alexametrics
25.6 C
Medan
Tuesday, August 16, 2022

iklanpemko
iklanpemko

Pesta Nikah Anak Mantan Pejabat Dibubarkan

iklan-usi

SIANTAR, METRODAILY.id – Pesta pernikahan anak mantan pejabat di Jalan Siatas Barita, Kelurahan Tomuan, Kecamatan Siantar TImur, Kota Pematangsiantar dibubarkan Satgas Penanganan Covid-19, Jumat (10/9). Penyebabnya, meski PPKM di Kota Pematangsiantar sudah Level 3, namun pesta masih dilarang.

Tampak, satu per satu tamu undangan berdatangan. Bahkan mobil dan sepedamotor berjejer di lokasi parkir. Ditambah pedagang semakin membuat lokasi pesta semakin ramai.

Melihat itu, Camat Siantar Timur Saiful Rizal bersama Tim Satgas Kecamatan mendatangi lokasi pesta. Namun pesta masih tetap berjalan seperti biasa. Bahkan salah seorang Tim Satgas sempat ribut dengan salah seorang keluarga pemilik pesta. Ia tidak terima karena Tim Satgas mengatakan jumlah tamu sudah membludak.

Selanjutnya, camat menghubungi Bhabinkamtibmas Polsek Siantar Timur serta Satpol PP. Tak butuh waktu lama, mereka datang.
Selain menemui pemilik pesta, Satpol PP yang datang mengendarai dua unit mobil patroli beranggotakan belasan turut memerintahkan tamu undangan segera membubarkan diri dan tidak boleh kembali ke lokasi pesta.

Baca Juga :  Satgas Covid-19 Asahan Akan Terbitkan Himbauan Bersama Kegiatan PPKM Level 3

Salah seorang satu keluarga pemilik pesta tidak terima. Kepada Satpol PP, dia mengaku sebagai Tim Satgas Provinsi Sumut. Namun perkataannya itu tak berlaku bagi Satpol dan Tim Satgas.

Pembubaran tamu undangan dilakukan sembari meminta pemilik pesta menyusun kursi yang sempat dijajarkan. Setelah itu, Satpol PP meminta kepada pemilik pesta untuk tidak melanjutkan acara.

Camat Siantar Timur Saiful Rizal yang dikonfirmasi mengaku, sebelumnya pemilik acara pesta yang merupakan pensiunan PNS telah meminta izin menggelar pesta kepadanya. Namun, karena dilarang, Saiful mengatakan acara bisa digelar dengan tamu terbatas.

“Sudah dua kali mereka gagal pesta. Kalau dilihat sisi kemanusiaan, kasihan. Tapi karena ini perintah, kami bilang sama mereka acara digelar biasa saja. Jumlah undangan kalau bisa sedikit, nggak pakai teratak, itu kita sampaikan,” terangnya.

Sebelumnya, Wali Kota Pematangsiantar Hefriansyah di sela rapat koordinasi dengan Forkompinda di Ruang Serbaguna Bappeda, Selasa (7/9) sore mengatakan terkait pesta, sementara masih ditiadakan hingga 30 September 2021. (mat)

SIANTAR, METRODAILY.id – Pesta pernikahan anak mantan pejabat di Jalan Siatas Barita, Kelurahan Tomuan, Kecamatan Siantar TImur, Kota Pematangsiantar dibubarkan Satgas Penanganan Covid-19, Jumat (10/9). Penyebabnya, meski PPKM di Kota Pematangsiantar sudah Level 3, namun pesta masih dilarang.

Tampak, satu per satu tamu undangan berdatangan. Bahkan mobil dan sepedamotor berjejer di lokasi parkir. Ditambah pedagang semakin membuat lokasi pesta semakin ramai.

Melihat itu, Camat Siantar Timur Saiful Rizal bersama Tim Satgas Kecamatan mendatangi lokasi pesta. Namun pesta masih tetap berjalan seperti biasa. Bahkan salah seorang Tim Satgas sempat ribut dengan salah seorang keluarga pemilik pesta. Ia tidak terima karena Tim Satgas mengatakan jumlah tamu sudah membludak.

Selanjutnya, camat menghubungi Bhabinkamtibmas Polsek Siantar Timur serta Satpol PP. Tak butuh waktu lama, mereka datang.
Selain menemui pemilik pesta, Satpol PP yang datang mengendarai dua unit mobil patroli beranggotakan belasan turut memerintahkan tamu undangan segera membubarkan diri dan tidak boleh kembali ke lokasi pesta.

Baca Juga :  Kapolsek Bilah Hilir Bantu Pembangunan Musholla Al-Hidayah

Salah seorang satu keluarga pemilik pesta tidak terima. Kepada Satpol PP, dia mengaku sebagai Tim Satgas Provinsi Sumut. Namun perkataannya itu tak berlaku bagi Satpol dan Tim Satgas.

Pembubaran tamu undangan dilakukan sembari meminta pemilik pesta menyusun kursi yang sempat dijajarkan. Setelah itu, Satpol PP meminta kepada pemilik pesta untuk tidak melanjutkan acara.

Camat Siantar Timur Saiful Rizal yang dikonfirmasi mengaku, sebelumnya pemilik acara pesta yang merupakan pensiunan PNS telah meminta izin menggelar pesta kepadanya. Namun, karena dilarang, Saiful mengatakan acara bisa digelar dengan tamu terbatas.

“Sudah dua kali mereka gagal pesta. Kalau dilihat sisi kemanusiaan, kasihan. Tapi karena ini perintah, kami bilang sama mereka acara digelar biasa saja. Jumlah undangan kalau bisa sedikit, nggak pakai teratak, itu kita sampaikan,” terangnya.

Sebelumnya, Wali Kota Pematangsiantar Hefriansyah di sela rapat koordinasi dengan Forkompinda di Ruang Serbaguna Bappeda, Selasa (7/9) sore mengatakan terkait pesta, sementara masih ditiadakan hingga 30 September 2021. (mat)

iklanpemko
iklanpemko
iklanpemko

Most Read

Artikel Terbaru

/