluruh kepala SMA/SMK dari Sibolga-Tapteng ke kantor Cabdis Pendidikan Sibolga, untuk melakukan klarifikasi.

Para Kepala SMA/SMK di Sibolga-Tapteng pun ramai-ramai membuat surat pernyataan, bahwa Kacab Dispen Sibolga tidak benar melakukan pungli.
surat pernyataan dibuat di atas meterai sepuluh ribu.

“Bisa langsung tanyakan kepada bapak ibu kepsek yang ada di sini. Silakan saja Pak, tanyakan langsung bahwa di sini tidak ada intervensi dari pihak manapun. Para kepala sekolah ini pun sudah buat pernyataan bahwa tidak benar ada pungutan liar. Makanya saya bingung ada tudingan begitu kepada saya,” ucapnya.

Baca Juga :  Lusiana Silalahi Terpilih jadi 'Kartini dari Toba

Elvrida menyebutkan, kehadirannya memimpin di Cabang Dinas Pendidikan Sibolga sejak Januari 2022 lalu, karena ingin menjadikan Cabang Dinas Pendidikan Sibolga lebih baik dan tidak malah merusak seperti dugaan yang dialamatkan kepada dirinya.

“Saya di sini sejak Januari lalu, dan hanya ingin melakukan pembenahan di sini agar mutu pendidikan ini bisa berjalan dengan baik,”tuturnya.

Kepala SMKN 3 Sibolga, Awaliul yang mewakili para kepala sekolah yang hadir menyebutkan, tuduhan yang dilakukan kepada Kacab Dispen Sibolga terkait dugaan pengutipan RKAS Dana BOS yang dikutip sebesar 15 ribu rupiah per siswa untuk SMA/SMK Sibolga-Tapteng, itu tidak benar adanya.

“Kami merasa sampai saat ini tidak ada kutipan sama sekali. Apalagi untuk SKP (Sasaran Kinerja Pegawai) per guru, yang katanya 50 ribu hingga mencapai 100 ribu rupiah. Tidak pernah dikutip oleh Kacabdis Sibolga,”katanya. (dh)

SIBOLGA, METRODAILY – Dugaan pungutan liar (pungli) di Cabang Dinas Pendidikan Sibolga Provinsi Sumatera Utara, mendapat bantahan dari Plt Kepala Cabdisdik, Elvrida Novianna Sinaga.

“Itu tidak benar, dan semua dugaan itu kepada saya, saya anggap fitnah kepada diri saya dan cabang dinas pendidikan untuk wilayah saya di sini,” ujar Elvrida sejumlah awak media, Selasa (17/5/2022) di ruang kerjanya.

Atas adanya berita dugaan dirinya melakukan pungli itu, Elvrida pun menghadirkan seluruh kepala SMA/SMK dari Sibolga-Tapteng ke kantor Cabdis Pendidikan Sibolga, untuk melakukan klarifikasi.

Para Kepala SMA/SMK di Sibolga-Tapteng pun ramai-ramai membuat surat pernyataan, bahwa Kacab Dispen Sibolga tidak benar melakukan pungli.
surat pernyataan dibuat di atas meterai sepuluh ribu.

“Bisa langsung tanyakan kepada bapak ibu kepsek yang ada di sini. Silakan saja Pak, tanyakan langsung bahwa di sini tidak ada intervensi dari pihak manapun. Para kepala sekolah ini pun sudah buat pernyataan bahwa tidak benar ada pungutan liar. Makanya saya bingung ada tudingan begitu kepada saya,” ucapnya.

Baca Juga :  Kejari Madina Terima Permohonan Pendampingan Hukum Dinkes

Elvrida menyebutkan, kehadirannya memimpin di Cabang Dinas Pendidikan Sibolga sejak Januari 2022 lalu, karena ingin menjadikan Cabang Dinas Pendidikan Sibolga lebih baik dan tidak malah merusak seperti dugaan yang dialamatkan kepada dirinya.

“Saya di sini sejak Januari lalu, dan hanya ingin melakukan pembenahan di sini agar mutu pendidikan ini bisa berjalan dengan baik,”tuturnya.

Kepala SMKN 3 Sibolga, Awaliul yang mewakili para kepala sekolah yang hadir menyebutkan, tuduhan yang dilakukan kepada Kacab Dispen Sibolga terkait dugaan pengutipan RKAS Dana BOS yang dikutip sebesar 15 ribu rupiah per siswa untuk SMA/SMK Sibolga-Tapteng, itu tidak benar adanya.

“Kami merasa sampai saat ini tidak ada kutipan sama sekali. Apalagi untuk SKP (Sasaran Kinerja Pegawai) per guru, yang katanya 50 ribu hingga mencapai 100 ribu rupiah. Tidak pernah dikutip oleh Kacabdis Sibolga,”katanya. (dh)

iklan-usi
iklanpemko
iklan-usi

Most Read

Artikel Terbaru

/