alexametrics
27 C
Medan
Thursday, August 18, 2022

iklanpemko
iklanpemko

Hari ke 7 Karantina

3 Siswa SMA Matauli Masih Reaktif

iklan-usi

TAPTENG, METRODAILY – Memasuki hari ke 7 Karantina sejumlah siswa SMA Negeri 1 Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) yang dinyatakan reaktif Covid-19 pada Senin (14/2/2022) dinyatakan bahwa hanya 3 orang siswa lagi yang masi reaktif sesuai hasil Rapid Swab Antigen.

Hal itu disampaikan oleh Plt Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Pandan Deden Rachmad, Senin (14/2/2022) setelah menerima hasil Rapid Swab Antigen sekira pukul (17:00) WIB terhadap sejumlah siswa yang dikarantina di Asrama SMAN 1 Matauli Pandan, yang bekerjasama dengan Rumkitban 01.08.02 Sibolga.

“Pada hari ini kita sudah tes lagi kepada siswa (yang dikarantina) tersebut, dan sebagian besar hasilnya sudah non reaktif, yang reaktif hanya tinggal 3 orang siswa saja, 99 persen sudah sembuh, ini di hari ke 7,” ujar Deden kepada New Tapanuli, Senin (14/2/2022) sore.

Meski demikian, lanjut Deden, para siswa yang telah dinyatakan non reaktif berdasarkan hasil Rapid Swab Antigen, masih tetap menjalani karantina sampai pada hari ke 10 dan hingga benar-benar dinyatakan sembuh.

“Yang 3 orang sudah dipisahkan dengan yang sudah dinyatakan non reaktif, namun masih tetap dalam pengawasan tim satgas (covid-19 tapteng,red),” katanya.

Disinggung terkait waktu diketahuinya ada sejumlah siswa/i di sekolah itu dinyatakan reaktif covid-19 berdasarkan hasil test swab antigen, Denden menuturkan bahwa hal itu diketahui setelah pihaknya melakukan test swab antigen kepada seluruh siswa/i SMAN 1 Matauli Pandan pada 8 Februari lalu.

“8 Februari kita melaksanakan test swab antigen kepada seluruh siswa 1.249 (Orang,red). Dari sejumlah siswa tersebut ada beberapa siswa yang reaktif, bukan positif. Setelah itu kita langsung melakukan karantina di asrama tentunya tindakan kita sesuai dengan arahan satgas covid-19 tapteng,” bebernya.

Baca Juga :  Pinangsori Membara, 6 Unit Rumah Terbakar

Pada saat itu, kata Deden, pihaknya juga langsung memberikan penjelasan kepada siswa agar tidak perlu khawatir berlebihan, mengingat semua pihak menaruh perhatian serius terhadap penanganan para siswa tersebut.

“Kepada semua pihak terkait langsung kita laporkan, Kepada orang tua juga langsung kita laporkan, dan memang tanggapan dari pada orang tua maupun siapapun, mengapresiasi bahwa kita mengambil langkah-langkah yang tepat dan cepat, sehingga penanggulangannya lebih komprehensif. Disitu kita langsung berikan penguatan-penguatan kepada siswa bahwa itu hanya reaktif test swab antigen jadi tidak perlu terlalu kawatir berlebihan, dan semua akomodasi makanan, obat-obatan, vitamin kita siapkan. Untuk makanan disiapkan semua dari yayasan dan dari sekolah, dan obat-obatan ada dari satgas covid (Tapteng) dan tentunya ada tenaga medis yang jaga di lokasi karantina tersebut,” sebutnya.

Untuk itu, Deden mengimbau kepada seluruh orang tua siswa yang sebelumnya dinyatakan reaktif, dan mengingat pada hari ke 7 karantina hanya tinggal 3 siswa yang masi reaktif berdasarkan rapid swab antigen, agar mempercayakan penanganan para siswa tersebut kepada pihak sekolah maupun yayasan serta Satgas Covid-19 Tapteng.

“Kami menghimbau kepada seluruh orang tua yang dinyatakan reaktif kemarin, tenang saja semua sudah ditangani semua pihak, sekolah menangani, yayasan juga ikut ambil bagian, satgas covid Tapteng juga ikut ambil bagian, bahkan Forkopimda, Kapolres, Dandim juga berperan dalam menenangkan situasi, termasuk saya ucapkan terimakasih kepada semua pihak, termasuk Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara yang begitu luar biasa perhatiannya kepada sekolah sehingga kita bisa melewati masa-masa karantina masa sulit ini,”ucapnya. (dh)

TAPTENG, METRODAILY – Memasuki hari ke 7 Karantina sejumlah siswa SMA Negeri 1 Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) yang dinyatakan reaktif Covid-19 pada Senin (14/2/2022) dinyatakan bahwa hanya 3 orang siswa lagi yang masi reaktif sesuai hasil Rapid Swab Antigen.

Hal itu disampaikan oleh Plt Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Pandan Deden Rachmad, Senin (14/2/2022) setelah menerima hasil Rapid Swab Antigen sekira pukul (17:00) WIB terhadap sejumlah siswa yang dikarantina di Asrama SMAN 1 Matauli Pandan, yang bekerjasama dengan Rumkitban 01.08.02 Sibolga.

“Pada hari ini kita sudah tes lagi kepada siswa (yang dikarantina) tersebut, dan sebagian besar hasilnya sudah non reaktif, yang reaktif hanya tinggal 3 orang siswa saja, 99 persen sudah sembuh, ini di hari ke 7,” ujar Deden kepada New Tapanuli, Senin (14/2/2022) sore.

Meski demikian, lanjut Deden, para siswa yang telah dinyatakan non reaktif berdasarkan hasil Rapid Swab Antigen, masih tetap menjalani karantina sampai pada hari ke 10 dan hingga benar-benar dinyatakan sembuh.

“Yang 3 orang sudah dipisahkan dengan yang sudah dinyatakan non reaktif, namun masih tetap dalam pengawasan tim satgas (covid-19 tapteng,red),” katanya.

Disinggung terkait waktu diketahuinya ada sejumlah siswa/i di sekolah itu dinyatakan reaktif covid-19 berdasarkan hasil test swab antigen, Denden menuturkan bahwa hal itu diketahui setelah pihaknya melakukan test swab antigen kepada seluruh siswa/i SMAN 1 Matauli Pandan pada 8 Februari lalu.

“8 Februari kita melaksanakan test swab antigen kepada seluruh siswa 1.249 (Orang,red). Dari sejumlah siswa tersebut ada beberapa siswa yang reaktif, bukan positif. Setelah itu kita langsung melakukan karantina di asrama tentunya tindakan kita sesuai dengan arahan satgas covid-19 tapteng,” bebernya.

Baca Juga :  Polisi Pariwisata Siap Amankan Destinasi Danau Toba

Pada saat itu, kata Deden, pihaknya juga langsung memberikan penjelasan kepada siswa agar tidak perlu khawatir berlebihan, mengingat semua pihak menaruh perhatian serius terhadap penanganan para siswa tersebut.

“Kepada semua pihak terkait langsung kita laporkan, Kepada orang tua juga langsung kita laporkan, dan memang tanggapan dari pada orang tua maupun siapapun, mengapresiasi bahwa kita mengambil langkah-langkah yang tepat dan cepat, sehingga penanggulangannya lebih komprehensif. Disitu kita langsung berikan penguatan-penguatan kepada siswa bahwa itu hanya reaktif test swab antigen jadi tidak perlu terlalu kawatir berlebihan, dan semua akomodasi makanan, obat-obatan, vitamin kita siapkan. Untuk makanan disiapkan semua dari yayasan dan dari sekolah, dan obat-obatan ada dari satgas covid (Tapteng) dan tentunya ada tenaga medis yang jaga di lokasi karantina tersebut,” sebutnya.

Untuk itu, Deden mengimbau kepada seluruh orang tua siswa yang sebelumnya dinyatakan reaktif, dan mengingat pada hari ke 7 karantina hanya tinggal 3 siswa yang masi reaktif berdasarkan rapid swab antigen, agar mempercayakan penanganan para siswa tersebut kepada pihak sekolah maupun yayasan serta Satgas Covid-19 Tapteng.

“Kami menghimbau kepada seluruh orang tua yang dinyatakan reaktif kemarin, tenang saja semua sudah ditangani semua pihak, sekolah menangani, yayasan juga ikut ambil bagian, satgas covid Tapteng juga ikut ambil bagian, bahkan Forkopimda, Kapolres, Dandim juga berperan dalam menenangkan situasi, termasuk saya ucapkan terimakasih kepada semua pihak, termasuk Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara yang begitu luar biasa perhatiannya kepada sekolah sehingga kita bisa melewati masa-masa karantina masa sulit ini,”ucapnya. (dh)

iklanpemko
iklanpemko
iklanpemko

Most Read

Artikel Terbaru

/