alexametrics
31.7 C
Medan
Monday, August 15, 2022

iklanpemko
iklanpemko

Di Lumut, Jalan Lintas Desa Hancur, Terjal, & Penuh Bebatuan

iklan-usi

TAPTENG, METRODAILY – Jalan lintas desa menuju Lingkungan 7 Sihiong, Kelurahan Lumut, Kecamatan Lumut, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), rusak parah dan memprihatinkan. Jalan yang merupakan satu-satunya akses penghubung menuju ibukota kecamatan itu butuh perbaikan. Pengguna jalan sering mengalami kecelakaan saat melintas. Kondisi ini diperparah dengan tidak adanya lampu penerangan jalan.

R Hutagalung (55)), warga sekitar, mengakui seringnya pengendara terjatuh akibat melintasi jalan yang tinggal bebatuan dan kerikil-kerikil tajam. Mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, para pengendara terpaksa turun dan mendorong kenderaannya saat melintasi jalan tersebut.

“Sudah sering makan korban. Kasihannya lagi kalau wanita yang lewat terpaksa turun mendorong sepedamotor miliknya,” ujar Hutagalung, Senin (17/1/2022).

Yang lebih riskan, sambung Hutagalung, suasana gelap dan posisi jalan yang menanjak akan membuat penguna jalan terpecah konsentrasi saat mengemudikan kendaraannya. Belum lagi bahu jalan yang dipenuhi semak belukar, semakin ekstrim untuk di lewati. Jika tidak ekstra hati-hati, kecelakaan akan menimpa.

“Paling parah itu rusak pas tanjakan, jalannya seperti sungai kering, terjal, penuh bebatuan,” tukasnya

Baca Juga :  Di Tapteng, Seorang Pria Gorok Leher Teman Lalu Coba Bunuh Diri

Diungkapkannya, masyarakat banyak yang mengeluhkan kerusakan jalan tersebut. Sebagai jalan lintas menuju ibukota Kecamatan, jalan Sihiong setiap harinya dilintasi ratusan pengendara roda dua maupun 4. Belum lagi truk pengangkut hasil pertanian dan perkebunan yang setiap harinya melintas mencapai belasan unit.

Hal serupa dialami para tenaga pendidik yang bertugas di salah satu sekolah di wilayah itu. Para pahlawan tanpa tanda jasa ini menuturkan, kerusakan jalan sudah lama terjadi dan belum tersentuh perbaikan dari pemerintah. Karena rusak berat, guru-guru yang sehari-harinya melintasi jalan tersebut kelimpungan dan kewalahan.

“Capek, sedih berbaur jadi satu. Pengennya bermukim di daerah sini. Tapi mau gimana lagi, ngak mungkin anak-anak saya tinggalkan dirumah,” keluh salah seorang guru.

Beredar kabar, Jalan lintas desa yang merupakan satu-satunya akses untuk mengangkut hasil pertanian dan perkebunan menuju ibukota kecamatan dan memiliki panjang sekitar 6 km ini akan segera diperbaiki melalui alokasi dana APBD Tapteng tahun 2022. Diharapkan, pembangunan dan perbaikan jalan tersebut akan kembali menghidupkan roda perekonomian masyarakat sekitar. (edy) 

TAPTENG, METRODAILY – Jalan lintas desa menuju Lingkungan 7 Sihiong, Kelurahan Lumut, Kecamatan Lumut, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), rusak parah dan memprihatinkan. Jalan yang merupakan satu-satunya akses penghubung menuju ibukota kecamatan itu butuh perbaikan. Pengguna jalan sering mengalami kecelakaan saat melintas. Kondisi ini diperparah dengan tidak adanya lampu penerangan jalan.

R Hutagalung (55)), warga sekitar, mengakui seringnya pengendara terjatuh akibat melintasi jalan yang tinggal bebatuan dan kerikil-kerikil tajam. Mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, para pengendara terpaksa turun dan mendorong kenderaannya saat melintasi jalan tersebut.

“Sudah sering makan korban. Kasihannya lagi kalau wanita yang lewat terpaksa turun mendorong sepedamotor miliknya,” ujar Hutagalung, Senin (17/1/2022).

Yang lebih riskan, sambung Hutagalung, suasana gelap dan posisi jalan yang menanjak akan membuat penguna jalan terpecah konsentrasi saat mengemudikan kendaraannya. Belum lagi bahu jalan yang dipenuhi semak belukar, semakin ekstrim untuk di lewati. Jika tidak ekstra hati-hati, kecelakaan akan menimpa.

“Paling parah itu rusak pas tanjakan, jalannya seperti sungai kering, terjal, penuh bebatuan,” tukasnya

Baca Juga :  Kementrian PUPR akan Kembangkan Sistem Irigasi di Asahan

Diungkapkannya, masyarakat banyak yang mengeluhkan kerusakan jalan tersebut. Sebagai jalan lintas menuju ibukota Kecamatan, jalan Sihiong setiap harinya dilintasi ratusan pengendara roda dua maupun 4. Belum lagi truk pengangkut hasil pertanian dan perkebunan yang setiap harinya melintas mencapai belasan unit.

Hal serupa dialami para tenaga pendidik yang bertugas di salah satu sekolah di wilayah itu. Para pahlawan tanpa tanda jasa ini menuturkan, kerusakan jalan sudah lama terjadi dan belum tersentuh perbaikan dari pemerintah. Karena rusak berat, guru-guru yang sehari-harinya melintasi jalan tersebut kelimpungan dan kewalahan.

“Capek, sedih berbaur jadi satu. Pengennya bermukim di daerah sini. Tapi mau gimana lagi, ngak mungkin anak-anak saya tinggalkan dirumah,” keluh salah seorang guru.

Beredar kabar, Jalan lintas desa yang merupakan satu-satunya akses untuk mengangkut hasil pertanian dan perkebunan menuju ibukota kecamatan dan memiliki panjang sekitar 6 km ini akan segera diperbaiki melalui alokasi dana APBD Tapteng tahun 2022. Diharapkan, pembangunan dan perbaikan jalan tersebut akan kembali menghidupkan roda perekonomian masyarakat sekitar. (edy) 

iklanpemko
iklanpemko
iklanpemko

Most Read

Artikel Terbaru

Jalan Provinsi di Humbahas Nyaris Putus

Arsenal Bantai Leicester

Inter Menang Tipis Atas Lecce

Awal Manis Milan

/