alexametrics
22.8 C
Medan
Friday, August 19, 2022

iklanpemko
iklanpemko

Seorang Warga Sibabangun Positif Covid-19

iklan-usi

SIBABANGUN, METRODAILY.id – Seorang warga Kelurahan Sibabangun, Kecamatan Sibabangun, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), terpapar Covid-19. Satgas Covid-19 Kecamatan Sibabangun langsung melakukan upaya penguatan PPKM (Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) Mikro dan 3T (Testing, Tracing dan Treatment).

Disebut-sebut, warga yang terpapar berinisial MTT (61), saat ini sedang menjalani perawatan di RS FL Tobing Kota Sibolga. Dari hasil pemeriksaan qRT-PCR COVID-19 yang dikeluarkan Laboratorium Biomedik (Riset Terpadu)  Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, MTT dinyatakan positif Covid-19.

“Ia benar, salah satu warga Sibabangun terpapar Covid-19. Membatasi rantai penularan virus corona tersebut, kita telah melakukan upaya 3T. Salah satunya penyemprotan disinfektan di rumah saudara MTT dan upaya isolasi mandiri terhadap keluarga,” kata Kapolsek Sibabangun, IPTU Dela Antomi SH, Jumat (9/7).

Dela mengatakan, kebijakan 3T yang dilakukan sesuai dengan Kepmenkes Nomor HK.  01.07/menkes/413/2020, Tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease 2019. Kepmenkes tersebut juga menekankan konsentrasi memassifkan 3T, yakni testing, tracing, dan treatment. 3T menjadi kunci menurunkan angka kasus positif dan menurunkan angka fatalitas yang disebabkan  Covid-19.

Baca Juga :  Sidimpuan Diperpanjang PPKM Hingga 12 Juli

“Upaya 3T adalah salah satu upaya utama penanganan Covid-19. Mari dukung upaya 3T ini dengan bersedia melakukannya. Selain itu, terus disiplin 5M (memakai masker dengan benar, menjaga jarak dan hindari kerumunan, mencuci tangan pakai sabun dengan rutin,mengurangi mobilitas), dan siap divaksinasi saat vaksin siap,” imbuhnya.

Terkait upaya penguatan PPKM Mikro, Dela menyebutkan, pembatasan kegiatan masyarakat yang lebih ketat menjadi prioritas utama. Salah satunya mengurangi potensi kerumunan pada kegiatan seni, budaya dan sosial kemasyarakatan, termasuk pelaksaan akad nikah dan pemberkatakan di gereja, yang diperbolehkan tanpa ada hidangan makanan dan minuman.

“PPKM Mikro ini meliputi pembatasan aktivitas masyarakat yang lebih ketat dari yang selama ini sudah berlaku,” pungkasnya. (tim) 

SIBABANGUN, METRODAILY.id – Seorang warga Kelurahan Sibabangun, Kecamatan Sibabangun, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), terpapar Covid-19. Satgas Covid-19 Kecamatan Sibabangun langsung melakukan upaya penguatan PPKM (Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) Mikro dan 3T (Testing, Tracing dan Treatment).

Disebut-sebut, warga yang terpapar berinisial MTT (61), saat ini sedang menjalani perawatan di RS FL Tobing Kota Sibolga. Dari hasil pemeriksaan qRT-PCR COVID-19 yang dikeluarkan Laboratorium Biomedik (Riset Terpadu)  Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, MTT dinyatakan positif Covid-19.

“Ia benar, salah satu warga Sibabangun terpapar Covid-19. Membatasi rantai penularan virus corona tersebut, kita telah melakukan upaya 3T. Salah satunya penyemprotan disinfektan di rumah saudara MTT dan upaya isolasi mandiri terhadap keluarga,” kata Kapolsek Sibabangun, IPTU Dela Antomi SH, Jumat (9/7).

Dela mengatakan, kebijakan 3T yang dilakukan sesuai dengan Kepmenkes Nomor HK.  01.07/menkes/413/2020, Tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease 2019. Kepmenkes tersebut juga menekankan konsentrasi memassifkan 3T, yakni testing, tracing, dan treatment. 3T menjadi kunci menurunkan angka kasus positif dan menurunkan angka fatalitas yang disebabkan  Covid-19.

Baca Juga :  Labusel Hibahkan Lahan 5.000 Meter untuk Kantor Samsat

“Upaya 3T adalah salah satu upaya utama penanganan Covid-19. Mari dukung upaya 3T ini dengan bersedia melakukannya. Selain itu, terus disiplin 5M (memakai masker dengan benar, menjaga jarak dan hindari kerumunan, mencuci tangan pakai sabun dengan rutin,mengurangi mobilitas), dan siap divaksinasi saat vaksin siap,” imbuhnya.

Terkait upaya penguatan PPKM Mikro, Dela menyebutkan, pembatasan kegiatan masyarakat yang lebih ketat menjadi prioritas utama. Salah satunya mengurangi potensi kerumunan pada kegiatan seni, budaya dan sosial kemasyarakatan, termasuk pelaksaan akad nikah dan pemberkatakan di gereja, yang diperbolehkan tanpa ada hidangan makanan dan minuman.

“PPKM Mikro ini meliputi pembatasan aktivitas masyarakat yang lebih ketat dari yang selama ini sudah berlaku,” pungkasnya. (tim) 

iklanpemko
iklanpemko
iklanpemko

Most Read

Artikel Terbaru

/