alexametrics
31.7 C
Medan
Monday, August 15, 2022

iklanpemko
iklanpemko

BI Lirik Program Panai Natural dan Historical Park Labuhanbatu 

iklan-usi

RANTAU, METRODAILY.id – Program Panai Natural dan Historical Park Labuhanbatu menjadi harapan baru bagi perkembangan daerah khususnya di sektor wisata kawasan pantai.

Salah satu program strategis Labuhanbatu itu ada diposisi pertama dari lima daftar daerah dalam Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) Bank Indonesia (BI) dan kemudian disusul oleh Medan, Binjai, Siantar dan Karo.

Kepala Bappeda Labuhanbatu, Hobol Rangkuti, Kamis (12/8) kepada wartawan menjelaskan, secara garis besar salah satu programnya yaitu pengembangan kawasan pariwisata terpadu.

Kawasan wisata terpadu tersebut antara kota tua Labuhanbilik dan Pulau Sikantan di Kecamatan Panai Tengah dan waisata Pantai Alam Lestari ( Kahona ) dan hutan mangrove di Desa Sei Tawar di Panai Hilir.

Salah satu pendukung yang mengintegrasikan beberapa kawasan tersebut yakni melalui pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan yang dikemas dengan menarik sehingga akan menjadi salah satu ikon terbaik di Labuhanbatu khusunya di wilayah pantai.

Baca Juga :  28 Napi Rutan Tarutung Peroleh Asimilasi

Tidak tanggung, program strategis ini ditargetkan menjadi salah satu pesaing destinasi wisata tingkat nasional yang akan menarik wisatawan dalam dan luar negeri.

Kekayaan alam, sumberdaya manusia, dan beragam khas kuliner serta kekayaan budaya Labuhanbatu menjadi salah satu materi yang akan mendongkrak tercapainya target pembangunan program kebanggaan Labuhanbatu tersebut.

Sehingga, program ini otomatis akan menjadi pompa meningkatkan perekonomian, taraf hidup masyarakat dan pendapatan Kabupaten Labuhanbatu.

Dari penyajian yang menarik serta target – target yang realistis dari program Panai Natural dan Historical Park Labuhanbatu menarik itu berhasi perhatian BI dan menempatkan Labuhanbatu di urutan pertama.

“Dalam Final ini Labuhanbatu urutan pertama, dalan bentuk kerja sama, PKBU Perjanjian Kerja Sama Badan Usaha yang dihunjuk BI dan Pemkab akan cicil, 30 sampai 50 tahun. Dan itu sesuai dengan penilaian kelayakan program,” pungkasnya. (zas)

RANTAU, METRODAILY.id – Program Panai Natural dan Historical Park Labuhanbatu menjadi harapan baru bagi perkembangan daerah khususnya di sektor wisata kawasan pantai.

Salah satu program strategis Labuhanbatu itu ada diposisi pertama dari lima daftar daerah dalam Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) Bank Indonesia (BI) dan kemudian disusul oleh Medan, Binjai, Siantar dan Karo.

Kepala Bappeda Labuhanbatu, Hobol Rangkuti, Kamis (12/8) kepada wartawan menjelaskan, secara garis besar salah satu programnya yaitu pengembangan kawasan pariwisata terpadu.

Kawasan wisata terpadu tersebut antara kota tua Labuhanbilik dan Pulau Sikantan di Kecamatan Panai Tengah dan waisata Pantai Alam Lestari ( Kahona ) dan hutan mangrove di Desa Sei Tawar di Panai Hilir.

Salah satu pendukung yang mengintegrasikan beberapa kawasan tersebut yakni melalui pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan yang dikemas dengan menarik sehingga akan menjadi salah satu ikon terbaik di Labuhanbatu khusunya di wilayah pantai.

Baca Juga :  Masuk Mako Polres Tanjungbalai, Wajib Scan Barcode Peduli Lindungi

Tidak tanggung, program strategis ini ditargetkan menjadi salah satu pesaing destinasi wisata tingkat nasional yang akan menarik wisatawan dalam dan luar negeri.

Kekayaan alam, sumberdaya manusia, dan beragam khas kuliner serta kekayaan budaya Labuhanbatu menjadi salah satu materi yang akan mendongkrak tercapainya target pembangunan program kebanggaan Labuhanbatu tersebut.

Sehingga, program ini otomatis akan menjadi pompa meningkatkan perekonomian, taraf hidup masyarakat dan pendapatan Kabupaten Labuhanbatu.

Dari penyajian yang menarik serta target – target yang realistis dari program Panai Natural dan Historical Park Labuhanbatu menarik itu berhasi perhatian BI dan menempatkan Labuhanbatu di urutan pertama.

“Dalam Final ini Labuhanbatu urutan pertama, dalan bentuk kerja sama, PKBU Perjanjian Kerja Sama Badan Usaha yang dihunjuk BI dan Pemkab akan cicil, 30 sampai 50 tahun. Dan itu sesuai dengan penilaian kelayakan program,” pungkasnya. (zas)

iklanpemko
iklanpemko
iklanpemko

Most Read

Artikel Terbaru

Arsenal Bantai Leicester

Inter Menang Tipis Atas Lecce

Awal Manis Milan

PSG Pesta Gol

City Benamkan Bournemouth

/