alexametrics
27.5 C
Medan
Thursday, August 18, 2022

iklanpemko
iklanpemko

Terpapar Covid-19, Pendeta Dosmariani Sinaga Meninggal

iklan-usi

MEDAN, METRODAILY.id – COVID-19 masih terus menyebar. Siapa saja bisa terpapar dan meninggal dunia. Seperti dialami Pdt Dosmariani Sinaga. Ia meninggal dunia di salah satu rumah sakit di Medan, Selasa (15/6) pagi.

Sehari sebelumnya, Senin (14/6) istri Bona Hendra Purba ini melahirkan bayi lelaki prematur.

Informasi dihimpun, Dosmariani yang kali terakhir bertugas di Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS) Resort Sarimatondang Kabupaten Simalungun, terpapar Covid-19. Kondisi tersebut disampaikannya 7 Juni lalu di salah satu grup WA.

Disebutkannya, ia tidak bisa mengikuti rapat bulanan karena sedang demam.

Rekan dan sahabatnya menyangka demam yang dialami Dosmariani hanyalah demam biasa. Apalagi ia tengah mengandung dengan usia kehamilan tujuh bulan. Namun terakhir, 10 Juni lalu, Dosmariani mengabarkan lewat group itu ia positif Covid-19 setelah melalui tes PCR.

Diselimuti rasa terkejut dan sedih, rekannya memberi semangat. Apalagi akhir Mei lalu, mertua Dosmariani baru saja meninggalnya dunia.

Hingga kemudian Senin (14/6) anak ketiga dari empat bersaudara itu terpaksa menjalani operasi Caesar untuk menyelamatkan bayi dalam kandungannya. Operasi berjalan lancar dan ia masih bisa berkomunikasi dengan suaminya serta menanyakan kondisi buah hati mereka.

Baca Juga :  97 Jemaah Calon Haji asal Labura Diberangkatkan

Tetapi, kondisi kesehatannya semakin drop. Ia mengalami sesak nafas dan semakin parah. Hingga kemudian ia tidak sadarkan diri mulai Senin (14/6) sekitar pukul 21.00 WIB. Doa-doa pun dipanjatkan oleh kerabat dan keluarga untuk kesembuhan Dosmariani.

Takdir berkata lain. Selasa (15/6) pagi Dosmariani meninggal dunia di RS Bunda Thamrin Medan. Prosesi pemakamannya pun dilaksanakan sesuai prosedur pemakaman jenazah Covid-19.

Semasa hidupnya, Dosmariani dikenal baik oleh kerabat maupun rekan sejawat, juga jemaat. Hal tersebut banyak dituangkan dalam ucapan duka di dinding media sosialnya.

Kakak kandung Dosmariani, Adriani Sinaga, yang dihubungi Rabu (16/6) sore mengaku masih sangat berduka. Keluarga, katanya, fokus pada perawatan bayi yang ditinggalkan Dosmariani.

Adriani mengaku sempat berupaya mencari pendonor ASI untuk bayi tersebut melalui media sosial. Rabu (16/6) siang Andriani mengatakan pihaknya telah menemukan pendonor ASI.

“Terima kasih, untuk ASI saat ini sudah ada yang mendonorkan. Karena saran dokter, untuk bayi prematur diutamakan ASI dibanding susu formula,” terangnya.

Pasca pemakaman, kata Adriani, keluarga sudah menjalani swab test dan hasilnya negatif. (tim)

MEDAN, METRODAILY.id – COVID-19 masih terus menyebar. Siapa saja bisa terpapar dan meninggal dunia. Seperti dialami Pdt Dosmariani Sinaga. Ia meninggal dunia di salah satu rumah sakit di Medan, Selasa (15/6) pagi.

Sehari sebelumnya, Senin (14/6) istri Bona Hendra Purba ini melahirkan bayi lelaki prematur.

Informasi dihimpun, Dosmariani yang kali terakhir bertugas di Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS) Resort Sarimatondang Kabupaten Simalungun, terpapar Covid-19. Kondisi tersebut disampaikannya 7 Juni lalu di salah satu grup WA.

Disebutkannya, ia tidak bisa mengikuti rapat bulanan karena sedang demam.

Rekan dan sahabatnya menyangka demam yang dialami Dosmariani hanyalah demam biasa. Apalagi ia tengah mengandung dengan usia kehamilan tujuh bulan. Namun terakhir, 10 Juni lalu, Dosmariani mengabarkan lewat group itu ia positif Covid-19 setelah melalui tes PCR.

Diselimuti rasa terkejut dan sedih, rekannya memberi semangat. Apalagi akhir Mei lalu, mertua Dosmariani baru saja meninggalnya dunia.

Hingga kemudian Senin (14/6) anak ketiga dari empat bersaudara itu terpaksa menjalani operasi Caesar untuk menyelamatkan bayi dalam kandungannya. Operasi berjalan lancar dan ia masih bisa berkomunikasi dengan suaminya serta menanyakan kondisi buah hati mereka.

Baca Juga :  97 Jemaah Calon Haji asal Labura Diberangkatkan

Tetapi, kondisi kesehatannya semakin drop. Ia mengalami sesak nafas dan semakin parah. Hingga kemudian ia tidak sadarkan diri mulai Senin (14/6) sekitar pukul 21.00 WIB. Doa-doa pun dipanjatkan oleh kerabat dan keluarga untuk kesembuhan Dosmariani.

Takdir berkata lain. Selasa (15/6) pagi Dosmariani meninggal dunia di RS Bunda Thamrin Medan. Prosesi pemakamannya pun dilaksanakan sesuai prosedur pemakaman jenazah Covid-19.

Semasa hidupnya, Dosmariani dikenal baik oleh kerabat maupun rekan sejawat, juga jemaat. Hal tersebut banyak dituangkan dalam ucapan duka di dinding media sosialnya.

Kakak kandung Dosmariani, Adriani Sinaga, yang dihubungi Rabu (16/6) sore mengaku masih sangat berduka. Keluarga, katanya, fokus pada perawatan bayi yang ditinggalkan Dosmariani.

Adriani mengaku sempat berupaya mencari pendonor ASI untuk bayi tersebut melalui media sosial. Rabu (16/6) siang Andriani mengatakan pihaknya telah menemukan pendonor ASI.

“Terima kasih, untuk ASI saat ini sudah ada yang mendonorkan. Karena saran dokter, untuk bayi prematur diutamakan ASI dibanding susu formula,” terangnya.

Pasca pemakaman, kata Adriani, keluarga sudah menjalani swab test dan hasilnya negatif. (tim)

iklanpemko
iklanpemko
iklanpemko

Most Read

Artikel Terbaru

/