alexametrics
27.5 C
Medan
Thursday, August 18, 2022

iklanpemko
iklanpemko

Girsang Sipangan Bolon Zona Merah, Jangan Sampai Turis Enggan ke Parapat

iklan-usi

SIMALUNGUN, METRODAILY.id – Kecamatan Girsang Sipangan Bolon merupakan satu dari dua kecamatan di Kabupaten Simalungun yang termasuk zona merah Covid-19. Kondisi ini harus segera ditangani agar jangan sampai turis enggan datang ke kota turis Parapat yang berada di Kecamatan Girsang Sipangan Bolon.

Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Simalungun Zonny Waldi usai mengikuti Apel Kesiapan Vaksinator tambahan Poldasu bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), secara vitual zoom, di lapangan apel Aspol Polres Simalungun, Sabtu (10/7).

Kata Zonny, di Kabupaten Simalungun dari 32 kecamatan, terdapat dua zona merah yaitu Kecamatan Tanah Jawa dan Girsang Sipangan Bolon. Oleh karena itu diharapkan kepada Satgas Penanganan Covid-19 bersama stakeholder melakukan penguatan-penguatan pengendalian Covid-19, terutama di dua kecamatan ini.

“Untuk dua kecamatan ini, diharapkan tim satgas bersama stakeholder melakukan penguatan-penguatan pengendalian Covid-19 dengan melakukan imbauan kepada masyarakat agar hidup selalu menjalankan protokol kesehatan dan mengutamakan vaksinasi. Apalagi kita ketahui Parapat adalah tujuan pariwisata. Kita tidak mau masyarakat enggan datang ke tempat ini,” kata Zonny.

Diterangkan Zonny, saat ini tenaga vaksinator di 32 kecamatan, baik dari TNI, Polri, dan Pemkab Simalungun sebanyak 426 vaksinator. Sedangkan vaksinator tambahan 40 orang dari Universitas Simalungun (USI). Sehingga seluruhnya 466 tenaga vaksinator untuk melakukan vaksinasi kepada masyarakat,” kata Zonny.

Terkait target vaksinasi di Kabupaten Simalungun, Zonny mengatakan 150 ribu.
“Saat ini kita membutuhkan tambahan vaksin, karena target kita 150 ribu masyarakat. Yang sudah tervaksin baru mencapai 60 persen. Untuk itu diharapkan vaksin ini cepat datang. Kalau vaksinator sudah siap, hanya vaksin yang kita butuhkan,” jelasnya.

Dikatakannya, beberapa waktu lalu Pemkab Simalungun mendapat tambahan vaksin 500 vial atau sekitar 5 ribu dosis yang digunakan untuk suntikan vaksin tahap dua dan juga untuk tahap satu bagi masyarakat yang belum divaksin.

Kepada masyarakat, Zonny mengimbau untuk selalu mengikuti dan menjalankan protokol kesehatan, baik yang telah divaksin maupun yang belum. Hal ini salah satu upaya untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Baca Juga :  P-APBD Tak Disahkan, 40 Paket Proyek Humbahas Tertunda

“Kepada seluruh masyarakat Simalungun diminta harus patuh dan taat menjalankan prokes, baik orang yang sudah divaksin maupun yang belum. Yang sudah divaksin jangan abaikan prokes ini,” tandasnya.

“Mari kita biasakan berprilaku hidup sehat dan teratur, baik pola makan, minum, istirahat dan jangan biasakan tidur larut malam,” lanjut Zonny, sembari mengatakan untuk mencapai target vaksinasi di Simalungun, dibutuhkan 50 ribu dosis vaksin atau sekitar 5 ribu vial.

Tampak hadir, Kapolres Simalungun AKBP Agus Waluyo SIK, Ketua DPRD Simalungun Timbul Jaya Sibarani, mewakil Dandim 0207 Simalungun Kapt ARM Ironi Tampubolon, mewakil Kajari Ratno Pasaribu, Staf Ahli Bupati Akmal Harif Siregar, Sekwan SML Simagunsong, Kadis Kesehatan dr Lidya Saragih, mewakili Administrator KEK Sei Mangke Bob Presly Saragih, Kabag SDA Ramadhan Damanik, tenaga vasilitator tambahan, serta tim medis dari Pemkab dan Polres Simalungun.

Apel Kesiapan Tenaga Vaksinator Tambahan juga digelar di Polres Pematangsiantar, Sabtu (10/7). Kapolres Pematangsiantar AKBP Boy Sutan Binagga Siregar dalam amanatnya yang dibacakan Walikota Pematangsiantar Hefriansyah menyampaikan kesiapan tenaga vaksinator tambahan dalam program vaksinasi massal merupakan tindak lanjut Instruksi Presiden Republik Indonesia Ir Joko Widodo untuk mempercepat penanganan Covid-19 di tanah air, termasuk di Kota Pematangsiantar. Serta memastikan program penanganan Covid-19 berjalan maksimal.

“Kita ketahui bersama, saat ini kita sedang mengalami pandemi Covid-19. Yang telah berjalan hampir 1 tahun 4 bulan sejak kasus pertama Covid-19 diumumkan Presiden RI. Hingga saat ini kondisi penambahan kasus aktif masih terus meningkat secara fluktuatif,” ujarnya.

Ditambahkannya, pemerintah pusat maupun daerah telah melakukan berbagai upaya secara extra ordinary terus dilakukan secara terpadu dalam rangka percepatan penanganan Covid-19 dan untuk mewujudkan percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional. (rel)

SIMALUNGUN, METRODAILY.id – Kecamatan Girsang Sipangan Bolon merupakan satu dari dua kecamatan di Kabupaten Simalungun yang termasuk zona merah Covid-19. Kondisi ini harus segera ditangani agar jangan sampai turis enggan datang ke kota turis Parapat yang berada di Kecamatan Girsang Sipangan Bolon.

Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Simalungun Zonny Waldi usai mengikuti Apel Kesiapan Vaksinator tambahan Poldasu bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), secara vitual zoom, di lapangan apel Aspol Polres Simalungun, Sabtu (10/7).

Kata Zonny, di Kabupaten Simalungun dari 32 kecamatan, terdapat dua zona merah yaitu Kecamatan Tanah Jawa dan Girsang Sipangan Bolon. Oleh karena itu diharapkan kepada Satgas Penanganan Covid-19 bersama stakeholder melakukan penguatan-penguatan pengendalian Covid-19, terutama di dua kecamatan ini.

“Untuk dua kecamatan ini, diharapkan tim satgas bersama stakeholder melakukan penguatan-penguatan pengendalian Covid-19 dengan melakukan imbauan kepada masyarakat agar hidup selalu menjalankan protokol kesehatan dan mengutamakan vaksinasi. Apalagi kita ketahui Parapat adalah tujuan pariwisata. Kita tidak mau masyarakat enggan datang ke tempat ini,” kata Zonny.

Diterangkan Zonny, saat ini tenaga vaksinator di 32 kecamatan, baik dari TNI, Polri, dan Pemkab Simalungun sebanyak 426 vaksinator. Sedangkan vaksinator tambahan 40 orang dari Universitas Simalungun (USI). Sehingga seluruhnya 466 tenaga vaksinator untuk melakukan vaksinasi kepada masyarakat,” kata Zonny.

Terkait target vaksinasi di Kabupaten Simalungun, Zonny mengatakan 150 ribu.
“Saat ini kita membutuhkan tambahan vaksin, karena target kita 150 ribu masyarakat. Yang sudah tervaksin baru mencapai 60 persen. Untuk itu diharapkan vaksin ini cepat datang. Kalau vaksinator sudah siap, hanya vaksin yang kita butuhkan,” jelasnya.

Dikatakannya, beberapa waktu lalu Pemkab Simalungun mendapat tambahan vaksin 500 vial atau sekitar 5 ribu dosis yang digunakan untuk suntikan vaksin tahap dua dan juga untuk tahap satu bagi masyarakat yang belum divaksin.

Kepada masyarakat, Zonny mengimbau untuk selalu mengikuti dan menjalankan protokol kesehatan, baik yang telah divaksin maupun yang belum. Hal ini salah satu upaya untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Baca Juga :  P-APBD Tak Disahkan, 40 Paket Proyek Humbahas Tertunda

“Kepada seluruh masyarakat Simalungun diminta harus patuh dan taat menjalankan prokes, baik orang yang sudah divaksin maupun yang belum. Yang sudah divaksin jangan abaikan prokes ini,” tandasnya.

“Mari kita biasakan berprilaku hidup sehat dan teratur, baik pola makan, minum, istirahat dan jangan biasakan tidur larut malam,” lanjut Zonny, sembari mengatakan untuk mencapai target vaksinasi di Simalungun, dibutuhkan 50 ribu dosis vaksin atau sekitar 5 ribu vial.

Tampak hadir, Kapolres Simalungun AKBP Agus Waluyo SIK, Ketua DPRD Simalungun Timbul Jaya Sibarani, mewakil Dandim 0207 Simalungun Kapt ARM Ironi Tampubolon, mewakil Kajari Ratno Pasaribu, Staf Ahli Bupati Akmal Harif Siregar, Sekwan SML Simagunsong, Kadis Kesehatan dr Lidya Saragih, mewakili Administrator KEK Sei Mangke Bob Presly Saragih, Kabag SDA Ramadhan Damanik, tenaga vasilitator tambahan, serta tim medis dari Pemkab dan Polres Simalungun.

Apel Kesiapan Tenaga Vaksinator Tambahan juga digelar di Polres Pematangsiantar, Sabtu (10/7). Kapolres Pematangsiantar AKBP Boy Sutan Binagga Siregar dalam amanatnya yang dibacakan Walikota Pematangsiantar Hefriansyah menyampaikan kesiapan tenaga vaksinator tambahan dalam program vaksinasi massal merupakan tindak lanjut Instruksi Presiden Republik Indonesia Ir Joko Widodo untuk mempercepat penanganan Covid-19 di tanah air, termasuk di Kota Pematangsiantar. Serta memastikan program penanganan Covid-19 berjalan maksimal.

“Kita ketahui bersama, saat ini kita sedang mengalami pandemi Covid-19. Yang telah berjalan hampir 1 tahun 4 bulan sejak kasus pertama Covid-19 diumumkan Presiden RI. Hingga saat ini kondisi penambahan kasus aktif masih terus meningkat secara fluktuatif,” ujarnya.

Ditambahkannya, pemerintah pusat maupun daerah telah melakukan berbagai upaya secara extra ordinary terus dilakukan secara terpadu dalam rangka percepatan penanganan Covid-19 dan untuk mewujudkan percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional. (rel)

iklanpemko
iklanpemko
iklanpemko

Most Read

Artikel Terbaru

/