30.6 C
Medan
Monday, January 30, 2023

Inilah Klarifikasi Pemko Siantar soal Pembubaran Imlek Fair

SIANTAR, METRODAILY – Akhirnya Pemko Pematang Siantar secara resmi memberikan klarifikasi kronologi rencana pelaksanaan Imlek Fair Tahun 2023 dan penertiban bazar di Jalan Perintis Kemerdekaan Kelurahan Proklamasi Kecamatan Siantar Barat. Klarifikasi disampaikan di Media Center Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Pematang Siantar, Selasa (17/1/2023) siang.

Hadir dalam klarifikasi tersebut, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdako Pematang Siantar Junaedi A Sitanggang, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Robert Samosir, Plt Kepala Dinas Perhubungan Julham Situmorang, Sekretaris Dinas Pariwisata Hamam Sholeh, Lurah Proklamasi Kecamatan Siantar Barat Bachtiar Effendi, serta Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Johannes Sihombing.

Hamam Sholeh mendapat kesempatan pertama untuk memaparkan kronologi rencana kegiatan Imlek Fair Tahun 2023. Disampaikan Sholeh, awalnya sudah ada kesepakatan dengan pihak PT STTC untuk menggunakan eks rumah dinas Bupati Simalungun di Jalan Perintis Kemerdekaan sebagai lokasi Imlek Fair. Bahkan, Wali Kota Pematang Siantar Susanti Dewayani sudah mendukung.

Namun Kamis (5/1/2023) sekitar pukul 15.00 WIB, Sholeh mendapat informasi pihak PT STTC tidak jadi meminjamkan eks rumah dinas Bupati Simalungun. Dengan tidak diberikannya izin pemakaian, lanjut Sholeh, maka dengan sendirinya seluruh rencana yang disusun menjadi batal.

Sholeh pun menyampaikan kepada Satkom Gajah Mada untuk memindahkan lokasi Imlek Fair, yaitu di Jalan Bandung atau Jalan Thamrin.

“Kami juga menyampaikan agar panitia mengurus perizinan kegiatan. Seperti dari Dinas Perhubungan untuk pemakaian jalan, dari lurah/camat untuk rekomendasi tidak ada warga setempat yang keberatan, dan ke Satpol PP untuk rekomendasi pertimbangan ketenteraman dan ketertiban. Selanjutnya, izin keramaian dari Polres Pematang Siantar,” terangnya.

Klarifikasi Pemko Pematang Siantar terkait rencana pelaksanaan Imlek Fair Tahun 2023 dan penertiban bazar di Jalan Perintis Kemerdekaan.

Plt Kepala Dinas Perhubungan Julham Situmorang memaparkan, Kamis (5/1) sekitar pukul 09.00 WIB, Panitia Imlek Fair datang ke Kantor Dinas Perhubungan untuk memberitahukan rencana pelaksanaan Imlek Fair. Panitia juga memohon agar Dishub menugaskan personel untuk pengamanan arus lalu-lintas di lokasi bazar di Jalan Perintis Kemerdekaan.

Sekitar pukul 15.00 WIB panitia menelepon dan menyampaikan untuk mengurus izin di Polresta Pematang Siantar, dibutuhkan rekomendasi dari Dishub.

Kemudian, Dishub mengarahkan agar panitia melengkapi berkas yang dibutuhkan untuk mengurus rekomendasi izin, yaitu surat permohonan dan KTP penanggung jawab.

Setelah berkas dilengkapi, panitia membuat Surat Permohonan Penggunaan Bahu Jalan dengan Nomor 016/I/2023/Satkom Gajah Mada.

Kemudian, kata Julham, Dishub menerbitkan rekomendasi untuk mendapatkan Surat Izin Pemakaian/Pengalihan Jalan Sementara.

“Tapi bukan izin, dan panitia harus mengurus izin ke pihak yang berwenang. Pertimbangan Dinas Perhubungan mengeluarkan rekomendasi karena sepanjang pengecekan yang dilakukan petugas ke lapangan, arus lalu-lintas masih bisa dialihkan ke jalan alternatif lain, disertai penugasan personel di lapangan untuk menjaga kelancaran lalu-lintas,” jelas Julham.

Masih kata Julham, berdasarkan rekomendasi yang dikeluarkan, waktu pelaksanaan Imlek Fair 07-18 Januari 2023, dan panitia harus terlebih dahulu mengurus izin ke yang berwenang. Namun ternyata, Jumat (6/1/2023) panitia sudah memasang stand dan memulai aktivitas di sepanjang Jalan Perintis Kemerdekaan.

“Sehingga tidak sesuai dengan rekomendasi yang diberikan,” tukas Julham.

Imlek Fair Siantar sebelum dibubarkan.

Lebih lanjut, Lurah Proklamasi Bachtiar Effendi menyampaikan, Jumat (6/1/2023) sekira pukul 15.00 WIB Panitia Imlek Fair menyampaikan surat pemberitahuan kegiatan. Bachtiar pun melakukan pengecekan ke lokasi sesuai dengan yang tercantum pada surat tersebut. Ternyata di lokasi, yaitu di Jalan Perintis Kemerdekaan telah berdiri tenda-tenda di atas trotoar dan di badan jalan.

Sesuai hasil pengecekan lokasi, Bachtiar menerbitkan surat Nomor: 12.72.02.1002/503/03/I/2023 perihal Balasan Surat Pemberitahuan Kegiatan yang ditujukan kepada panitia. Inti dari surat tersebut, menegaskan agar panitia mengurus izin ke dinas terkait dan menghentikan kegiatan sebelum izin diterbitkan.

Sabtu (7/1/2023) sekitar pukul 11.00 WIB, Forkopimcam Siantar Barat mengadakan rapat di kantor Lurah Proklamasi. Kesimpulan rapat, belum ada izin kegiatan yang dikeluarkan Pemko Pematang Siantar melalui dinas terkait.

Baca Juga :  AMISIBUTA Santuni Kaum Duafa dan Anak Yatim

Dalam surat izin yang dikeluarkan Polres Pematang Siantar tercantum agar tidak menutup jalan, tetapi pihak panitia tetap menutup jalan.

Terkait surat rekomendasi Dinas Perhubungan yang sudah terbit, isinya pengalihan arus jalan sementara, dan ditujukan untuk kepengurusan izin ke Polres Pematang Siantar.

Lalu, sudah ada surat balasan dari Lurah Proklamasi tentang imbauan untuk melengkapi seluruh izin. Jika tidak dilengkapi, maka kegiatan akan ditertibkan sesuai ketentuan yang berlaku.

Rapat tersebut juga menyepakati, agar Lurah Proklamasi kembali menyurati panitia untuk memindahkan kegiatan ke lokasi sesuai dengan petunjuk oleh dinas terkait dengan melengkapi persyaratan sesuai ketentuan.

Minggu (8/1/2023) sekitar pukul 12.00 WIB, Lurah Proklamasi bersama Ketua Umum Satkom Gajah Mada Secrianto Gomargana dan Kasatpol PP Robert Samosir sepakat memindahkan lokasi kegiatan ke depan Stasiun Kereta Api, sekitar 200 meter dari lokasi sebelumnya.

“Tetap dengan ketentuan harus melengkapi persyaratan ssuai ketentuan,” tukasnya.

Sementara itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Paraja (Kasatpol PP) Kota Pematang Siantar Robert Samosir menerangkan, Jumat (6/1/2023) sore, berdasarkan informasi dari masyarakat dan media, pihaknya mengetahui adanya kegiatan bazar di Jalan Perintis Kemerdekaan. Selanjutnya, pihak Satpol PP menemui dan mengimbau panitia yang berada di lokasi untuk melengkapi legalitas kegiatan.

Imlek Fair Siantar sebelum dibubarkan.

Esoknya, Sabtu (7/1/2023) Satpol PP meminta panitia untuk menghentikan kegiatan sebelum melengkapi administrasi perizinan.

Hasil pembicaraan, diberi kelonggaran kepada panitia untuk mengurus izin. Kemudian, panitia menyampaikan rekomendasi pengalihan arus lalu-lintas dari Dishub Kota Pematang Siantar dan izin keramaian dari Polres Pematang Siantar.

Tetapi, lanjut Robert, berdasarkan izin dari Polres Pematang Siantar, ternyata kegiatan tidak boleh menutup arus lalu-lintas. Selanjutnya, Satpol PP mendapatkan informasi hasil rapat Forkopimcam Siantar Barat tertanggal 07 Januari 2023 di kantor Kelurahan Proklamasi yang menyimpulkan sebaiknya lokasi bazar dipindahkan.

Minggu (8/1) sekitar pukul 10.00 WIB, Satpol PP mengimbau agar panitia sesegera mungkin melengkapi legalitas kegiatan. Ketika itu, Ketua Satkom Gajah Mada, pihak Kecamatan Siantar Barat, dan Kelurahan Proklamasi, beserta Satpol PP menyepakati lokasi bazar dipindahkan ke depan Stasiun Kereta Api dan pemerintah bersedia memfasilitasi.
Setelah adanya kesepakatan Satpol PP bersama para pedagang, dilakukan pembongkaran, yang terlaksana dengan lancar dan kondusif.

Di akhir klarifikasi, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdako Kota Pematang Siantar Junaedi Sitanggang menyampaikan, berdasarkan informasi yang telah diutarakan, dinyatakan bahwa mekanisme penertiban bazar di Jalan Perintis Kemerdekaan Kota Pematang Siantar telah dilakukan sesuai dengan ketentuan.

Penertiban bazar di Jalan Perintis Kemerdekaan Kota Pematang Siantar sama sekali tidak memiliki keterkaitan dengan isu intoleran yang telah beredar di tengah-tengah masyarakat.

Pemko Pematang Siantar yang saat ini dipimpin Wali Kota dr Susanti Dewayani SpA memiliki komitmen yang teguh dalam melestarikan kerukunan antar suku, etnis, dan umat beragama di Kota Pematang Siantar yang merupakan warisan pendiri bangsa dan Proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia.

“Juga nilai-nilai luhur kearifan lokal Kota Pematang Siantar yang juga merupakan cita-cita leluhur pendiri Kota Pematang Siantar Raja Sangnaualuh Damanik,” tegasnya.

Sampai saat ini, lanjut Junaedi, seluruh masyarakat Kota Pematang Siantar dengan seluruh keberagamannya hidup berdampingan, rukun dan damai dengan menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi dalam wadah Bhineka Tunggal Ika.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kominfo Pematang Siantar, Johannes Sihombing mengimbau agar seluruh lapisan masyarakat bisa lebih jeli meihat permasalahan yang terjadi, serta lebih bijak lagi bermedia sosial, agar tidak mengganggu kekondusifan dan menimbulkan preseden buru bagi Kota Pematang Siantar.

“Intinya, marilah kita mendukung Kota Pematang Siantar untuk kembali menjadi Kota Paling Toleran Nomor 1 di Indonesia,” tutupnya. (rel)

SIANTAR, METRODAILY – Akhirnya Pemko Pematang Siantar secara resmi memberikan klarifikasi kronologi rencana pelaksanaan Imlek Fair Tahun 2023 dan penertiban bazar di Jalan Perintis Kemerdekaan Kelurahan Proklamasi Kecamatan Siantar Barat. Klarifikasi disampaikan di Media Center Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Pematang Siantar, Selasa (17/1/2023) siang.

Hadir dalam klarifikasi tersebut, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdako Pematang Siantar Junaedi A Sitanggang, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Robert Samosir, Plt Kepala Dinas Perhubungan Julham Situmorang, Sekretaris Dinas Pariwisata Hamam Sholeh, Lurah Proklamasi Kecamatan Siantar Barat Bachtiar Effendi, serta Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Johannes Sihombing.

Hamam Sholeh mendapat kesempatan pertama untuk memaparkan kronologi rencana kegiatan Imlek Fair Tahun 2023. Disampaikan Sholeh, awalnya sudah ada kesepakatan dengan pihak PT STTC untuk menggunakan eks rumah dinas Bupati Simalungun di Jalan Perintis Kemerdekaan sebagai lokasi Imlek Fair. Bahkan, Wali Kota Pematang Siantar Susanti Dewayani sudah mendukung.

Namun Kamis (5/1/2023) sekitar pukul 15.00 WIB, Sholeh mendapat informasi pihak PT STTC tidak jadi meminjamkan eks rumah dinas Bupati Simalungun. Dengan tidak diberikannya izin pemakaian, lanjut Sholeh, maka dengan sendirinya seluruh rencana yang disusun menjadi batal.

Sholeh pun menyampaikan kepada Satkom Gajah Mada untuk memindahkan lokasi Imlek Fair, yaitu di Jalan Bandung atau Jalan Thamrin.

“Kami juga menyampaikan agar panitia mengurus perizinan kegiatan. Seperti dari Dinas Perhubungan untuk pemakaian jalan, dari lurah/camat untuk rekomendasi tidak ada warga setempat yang keberatan, dan ke Satpol PP untuk rekomendasi pertimbangan ketenteraman dan ketertiban. Selanjutnya, izin keramaian dari Polres Pematang Siantar,” terangnya.

Klarifikasi Pemko Pematang Siantar terkait rencana pelaksanaan Imlek Fair Tahun 2023 dan penertiban bazar di Jalan Perintis Kemerdekaan.

Plt Kepala Dinas Perhubungan Julham Situmorang memaparkan, Kamis (5/1) sekitar pukul 09.00 WIB, Panitia Imlek Fair datang ke Kantor Dinas Perhubungan untuk memberitahukan rencana pelaksanaan Imlek Fair. Panitia juga memohon agar Dishub menugaskan personel untuk pengamanan arus lalu-lintas di lokasi bazar di Jalan Perintis Kemerdekaan.

Sekitar pukul 15.00 WIB panitia menelepon dan menyampaikan untuk mengurus izin di Polresta Pematang Siantar, dibutuhkan rekomendasi dari Dishub.

Kemudian, Dishub mengarahkan agar panitia melengkapi berkas yang dibutuhkan untuk mengurus rekomendasi izin, yaitu surat permohonan dan KTP penanggung jawab.

Setelah berkas dilengkapi, panitia membuat Surat Permohonan Penggunaan Bahu Jalan dengan Nomor 016/I/2023/Satkom Gajah Mada.

Kemudian, kata Julham, Dishub menerbitkan rekomendasi untuk mendapatkan Surat Izin Pemakaian/Pengalihan Jalan Sementara.

“Tapi bukan izin, dan panitia harus mengurus izin ke pihak yang berwenang. Pertimbangan Dinas Perhubungan mengeluarkan rekomendasi karena sepanjang pengecekan yang dilakukan petugas ke lapangan, arus lalu-lintas masih bisa dialihkan ke jalan alternatif lain, disertai penugasan personel di lapangan untuk menjaga kelancaran lalu-lintas,” jelas Julham.

Masih kata Julham, berdasarkan rekomendasi yang dikeluarkan, waktu pelaksanaan Imlek Fair 07-18 Januari 2023, dan panitia harus terlebih dahulu mengurus izin ke yang berwenang. Namun ternyata, Jumat (6/1/2023) panitia sudah memasang stand dan memulai aktivitas di sepanjang Jalan Perintis Kemerdekaan.

“Sehingga tidak sesuai dengan rekomendasi yang diberikan,” tukas Julham.

Imlek Fair Siantar sebelum dibubarkan.

Lebih lanjut, Lurah Proklamasi Bachtiar Effendi menyampaikan, Jumat (6/1/2023) sekira pukul 15.00 WIB Panitia Imlek Fair menyampaikan surat pemberitahuan kegiatan. Bachtiar pun melakukan pengecekan ke lokasi sesuai dengan yang tercantum pada surat tersebut. Ternyata di lokasi, yaitu di Jalan Perintis Kemerdekaan telah berdiri tenda-tenda di atas trotoar dan di badan jalan.

Sesuai hasil pengecekan lokasi, Bachtiar menerbitkan surat Nomor: 12.72.02.1002/503/03/I/2023 perihal Balasan Surat Pemberitahuan Kegiatan yang ditujukan kepada panitia. Inti dari surat tersebut, menegaskan agar panitia mengurus izin ke dinas terkait dan menghentikan kegiatan sebelum izin diterbitkan.

Sabtu (7/1/2023) sekitar pukul 11.00 WIB, Forkopimcam Siantar Barat mengadakan rapat di kantor Lurah Proklamasi. Kesimpulan rapat, belum ada izin kegiatan yang dikeluarkan Pemko Pematang Siantar melalui dinas terkait.

Baca Juga :  AMISIBUTA Santuni Kaum Duafa dan Anak Yatim

Dalam surat izin yang dikeluarkan Polres Pematang Siantar tercantum agar tidak menutup jalan, tetapi pihak panitia tetap menutup jalan.

Terkait surat rekomendasi Dinas Perhubungan yang sudah terbit, isinya pengalihan arus jalan sementara, dan ditujukan untuk kepengurusan izin ke Polres Pematang Siantar.

Lalu, sudah ada surat balasan dari Lurah Proklamasi tentang imbauan untuk melengkapi seluruh izin. Jika tidak dilengkapi, maka kegiatan akan ditertibkan sesuai ketentuan yang berlaku.

Rapat tersebut juga menyepakati, agar Lurah Proklamasi kembali menyurati panitia untuk memindahkan kegiatan ke lokasi sesuai dengan petunjuk oleh dinas terkait dengan melengkapi persyaratan sesuai ketentuan.

Minggu (8/1/2023) sekitar pukul 12.00 WIB, Lurah Proklamasi bersama Ketua Umum Satkom Gajah Mada Secrianto Gomargana dan Kasatpol PP Robert Samosir sepakat memindahkan lokasi kegiatan ke depan Stasiun Kereta Api, sekitar 200 meter dari lokasi sebelumnya.

“Tetap dengan ketentuan harus melengkapi persyaratan ssuai ketentuan,” tukasnya.

Sementara itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Paraja (Kasatpol PP) Kota Pematang Siantar Robert Samosir menerangkan, Jumat (6/1/2023) sore, berdasarkan informasi dari masyarakat dan media, pihaknya mengetahui adanya kegiatan bazar di Jalan Perintis Kemerdekaan. Selanjutnya, pihak Satpol PP menemui dan mengimbau panitia yang berada di lokasi untuk melengkapi legalitas kegiatan.

Imlek Fair Siantar sebelum dibubarkan.

Esoknya, Sabtu (7/1/2023) Satpol PP meminta panitia untuk menghentikan kegiatan sebelum melengkapi administrasi perizinan.

Hasil pembicaraan, diberi kelonggaran kepada panitia untuk mengurus izin. Kemudian, panitia menyampaikan rekomendasi pengalihan arus lalu-lintas dari Dishub Kota Pematang Siantar dan izin keramaian dari Polres Pematang Siantar.

Tetapi, lanjut Robert, berdasarkan izin dari Polres Pematang Siantar, ternyata kegiatan tidak boleh menutup arus lalu-lintas. Selanjutnya, Satpol PP mendapatkan informasi hasil rapat Forkopimcam Siantar Barat tertanggal 07 Januari 2023 di kantor Kelurahan Proklamasi yang menyimpulkan sebaiknya lokasi bazar dipindahkan.

Minggu (8/1) sekitar pukul 10.00 WIB, Satpol PP mengimbau agar panitia sesegera mungkin melengkapi legalitas kegiatan. Ketika itu, Ketua Satkom Gajah Mada, pihak Kecamatan Siantar Barat, dan Kelurahan Proklamasi, beserta Satpol PP menyepakati lokasi bazar dipindahkan ke depan Stasiun Kereta Api dan pemerintah bersedia memfasilitasi.
Setelah adanya kesepakatan Satpol PP bersama para pedagang, dilakukan pembongkaran, yang terlaksana dengan lancar dan kondusif.

Di akhir klarifikasi, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdako Kota Pematang Siantar Junaedi Sitanggang menyampaikan, berdasarkan informasi yang telah diutarakan, dinyatakan bahwa mekanisme penertiban bazar di Jalan Perintis Kemerdekaan Kota Pematang Siantar telah dilakukan sesuai dengan ketentuan.

Penertiban bazar di Jalan Perintis Kemerdekaan Kota Pematang Siantar sama sekali tidak memiliki keterkaitan dengan isu intoleran yang telah beredar di tengah-tengah masyarakat.

Pemko Pematang Siantar yang saat ini dipimpin Wali Kota dr Susanti Dewayani SpA memiliki komitmen yang teguh dalam melestarikan kerukunan antar suku, etnis, dan umat beragama di Kota Pematang Siantar yang merupakan warisan pendiri bangsa dan Proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia.

“Juga nilai-nilai luhur kearifan lokal Kota Pematang Siantar yang juga merupakan cita-cita leluhur pendiri Kota Pematang Siantar Raja Sangnaualuh Damanik,” tegasnya.

Sampai saat ini, lanjut Junaedi, seluruh masyarakat Kota Pematang Siantar dengan seluruh keberagamannya hidup berdampingan, rukun dan damai dengan menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi dalam wadah Bhineka Tunggal Ika.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kominfo Pematang Siantar, Johannes Sihombing mengimbau agar seluruh lapisan masyarakat bisa lebih jeli meihat permasalahan yang terjadi, serta lebih bijak lagi bermedia sosial, agar tidak mengganggu kekondusifan dan menimbulkan preseden buru bagi Kota Pematang Siantar.

“Intinya, marilah kita mendukung Kota Pematang Siantar untuk kembali menjadi Kota Paling Toleran Nomor 1 di Indonesia,” tutupnya. (rel)

Most Read

Artikel Terbaru

Lesti Kejora Hobi Tunggang Kuda

Kiky Saputri Tunda Punya Momongan

Putri Anne Unggah Pesan untuk Suami