alexametrics
26.8 C
Medan
Friday, August 19, 2022

iklanpemko
iklanpemko

Bupati Minta Aktifitas Tambang Tanpa Izin Dihentikan

iklan-usi

MADINA, METRODAILY.id – Bupati Mandailing Natal HM Jakfar Sukhairi Nasution meminta kepada para penambang yang ada di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Batang Natal agar menghentikan seluruh aktifitasnya dari kegiatan Pertambangan Tanpa Izin (PETI) karena sudah merusak lingkungan.

Permintaan tersebut disampaikan bupati di Desa Ampung Siala Kecamatan Batang Natal, beberapa hari lalu. Disela-sela kunjungannya ke sejumlah daerah di wilayah Pantai Barat itu, bupati juga sempat melihat secara dekat aktivitas tambang yang dilakukan penambang. Bahkan, bupati langsung turun ke lokasi tambang untuk mengingatkan penambang agar menghentikan seluruh aktifitasnya.

Menurut bupati, kegiatan tambang menggunakan alat berat tersebut merupakan ancaman bagi anak cucu karena mewariskan kerusakan alam. “Kegiatan ini bukan sekadar cari nafkah, melainkan sudah mencari kekayaan, namun merugikan masyarakat luas,” ujarnya.

Dari pantauan di lokasi, daerah aliran sungai pada Desa Ampung Siala terlihat porak poranda akibat aktivitas tambang yang menggunakan alat berat.

Dari informasi yang dihimpun, praktik tambang emas ilegal di sepanjang sungai Batang Natal, Kecamatan Batang Natal, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) sudah berlangsung selama lima tahun.

Baca Juga :  Gudang Penyimpanan Barang Terbakar di Sibolga

Hingga saat ini aktifitas PETI tersebut dinilai belum tersentuh hukum, padahal dampaknya telah meresahkan semua pihak, khususnya para warga beberapa desa yang bermukim di sepanjang bantaran sungai Batang Natal tersebut.

Keruhnya air sungai akibat aktifitas pertambangan ilegal itu dapat terlihat mulai dari Kecamatan Lingga Bayu sampai ke Muara Sungai Batang Natal, tepatnya di Desa Natal Kecamatan Natal.

Warga yang bermukim di bantaran hilir sungai Batang Natal mengaku sudah sangat menderita akibat praktik tambang ilegal yang dilakukan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

Warga mengaku air sungai tidak lagi dimanfaatkan secara maksimal lagi seperti sedia kala karena kondisi sungai saat ini telah keruh dan berbau sehingga tidak layak untuk dikonsumsi lagi.

Desakan penyelesaian pencemaran lingkungan akibat tambang emas ilegal ini juga pernah disampaikan Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi saat melantik M Jakfar Sukhairi Nasution dan Atika Azmi Utammi Nasution sebagai Bupati dan Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina). (ant)

MADINA, METRODAILY.id – Bupati Mandailing Natal HM Jakfar Sukhairi Nasution meminta kepada para penambang yang ada di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Batang Natal agar menghentikan seluruh aktifitasnya dari kegiatan Pertambangan Tanpa Izin (PETI) karena sudah merusak lingkungan.

Permintaan tersebut disampaikan bupati di Desa Ampung Siala Kecamatan Batang Natal, beberapa hari lalu. Disela-sela kunjungannya ke sejumlah daerah di wilayah Pantai Barat itu, bupati juga sempat melihat secara dekat aktivitas tambang yang dilakukan penambang. Bahkan, bupati langsung turun ke lokasi tambang untuk mengingatkan penambang agar menghentikan seluruh aktifitasnya.

Menurut bupati, kegiatan tambang menggunakan alat berat tersebut merupakan ancaman bagi anak cucu karena mewariskan kerusakan alam. “Kegiatan ini bukan sekadar cari nafkah, melainkan sudah mencari kekayaan, namun merugikan masyarakat luas,” ujarnya.

Dari pantauan di lokasi, daerah aliran sungai pada Desa Ampung Siala terlihat porak poranda akibat aktivitas tambang yang menggunakan alat berat.

Dari informasi yang dihimpun, praktik tambang emas ilegal di sepanjang sungai Batang Natal, Kecamatan Batang Natal, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) sudah berlangsung selama lima tahun.

Baca Juga :  Polres Sibolga Gandeng STIKes Nauli Husada Sukseskan Vaksinasi

Hingga saat ini aktifitas PETI tersebut dinilai belum tersentuh hukum, padahal dampaknya telah meresahkan semua pihak, khususnya para warga beberapa desa yang bermukim di sepanjang bantaran sungai Batang Natal tersebut.

Keruhnya air sungai akibat aktifitas pertambangan ilegal itu dapat terlihat mulai dari Kecamatan Lingga Bayu sampai ke Muara Sungai Batang Natal, tepatnya di Desa Natal Kecamatan Natal.

Warga yang bermukim di bantaran hilir sungai Batang Natal mengaku sudah sangat menderita akibat praktik tambang ilegal yang dilakukan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

Warga mengaku air sungai tidak lagi dimanfaatkan secara maksimal lagi seperti sedia kala karena kondisi sungai saat ini telah keruh dan berbau sehingga tidak layak untuk dikonsumsi lagi.

Desakan penyelesaian pencemaran lingkungan akibat tambang emas ilegal ini juga pernah disampaikan Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi saat melantik M Jakfar Sukhairi Nasution dan Atika Azmi Utammi Nasution sebagai Bupati dan Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina). (ant)

iklanpemko
iklanpemko
iklanpemko

Most Read

Artikel Terbaru

/