alexametrics
22.8 C
Medan
Friday, August 19, 2022

iklanpemko
iklanpemko

Wartawan Mengaku Diteror Alat Santet

iklan-usi

SIDIMPUAN, METRODAILY.id – Seorang wartawan di Kota Padangsidimpuan berinisial US diteror dengan alat santet yang ditemukan di perkarangan rumah pribadinya.

US mengakui kepada teman sejawatnya bahwa telah menemukan peralatan santet di pekarangan rumahnya, Senin (9/8).

Lebih lanjut US menceritakan pada bulan Juli lalu jatuh sakit. Setelah berobat medis ke sana kemari, sakit yang dialaminya bukannya sembuh malah semakin parah sampai membuatnya menjumpai seorang guru spritual.

Sejak bulan Juli yang lalu US sudah merasakan hal-hal aneh termasuk mimpi baju terbakar, kepala bagian belakang serasa ditusuk-tusuk. “Pikiran saya selalu gelisah. Awalnya saya berobat medis namun tambah hari tambah parah. Setiap teman yang jumpa selalu menyarankan untuk berobat ke orang pintar (dukun). Setelah menerima berbagai saran dari teman-teman akhirnya salah satu teman membawa saya berobat ke salah satu ustadz bermarga Ritonga yang tinggal di Kecamatan Saipar Dolok Hole, Kabupaten Tapanuli Selatan,” ujar US seperti dikutip dari Antara.

Baca Juga :  Kepala MTsN 1 Labura Tanamkan Sikap Sosial dan Peduli

Lanjut US, pada malam Sabtu (6/8), ustadz tersebut kembali datang ke rumah untuk mengobati karena saya mengeluh dengan kondisi selalu gelisah, kepala seperti ada yang memukul.

“Pada pukul 22.00 WIB, Ustadz Ritonga datang ke kediaman saya di Gang Raya, Kecamatan Padangsidimpuan Utara. Setelah melakukan zikir, ustadz tersebut menyuruh kami agar memeriksa sesuatu di sudut rumah sebelah kiri bagian belakang. Lalu, saya dan teman-teman kembali menggali lokasi yang ditunjuk ustadz dan kami kembali menemukan 2 benda yang dibungkus kain kafan.
Bungkusan pertama berisi 1 paku bekas, 1 peniti, rambut beberapa helai, 1 tulang berukuran sebesar jari kelingking yang dibungkus kain kapan dan diikat menggunakan benang warna kuning.”

Bungkusan ke 2, berisi 1 ikat Rambut boneka, 1 magnet, jarum 7 biji, dibungkus kain kafan kemudian dibungkus dengan plastik warna biru. Dari ketiga benda yang kami temukan semuanya dibungkus kain kafan layaknya seperti mengemas mayat,” tutupnya.(ant/int)

SIDIMPUAN, METRODAILY.id – Seorang wartawan di Kota Padangsidimpuan berinisial US diteror dengan alat santet yang ditemukan di perkarangan rumah pribadinya.

US mengakui kepada teman sejawatnya bahwa telah menemukan peralatan santet di pekarangan rumahnya, Senin (9/8).

Lebih lanjut US menceritakan pada bulan Juli lalu jatuh sakit. Setelah berobat medis ke sana kemari, sakit yang dialaminya bukannya sembuh malah semakin parah sampai membuatnya menjumpai seorang guru spritual.

Sejak bulan Juli yang lalu US sudah merasakan hal-hal aneh termasuk mimpi baju terbakar, kepala bagian belakang serasa ditusuk-tusuk. “Pikiran saya selalu gelisah. Awalnya saya berobat medis namun tambah hari tambah parah. Setiap teman yang jumpa selalu menyarankan untuk berobat ke orang pintar (dukun). Setelah menerima berbagai saran dari teman-teman akhirnya salah satu teman membawa saya berobat ke salah satu ustadz bermarga Ritonga yang tinggal di Kecamatan Saipar Dolok Hole, Kabupaten Tapanuli Selatan,” ujar US seperti dikutip dari Antara.

Baca Juga :  88 Anak Yatim Terima Bantuan Panitia Kotak Infak Pasar Gelugur

Lanjut US, pada malam Sabtu (6/8), ustadz tersebut kembali datang ke rumah untuk mengobati karena saya mengeluh dengan kondisi selalu gelisah, kepala seperti ada yang memukul.

“Pada pukul 22.00 WIB, Ustadz Ritonga datang ke kediaman saya di Gang Raya, Kecamatan Padangsidimpuan Utara. Setelah melakukan zikir, ustadz tersebut menyuruh kami agar memeriksa sesuatu di sudut rumah sebelah kiri bagian belakang. Lalu, saya dan teman-teman kembali menggali lokasi yang ditunjuk ustadz dan kami kembali menemukan 2 benda yang dibungkus kain kafan.
Bungkusan pertama berisi 1 paku bekas, 1 peniti, rambut beberapa helai, 1 tulang berukuran sebesar jari kelingking yang dibungkus kain kapan dan diikat menggunakan benang warna kuning.”

Bungkusan ke 2, berisi 1 ikat Rambut boneka, 1 magnet, jarum 7 biji, dibungkus kain kafan kemudian dibungkus dengan plastik warna biru. Dari ketiga benda yang kami temukan semuanya dibungkus kain kafan layaknya seperti mengemas mayat,” tutupnya.(ant/int)

iklanpemko
iklanpemko
iklanpemko

Most Read

Artikel Terbaru

/