alexametrics
27.5 C
Medan
Thursday, August 18, 2022

iklanpemko
iklanpemko

Ribut Dana CSR, Anggota DPRD Nyaris Adu Jotos

iklan-usi

LABUSEL, METRODAILY.id – Anggota DPRD Kabupaten Labuhanbatu Selatan dari PDI-P dan PKPI nyaris adu jotos dalam rapat dengar pendapat, pembahasan dana tanggungjawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) di ruang rapat badan anggaran, Kamis (8/7) di Kotapinang.

Peristiwa kisruh Anggota Dewan yang sempat saling beradu fisik itu beredar luas di media sosial dalam bentuk video.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, rapat dengar pendapat yang dimulai sekira pukul 11:00 WIB itu atas respon legislatif tentang tranparansi penggunaan dana CSR oleh wadah organisasi kepemudaan di Kabupaten Labuhanbatu Selatan.

Awalnya rapat berjalan lancar dan kondusif. Secara bertahap perwakilan perusahaan memaparkan kontribusi dan penyaluran dana CSR secara kolektif kepada masyarakat. Diantaranya penyaluran CSR sebanyak Rp134 juta di tahun 2019, 2020 dan 2021.

Sementara, anggota DPRD dari Fraksi PKPI, Arwi Winata menginterupsi serapan dana dan penyalurannya kepada masyarakat untuk dijelaskan secara terperinci. Apakah melibatkan anggota DPRD Labuhanbatu Selatan.

Baca Juga :  Plt Walikota Sambut Rombongan Gowes Sehat Kasdam I/BB

Namun, interupsi tersebut dianggap intervensi kebijakan kepada sejumlah perusahaan oleh anggota Fraksi PDI-P, Zainal Harahap, karena rapat dengar pendapat membahas dana CSR tahun 2021.

Silang pendapat terjadi, menurut Zainal Harahap, perusahaan sudah melaksanakan tanggungjawab sosial ekonomi pembangunan secara berkelanjutan. Dia menganggap pembahasan CSR tahun sebelumnya sudah selesai.

Namun, Arwi Winata kembali menginterupsi transparansi penyaluran CSR yang diminta organisasi kepemudaan sambil memukul meja. Dengan emosional, Zainal Harahap merespon banting buku dan mengajak adu jotos. Mereka yang saling berhadapan diredam anggota DPRD dari Fraksi PDI-P Muhammad Hasir.

Zainal Harahap yang juga Ketua PDI-P Kabupaten Labuhanbatu Selatan belum dapat dihubungi. Sementara, Arwi Winata Kamis (8/7) kepada wartawan mengatakan, terkait perselisihan pembahasan dana CSR menganggap tidak ada keributan. Selain itu, dia membantah sebagai pemicu keributan.

“Gak ada masalah itu,” jelas Arwi Winata, yang juga ketua PKPI Kabupaten Labuhanbatu Selatan. (zas)

 

LABUSEL, METRODAILY.id – Anggota DPRD Kabupaten Labuhanbatu Selatan dari PDI-P dan PKPI nyaris adu jotos dalam rapat dengar pendapat, pembahasan dana tanggungjawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) di ruang rapat badan anggaran, Kamis (8/7) di Kotapinang.

Peristiwa kisruh Anggota Dewan yang sempat saling beradu fisik itu beredar luas di media sosial dalam bentuk video.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, rapat dengar pendapat yang dimulai sekira pukul 11:00 WIB itu atas respon legislatif tentang tranparansi penggunaan dana CSR oleh wadah organisasi kepemudaan di Kabupaten Labuhanbatu Selatan.

Awalnya rapat berjalan lancar dan kondusif. Secara bertahap perwakilan perusahaan memaparkan kontribusi dan penyaluran dana CSR secara kolektif kepada masyarakat. Diantaranya penyaluran CSR sebanyak Rp134 juta di tahun 2019, 2020 dan 2021.

Sementara, anggota DPRD dari Fraksi PKPI, Arwi Winata menginterupsi serapan dana dan penyalurannya kepada masyarakat untuk dijelaskan secara terperinci. Apakah melibatkan anggota DPRD Labuhanbatu Selatan.

Baca Juga :  Imbalan Uang, Bripka Polwan Jadi Calo 28 Casis Bintara, 

Namun, interupsi tersebut dianggap intervensi kebijakan kepada sejumlah perusahaan oleh anggota Fraksi PDI-P, Zainal Harahap, karena rapat dengar pendapat membahas dana CSR tahun 2021.

Silang pendapat terjadi, menurut Zainal Harahap, perusahaan sudah melaksanakan tanggungjawab sosial ekonomi pembangunan secara berkelanjutan. Dia menganggap pembahasan CSR tahun sebelumnya sudah selesai.

Namun, Arwi Winata kembali menginterupsi transparansi penyaluran CSR yang diminta organisasi kepemudaan sambil memukul meja. Dengan emosional, Zainal Harahap merespon banting buku dan mengajak adu jotos. Mereka yang saling berhadapan diredam anggota DPRD dari Fraksi PDI-P Muhammad Hasir.

Zainal Harahap yang juga Ketua PDI-P Kabupaten Labuhanbatu Selatan belum dapat dihubungi. Sementara, Arwi Winata Kamis (8/7) kepada wartawan mengatakan, terkait perselisihan pembahasan dana CSR menganggap tidak ada keributan. Selain itu, dia membantah sebagai pemicu keributan.

“Gak ada masalah itu,” jelas Arwi Winata, yang juga ketua PKPI Kabupaten Labuhanbatu Selatan. (zas)

 

iklanpemko
iklanpemko
iklanpemko

Most Read

Artikel Terbaru

/