alexametrics
25 C
Medan
Wednesday, August 17, 2022

iklanpemko
iklanpemko

Pencairan Anggaran OPD Palas Dikutip 10 Persen?

iklan-usi

PALAS, METRODAILY.id – Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Padang Lawas Yenni Nurlina Siregar lagi-lagi menjadi buah bibir di kalangan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Setelah heboh membuat acara pesta ulang tahun salah seorang TKS di kafe miliknya, kini ia dibicarakan soal anggaran OPD yang diduga dipotong.

Informasi diterima awak media ini dari sejumlah OPD, Kepala BPKAD diduga menarget setiap pencairan anggaran, dipotong 10 persen. Modusnya, kepala OPD yang disasar usai pencairan, ditelepon dan ditagih langsung.
Yenni diduga sengaja menugaskan seorang oknum sopirnya untuk menelpon dan menagih secara langsung. Praktik ini terus berulang setiap pencairan anggaran di tiap OPD.

Tidak diketahui pasti peruntukkan uang 10 persen dari tiap pencairan anggaran OPD tersebut. Namun menurut alasan sejumlah OPD, uang itu untuk pengamanan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
“Katanya untuk pengamanan BPK,” kata salah seorang pimpinan OPD Pemkab Palas yang enggan disebutkan namanya.

Baca Juga :  Pengusaha Penyuap Eni Saragih Divonis Bebas

Hanya saja, sebagian OPD tidak mengindahkan praktik yang diduga diinisiasi Kepala BPKAD ini. Dampaknya, pencairan anggaran OPD yang tidak mengikuti intruksinya, tertunda. Dan bahkan dipersulit.

Sementara Kepala BPKAD Pemkab Palas, Yenni Nurlina Siregar yang dikonfirmasi, Selasa (14/9) membantah tudingan praktik tersebut. Disebutkannya, pencairan anggaran tiap OPD langsung ke rekening OPD.

Wanita yang akrab disapa Nina ini juga menyinggung bahwa Pemkab Palas berkomitmen tidak melakukan praktik sedemikian. Yang diperkuat dengan perjanjian pakta integritas yang diteken masing-masing OPD.

“Tanyakan saja terhadap OPD yang bersangkutan. Dan pakta integritas kan ada kita teken. Setiap pencairan langsung ke rekening OPD masing-masing adinda. Kita tidak bersinggungan dengan tunai. Semua non tunai,” terang Nina melalui telepon dan pesan pendek. (tan)

PALAS, METRODAILY.id – Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Padang Lawas Yenni Nurlina Siregar lagi-lagi menjadi buah bibir di kalangan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Setelah heboh membuat acara pesta ulang tahun salah seorang TKS di kafe miliknya, kini ia dibicarakan soal anggaran OPD yang diduga dipotong.

Informasi diterima awak media ini dari sejumlah OPD, Kepala BPKAD diduga menarget setiap pencairan anggaran, dipotong 10 persen. Modusnya, kepala OPD yang disasar usai pencairan, ditelepon dan ditagih langsung.
Yenni diduga sengaja menugaskan seorang oknum sopirnya untuk menelpon dan menagih secara langsung. Praktik ini terus berulang setiap pencairan anggaran di tiap OPD.

Tidak diketahui pasti peruntukkan uang 10 persen dari tiap pencairan anggaran OPD tersebut. Namun menurut alasan sejumlah OPD, uang itu untuk pengamanan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
“Katanya untuk pengamanan BPK,” kata salah seorang pimpinan OPD Pemkab Palas yang enggan disebutkan namanya.

Baca Juga :  12 Tewas, Kasus Tambang Emas Madina Dibahas DPR

Hanya saja, sebagian OPD tidak mengindahkan praktik yang diduga diinisiasi Kepala BPKAD ini. Dampaknya, pencairan anggaran OPD yang tidak mengikuti intruksinya, tertunda. Dan bahkan dipersulit.

Sementara Kepala BPKAD Pemkab Palas, Yenni Nurlina Siregar yang dikonfirmasi, Selasa (14/9) membantah tudingan praktik tersebut. Disebutkannya, pencairan anggaran tiap OPD langsung ke rekening OPD.

Wanita yang akrab disapa Nina ini juga menyinggung bahwa Pemkab Palas berkomitmen tidak melakukan praktik sedemikian. Yang diperkuat dengan perjanjian pakta integritas yang diteken masing-masing OPD.

“Tanyakan saja terhadap OPD yang bersangkutan. Dan pakta integritas kan ada kita teken. Setiap pencairan langsung ke rekening OPD masing-masing adinda. Kita tidak bersinggungan dengan tunai. Semua non tunai,” terang Nina melalui telepon dan pesan pendek. (tan)

iklanpemko
iklanpemko
iklanpemko

Most Read

Artikel Terbaru

/