alexametrics
31.7 C
Medan
Thursday, August 11, 2022

iklanpemko
iklanpemko

Gempa M 5,2 Paluta Bikin Dinding Rumah Retak di Tapteng

TAPTENG, METRODAILY.id – Gempa bumi 5,2 SR mengguncang Tapanuli Tengah (Tapteng) dan Padanglawas Utara (Paluta) mengakibatkan rumah-rumah warga rusak.

BMKG Sumatera Utara menyebutkan, di Aek Godang, Batang Toru dan Padangsidimpuan guncangan mencapai skala intensitas IV-V MMI yang dirasakan oleh semua penduduk, bahkan banyak warga yang berlari berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.

Gempa ini juga dirasakan di Tapanuli Tengah dan Padang Lawas dalam skala intensitas II-III MMI.

Gempa ini menimbulkan retak-retak pada dinding rumah warga, seperti yang terjadi di Komplek Perumahan Bandara Aek Godang dan bangunan Pondok Pesantren Nurul Falah, Panompuan.

Gempa ini diawali dengan gempa pembuka. Sebelum terjadi gempa dengan magnitudo 5,2, sebelumnya BMKG mencatat adanya aktivitas gempa pendahuluan (foreshock) pada pukul 12.16 WIB dengan magnitudo 3,4.

Kemudian terjadi gempa susulan dan hingga pukul 15.00 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan telah terjadi gempa susulan (aftershock) sebanyak 2 kali pada pukul 12.31 WIB dengan magnitudo 3,1 dan pada pukul 13.47 WIB dengan magnitudo 2,2.

Gempa tektonik ini memiliki magnitudo (update) 5,2 pada hari Rabu, 11 Agustus 2021 siang hari pada pukul 12.19.06 WIB. Pusat gempa berada di darat dengan Episenter terletak pada koordinat 1,41° Lintang Utara dan 99,41° Bujur Timur, tepatnya di darat pada jarak 16 km arah timur Padangsidempuan dengan kedalaman 15 km.

Baca Juga :  Oknum Kepala SMKN Dilaporkan ke Kejari Sibolga

Gempa ini merupakan jenis gempa kerak dangkal. Gempa ini dikenal sebagai “shallow crustal earthquake” akibat dipicu aktivitas sesar aktif yaitu Sesar Besar Sumatera (The Great Sumatra Fault Zone) tepatnya pada Segmen Toru. Gempa dipicu sesar geser dan hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa ini memiliki mekanisme pergerakan mendatar/geser menganan (dextral strike slip fault).

Wilayah yang dilanda gempa ini dikenal sebagai kawasan rawan gempa. Hal ini karena wilayahnya yang berada pada jalur Segmen Toru yang memiliki tingkat seismisitas yang aktif dengan laju geser sesar mencapai 9 milimeter per tahun.

Beberapa kali di wilayah ini pernah terjadi gempa kuat dan merusak. Di wilayah ini berdasarkan sejarah gempa pernah terjadi gempa kuat dan merusak pada masa lalu yaitu pada tahun 1916 (M6,8), 1921 (M7,0), 1984 (M6,4) dan 1987 (M6,6). (trc)

TAPTENG, METRODAILY.id – Gempa bumi 5,2 SR mengguncang Tapanuli Tengah (Tapteng) dan Padanglawas Utara (Paluta) mengakibatkan rumah-rumah warga rusak.

BMKG Sumatera Utara menyebutkan, di Aek Godang, Batang Toru dan Padangsidimpuan guncangan mencapai skala intensitas IV-V MMI yang dirasakan oleh semua penduduk, bahkan banyak warga yang berlari berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.

Gempa ini juga dirasakan di Tapanuli Tengah dan Padang Lawas dalam skala intensitas II-III MMI.

Gempa ini menimbulkan retak-retak pada dinding rumah warga, seperti yang terjadi di Komplek Perumahan Bandara Aek Godang dan bangunan Pondok Pesantren Nurul Falah, Panompuan.

Gempa ini diawali dengan gempa pembuka. Sebelum terjadi gempa dengan magnitudo 5,2, sebelumnya BMKG mencatat adanya aktivitas gempa pendahuluan (foreshock) pada pukul 12.16 WIB dengan magnitudo 3,4.

Kemudian terjadi gempa susulan dan hingga pukul 15.00 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan telah terjadi gempa susulan (aftershock) sebanyak 2 kali pada pukul 12.31 WIB dengan magnitudo 3,1 dan pada pukul 13.47 WIB dengan magnitudo 2,2.

Gempa tektonik ini memiliki magnitudo (update) 5,2 pada hari Rabu, 11 Agustus 2021 siang hari pada pukul 12.19.06 WIB. Pusat gempa berada di darat dengan Episenter terletak pada koordinat 1,41° Lintang Utara dan 99,41° Bujur Timur, tepatnya di darat pada jarak 16 km arah timur Padangsidempuan dengan kedalaman 15 km.

Baca Juga :  Wali Kota Sidempuan: Jurnalis Perlu Check and Balance

Gempa ini merupakan jenis gempa kerak dangkal. Gempa ini dikenal sebagai “shallow crustal earthquake” akibat dipicu aktivitas sesar aktif yaitu Sesar Besar Sumatera (The Great Sumatra Fault Zone) tepatnya pada Segmen Toru. Gempa dipicu sesar geser dan hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa ini memiliki mekanisme pergerakan mendatar/geser menganan (dextral strike slip fault).

Wilayah yang dilanda gempa ini dikenal sebagai kawasan rawan gempa. Hal ini karena wilayahnya yang berada pada jalur Segmen Toru yang memiliki tingkat seismisitas yang aktif dengan laju geser sesar mencapai 9 milimeter per tahun.

Beberapa kali di wilayah ini pernah terjadi gempa kuat dan merusak. Di wilayah ini berdasarkan sejarah gempa pernah terjadi gempa kuat dan merusak pada masa lalu yaitu pada tahun 1916 (M6,8), 1921 (M7,0), 1984 (M6,4) dan 1987 (M6,6). (trc)

iklan-usi
iklanpemko
iklanpemko
iklan-usi

Most Read

Artikel Terbaru

/