alexametrics
27 C
Medan
Tuesday, August 9, 2022

iklanpemko

Ayah Gagahi Putri Kandung Berkali-kali

HUMBAHAS, METRODAILY– Entah setan apa yang merasuki GT, seorang ayah yang tega menggagahi putri kandungnya yang masih dibawah umur. Pria berusia 40 tahun yang tinggal di Desa Sionom Hudon (Sion) Tonga, Kecamatan Parlilitan, Humbahas tersebut bahkan telah melakukan aksi bejatnya berkali-kali.

Sebut saja Bunga (Nama samaran, red), korban yang baru berusia dua belas tahun telah disetubuhi oleh pelaku hingga sepuluh kali. Tidak tahan dengan perlakuan bejat sang ayah, akhirnya korban mengadu kepada ibunya yang menurut informasi telah bercerai dan tinggal di Kabupaten Pak-Pak Barat.

Setelah mendengar keterangan putrinya, ibu korban melaporkan pelaku ke Polres Humbang Hasundutan. Pelaku kemudian ditangkap dan digelandang ke Mapolres untuk mempertanggungjawabkan perbuatan amoralnya, Rabu (11/5).

Kapolres Humbahas, AKBP Achmad Muhaimin SIK MH melalui Kasubbag Humas Aipda Syawal Lolo Bako menjelaskanbahwa korban datang ke tempat tinggal ibunya di Desa Pardomuan Laembulan, Kecamatan Sitolu Tali Urang Julu, Kabupaten Pak-Pak Bharat, Minggu (1/5) lalu sekira pukul 08.00 Wib. Sambil menangis korban menceritakan kepada ibunya bahwa ia telah disetubuhi oleh ayahnya sepuluh kali di rumah orang tua pelaku di Desa Sionom Hudon Tonga, Parlilitan. Mengetahui hal tersebut kemudian ibu korban mendatangi Polres Humbahas dan membuat laporan pengaduan.

“Selanjutnya, Sat Reskrim Polres Humbahas pada hari Rabu tanggal 11 Mei 2022, sekitar pukul18.30 Wib berhasil melakukan penangkapan terhadap GT di gubuk perladangan di Desa Sionom Hudon Tonga, Parlilitan dipimpin oleh Kasat Reskrim Polres Humbahas IPTU Master Purba Tanjung bersama dengan Tim Opsnal Sat Reskrim Polres Humbahas dan Personil Polsek Parlilitan. Kemudian tersangka diamankan dan dibawa ke Polres Humbahas untuk proses lebih lanjut,” ujar Syawal Lolo, Jumat (13/5).

Baca Juga :  Kapolres Humbahas Resmikan Kampung Tangguh di Desa Siambaton Pakkat

Berdasarkan keterangan tersangka, melakukan hal tersebut karena sering dipengaruhi minuman alkohol sampai mabuk.

Kepada pelaku dikenakan pasal 76 D Yo Pasal 81 ayat (1) Yo Pasal 81 ayat (3) UU RI Nomor 35 tahum lln 2014 tentang perubahan atas UU RI Nomor 23 tahun 2022 tentang Perlindungan Anak. “Dan telah dilakukan penahahan di Rutan Polres Humbahas,” imbuhnya.

Tersangka dipidana terancam penjara paling singkat lima tahun dan paling lama lima belas tahun dan denda paling banyak Rp.5.000.000.000,- (lima miliar rupiah) dan karena dilakukan oleh orang tuanya sendiri maka pidananya ditambah sepertiga dari ancaman pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

Sementara itu, Kepala Desa Sionom Hudon Tonga Sahat Hasugian kepada New Tapanuli menyebutkan bahwa GT secara statistik bukan warga Sionom Hudon Tonga. Keluarga GT baru datang ke desanya sekitar pertengahan tahun 2021 lalu. “Mereka datang sekitar tahun 2021 lalu dan tinggal di rumah orangtuanya. Orangtuanya memang warga di sini, tetapi mereka belum warga kita.,” kata Sahat sembari menunjukkan foto kartu keluarga GT.

Sahat juga menambahkan, semenjak tinggal di desanya, keluarga GT tergolong yang tertutup, sehingga tidak ada warga yang tau keadaan keluarga itu. “Tidak banya yang kita tau tentang mereka. Semenjak dia bersama anaknya tinggal di sini, mereka sangat tertutup. Subuh sudah berangkat ke ladang dan pulang setelah gelap,” terang Sahat. (Sht)

HUMBAHAS, METRODAILY– Entah setan apa yang merasuki GT, seorang ayah yang tega menggagahi putri kandungnya yang masih dibawah umur. Pria berusia 40 tahun yang tinggal di Desa Sionom Hudon (Sion) Tonga, Kecamatan Parlilitan, Humbahas tersebut bahkan telah melakukan aksi bejatnya berkali-kali.

Sebut saja Bunga (Nama samaran, red), korban yang baru berusia dua belas tahun telah disetubuhi oleh pelaku hingga sepuluh kali. Tidak tahan dengan perlakuan bejat sang ayah, akhirnya korban mengadu kepada ibunya yang menurut informasi telah bercerai dan tinggal di Kabupaten Pak-Pak Barat.

Setelah mendengar keterangan putrinya, ibu korban melaporkan pelaku ke Polres Humbang Hasundutan. Pelaku kemudian ditangkap dan digelandang ke Mapolres untuk mempertanggungjawabkan perbuatan amoralnya, Rabu (11/5).

Kapolres Humbahas, AKBP Achmad Muhaimin SIK MH melalui Kasubbag Humas Aipda Syawal Lolo Bako menjelaskanbahwa korban datang ke tempat tinggal ibunya di Desa Pardomuan Laembulan, Kecamatan Sitolu Tali Urang Julu, Kabupaten Pak-Pak Bharat, Minggu (1/5) lalu sekira pukul 08.00 Wib. Sambil menangis korban menceritakan kepada ibunya bahwa ia telah disetubuhi oleh ayahnya sepuluh kali di rumah orang tua pelaku di Desa Sionom Hudon Tonga, Parlilitan. Mengetahui hal tersebut kemudian ibu korban mendatangi Polres Humbahas dan membuat laporan pengaduan.

“Selanjutnya, Sat Reskrim Polres Humbahas pada hari Rabu tanggal 11 Mei 2022, sekitar pukul18.30 Wib berhasil melakukan penangkapan terhadap GT di gubuk perladangan di Desa Sionom Hudon Tonga, Parlilitan dipimpin oleh Kasat Reskrim Polres Humbahas IPTU Master Purba Tanjung bersama dengan Tim Opsnal Sat Reskrim Polres Humbahas dan Personil Polsek Parlilitan. Kemudian tersangka diamankan dan dibawa ke Polres Humbahas untuk proses lebih lanjut,” ujar Syawal Lolo, Jumat (13/5).

Baca Juga :  Guru di Humbahas Ikut Pelatihan SCL dari IT DEL

Berdasarkan keterangan tersangka, melakukan hal tersebut karena sering dipengaruhi minuman alkohol sampai mabuk.

Kepada pelaku dikenakan pasal 76 D Yo Pasal 81 ayat (1) Yo Pasal 81 ayat (3) UU RI Nomor 35 tahum lln 2014 tentang perubahan atas UU RI Nomor 23 tahun 2022 tentang Perlindungan Anak. “Dan telah dilakukan penahahan di Rutan Polres Humbahas,” imbuhnya.

Tersangka dipidana terancam penjara paling singkat lima tahun dan paling lama lima belas tahun dan denda paling banyak Rp.5.000.000.000,- (lima miliar rupiah) dan karena dilakukan oleh orang tuanya sendiri maka pidananya ditambah sepertiga dari ancaman pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

Sementara itu, Kepala Desa Sionom Hudon Tonga Sahat Hasugian kepada New Tapanuli menyebutkan bahwa GT secara statistik bukan warga Sionom Hudon Tonga. Keluarga GT baru datang ke desanya sekitar pertengahan tahun 2021 lalu. “Mereka datang sekitar tahun 2021 lalu dan tinggal di rumah orangtuanya. Orangtuanya memang warga di sini, tetapi mereka belum warga kita.,” kata Sahat sembari menunjukkan foto kartu keluarga GT.

Sahat juga menambahkan, semenjak tinggal di desanya, keluarga GT tergolong yang tertutup, sehingga tidak ada warga yang tau keadaan keluarga itu. “Tidak banya yang kita tau tentang mereka. Semenjak dia bersama anaknya tinggal di sini, mereka sangat tertutup. Subuh sudah berangkat ke ladang dan pulang setelah gelap,” terang Sahat. (Sht)

iklan-usi
iklanpemko
iklan-usi

Most Read

Artikel Terbaru

/