alexametrics
27 C
Medan
Thursday, August 18, 2022

iklanpemko
iklanpemko

Semua Orang Bisa Melakukan Hal Positif, Kreatif, dan Jaga Keamanan Akun

iklan-usi
Webinar literasi digital di Kabupaten Simalungun.

SIMALUNGUN, METRODAILY.id – Semua orang bisa melakukan hal yang positif, kreatif, dan menjaga keamanan akun asal ada kemauan. Demikian salah satu kesimpulan dari webinar Literasi Digital Kabupaten Simalungun. Webinar oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) tersebut digelar Jumat (20/8) pukul 09.00 WIB.

Presiden Republik Indonesia memberikan arahan tentang pentingnya Sumber Daya Manusia yang memiliki talenta digital. Kemkominfo melalui Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika menyelenggarakan kegiatan Webinar Indonesia Makin Cakap Digital di Wilayah Sumatera di 77 Kabupaten/Kota dari Aceh hingga Lampung.

Sebagai Keynote Speaker Gubernur Sumatera Utara Edy Ramayadi dan Presiden RI Joko Widodo memberikan sambutan dalam mendukung Literasi Digital Kominfo 2021.

Webinar dibuka oleh Reda Linda Gaudiamo yang mejadi Pekerja Seni. Reda mengangkat tema “Positif, Kreatif, dan Aman di Internet”.

Reda menjelaskan gunakan media sosial untuk SLIM (Sharing, Learning, Interacting, dan Marketing), dan kategori mana yang Anda gunakan dalam bermedia sosial. Positif itu hukumnya wajib dan bukan untuk diri sendiri saja tapi juga untuk orang lain.

Dan semua juga bisa Kreatif dengan cara mengikuti (follow) akun akun yang inspiratif, berkolaborasi, mencoba kanal baru dan manfaatkan waktu yang ada. Sementara Aman itu penting dengan periksa privacy, pastikan lokasi yang tidak teridentifikasi, blokir nomor yang mencurigakan dan laporkan.

Dilanjutkan dengan pilar Keamanan Digital, oleh Teddy Hendiawan SDs MSn, seorang dosen di Telkom University. Teddy membawa tema “Dunia Maya dan Rekam Jejak Digital”.

Dijelaskan bentuk rekam jejak berupa jejak digital pasif yaitu secara tidak sengaja tertinggal sedangkan aktif yaitu data yang sengaja dikirimkan melalui digital platform, misalnya situs pencarian, pesan teks, foto dan video, lokasi dan sebagainya. Untuk menghindarinya ada beberapa cara di antaranya gunakan password yang kuat, hapus aplikasi yang tidak terpakai, posting hal yang positif, selalu update sistem dan antivirus, atur privasi di perangkat dan periksa cookies segera block apabila ada situs yang tidak dikenal.

Pilar Budaya Digital oleh Siska Anggita Situmeang SPd MPd Dosen Prodi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas HKBP Nommensen.

Baca Juga :  TKA Dilarang Masuk Indonesia

Siska memberikan materi dengan tema “Mengenal Lebih Jauh Cara Menyuarakan Pendapat di Dunia Digital”.

Siska menjelaskan kebebasan berpendapat merupakan hak setiap individu dan dijamin oleh UUD 45 Pasal 28 ayat 3. Bagaimana cara kita untuk menyampaikan pendapat atau komentar di dunia digital?

Siska menjabarkan ada 5 hal yang harus diperhatikan, yaitu hindari opini yang menyulut perpecahan, mengetahui isu secara rinci, memikirkan dan mempertimbangkan lebih dahulu pendapat yang akan disampaikan, menyampaikan dengan santun dan memperhatikan UU ITE.

Narasumber terakhir pada pilar Etika Digital, oleh Junifer Siregar SPd MPd Sekretaris GPM FKIP UHKBPNP dengan mengangkat tema “Bahaya Pornografi bagi Perkembangan Otak Anak”.

Juniifer menjelaskan faktor penyebab terkena pornografi, di antaranya pola asuh yang keliru, terpengaruh teman, penasaran dan tidak sengaja ketika mengakses internet. Ciri ciri anak kecanduan menurut Junifer antara lain sering gugup, tidak mau lepas dari gadgetnya, menyendiri, cemas rahasianya terbongkar dan sebagainya.

Apa bahayanya pornografi bagi perkembangan otak anak? Junifer menjabarkan bahwa di antaranya akan merusak otak anak, kecanduan, keinginan mencoba dan meniru, melakukan tindak seksual dan merusak mental. Sedangkan peran orang tua untuk mengatasi hal tersebut yaitu dampingi anak, memasang aplikasi pengaman, menempatkan komputer di ruang keluarga, dan memberikan pendidikan seks sesuai dengan perkembangan usianya.

Ribka Priskila Rompis SSos seorang Penari dan Entertainer mengakhiri acara webinar dengan memberikan kesimpulan hasil webinar dari tema yang sudah diangkat oleh para narasumber antara lain semua orang bisa melakukan hal yang positif, kreatif, dan menjaga keamanan akun kita asal ada kemauan, jangan meninggalkan rekam jejak kita yang negatif di dunia maya dengan selalu membuat hal yang positif, menjaga akun melalui kekuatan password, menghapus aplikasi yang tidak perlu, selalu update antivirus.

Untuk menyuarakan pendapat harus mempertimbangkan segala hal sebelum berkomentar, santun dan jangan membuat opini yang menjadi perpecahan, terakhir adalah peran orang tua sangat penting dalam menjaga anaknya agar terhindar dari pornografi karena sangat berbahaya bagi perkembangan otak anak. (rel/md)

Webinar literasi digital di Kabupaten Simalungun.

SIMALUNGUN, METRODAILY.id – Semua orang bisa melakukan hal yang positif, kreatif, dan menjaga keamanan akun asal ada kemauan. Demikian salah satu kesimpulan dari webinar Literasi Digital Kabupaten Simalungun. Webinar oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) tersebut digelar Jumat (20/8) pukul 09.00 WIB.

Presiden Republik Indonesia memberikan arahan tentang pentingnya Sumber Daya Manusia yang memiliki talenta digital. Kemkominfo melalui Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika menyelenggarakan kegiatan Webinar Indonesia Makin Cakap Digital di Wilayah Sumatera di 77 Kabupaten/Kota dari Aceh hingga Lampung.

Sebagai Keynote Speaker Gubernur Sumatera Utara Edy Ramayadi dan Presiden RI Joko Widodo memberikan sambutan dalam mendukung Literasi Digital Kominfo 2021.

Webinar dibuka oleh Reda Linda Gaudiamo yang mejadi Pekerja Seni. Reda mengangkat tema “Positif, Kreatif, dan Aman di Internet”.

Reda menjelaskan gunakan media sosial untuk SLIM (Sharing, Learning, Interacting, dan Marketing), dan kategori mana yang Anda gunakan dalam bermedia sosial. Positif itu hukumnya wajib dan bukan untuk diri sendiri saja tapi juga untuk orang lain.

Dan semua juga bisa Kreatif dengan cara mengikuti (follow) akun akun yang inspiratif, berkolaborasi, mencoba kanal baru dan manfaatkan waktu yang ada. Sementara Aman itu penting dengan periksa privacy, pastikan lokasi yang tidak teridentifikasi, blokir nomor yang mencurigakan dan laporkan.

Dilanjutkan dengan pilar Keamanan Digital, oleh Teddy Hendiawan SDs MSn, seorang dosen di Telkom University. Teddy membawa tema “Dunia Maya dan Rekam Jejak Digital”.

Dijelaskan bentuk rekam jejak berupa jejak digital pasif yaitu secara tidak sengaja tertinggal sedangkan aktif yaitu data yang sengaja dikirimkan melalui digital platform, misalnya situs pencarian, pesan teks, foto dan video, lokasi dan sebagainya. Untuk menghindarinya ada beberapa cara di antaranya gunakan password yang kuat, hapus aplikasi yang tidak terpakai, posting hal yang positif, selalu update sistem dan antivirus, atur privasi di perangkat dan periksa cookies segera block apabila ada situs yang tidak dikenal.

Pilar Budaya Digital oleh Siska Anggita Situmeang SPd MPd Dosen Prodi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas HKBP Nommensen.

Baca Juga :  TKA Dilarang Masuk Indonesia

Siska memberikan materi dengan tema “Mengenal Lebih Jauh Cara Menyuarakan Pendapat di Dunia Digital”.

Siska menjelaskan kebebasan berpendapat merupakan hak setiap individu dan dijamin oleh UUD 45 Pasal 28 ayat 3. Bagaimana cara kita untuk menyampaikan pendapat atau komentar di dunia digital?

Siska menjabarkan ada 5 hal yang harus diperhatikan, yaitu hindari opini yang menyulut perpecahan, mengetahui isu secara rinci, memikirkan dan mempertimbangkan lebih dahulu pendapat yang akan disampaikan, menyampaikan dengan santun dan memperhatikan UU ITE.

Narasumber terakhir pada pilar Etika Digital, oleh Junifer Siregar SPd MPd Sekretaris GPM FKIP UHKBPNP dengan mengangkat tema “Bahaya Pornografi bagi Perkembangan Otak Anak”.

Juniifer menjelaskan faktor penyebab terkena pornografi, di antaranya pola asuh yang keliru, terpengaruh teman, penasaran dan tidak sengaja ketika mengakses internet. Ciri ciri anak kecanduan menurut Junifer antara lain sering gugup, tidak mau lepas dari gadgetnya, menyendiri, cemas rahasianya terbongkar dan sebagainya.

Apa bahayanya pornografi bagi perkembangan otak anak? Junifer menjabarkan bahwa di antaranya akan merusak otak anak, kecanduan, keinginan mencoba dan meniru, melakukan tindak seksual dan merusak mental. Sedangkan peran orang tua untuk mengatasi hal tersebut yaitu dampingi anak, memasang aplikasi pengaman, menempatkan komputer di ruang keluarga, dan memberikan pendidikan seks sesuai dengan perkembangan usianya.

Ribka Priskila Rompis SSos seorang Penari dan Entertainer mengakhiri acara webinar dengan memberikan kesimpulan hasil webinar dari tema yang sudah diangkat oleh para narasumber antara lain semua orang bisa melakukan hal yang positif, kreatif, dan menjaga keamanan akun kita asal ada kemauan, jangan meninggalkan rekam jejak kita yang negatif di dunia maya dengan selalu membuat hal yang positif, menjaga akun melalui kekuatan password, menghapus aplikasi yang tidak perlu, selalu update antivirus.

Untuk menyuarakan pendapat harus mempertimbangkan segala hal sebelum berkomentar, santun dan jangan membuat opini yang menjadi perpecahan, terakhir adalah peran orang tua sangat penting dalam menjaga anaknya agar terhindar dari pornografi karena sangat berbahaya bagi perkembangan otak anak. (rel/md)

iklanpemko
iklanpemko
iklanpemko

Most Read

Artikel Terbaru

/