alexametrics
31.7 C
Medan
Thursday, August 11, 2022

iklanpemko
iklanpemko

Gempa Tektonik M5,6 Goyang Nias Utara, Tidak Berpotensi Tsunami

MEDAN, METRODAILY.id – Wilayah Samudera Hindia Pantai Barat Sumatera diguncang gempa tektonik, Sabtu, 10 Juli 2021 pukul 09.41.10 WIB. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M=5,5.

“Episenter gempabumi terletak pada koordinat 1.85° LU; 96.84° BT , atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 74 km arah Barat Laut Kota Lotu, Kabupaten Nias Utara, Sumatera Utara pada kedalaman 32 km,” kata Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Bambang Setiyo Prayitno, MSi, dalam rilisnya hari ini.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, lanjutnya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktifitas subduksi lempeng Indo-Australia yang menunjam kebawah lempeng Eurasia.

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi ini memiliki mekanisme pergerakan naik.

Guncangan gempabumi ini dirasakan di daerah Nias Utara III-IV MMI. Bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah. Gunung Sitoli dan Kabanjahe II MMI. “Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang,” katanya.

Baca Juga :  Unik! Badut Keliling Bangunkan Warga Sahur di Piasa Ulu

Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut.

Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI.

Hingga hari Sabtu, 10 Juli 2021 pukul 10.15 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan telah terjadi 4 kali aktivitas gempabumi susulan, dengan magnitude terbesar M 4,4 dan terkecil M 3,2.

Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

“Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah,” katanya

Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi. (Rel)

MEDAN, METRODAILY.id – Wilayah Samudera Hindia Pantai Barat Sumatera diguncang gempa tektonik, Sabtu, 10 Juli 2021 pukul 09.41.10 WIB. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M=5,5.

“Episenter gempabumi terletak pada koordinat 1.85° LU; 96.84° BT , atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 74 km arah Barat Laut Kota Lotu, Kabupaten Nias Utara, Sumatera Utara pada kedalaman 32 km,” kata Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Bambang Setiyo Prayitno, MSi, dalam rilisnya hari ini.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, lanjutnya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktifitas subduksi lempeng Indo-Australia yang menunjam kebawah lempeng Eurasia.

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi ini memiliki mekanisme pergerakan naik.

Guncangan gempabumi ini dirasakan di daerah Nias Utara III-IV MMI. Bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah. Gunung Sitoli dan Kabanjahe II MMI. “Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang,” katanya.

Baca Juga :  4 Kader PDIP Samosir Gugat Megawati Rp40 Miliar

Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut.

Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI.

Hingga hari Sabtu, 10 Juli 2021 pukul 10.15 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan telah terjadi 4 kali aktivitas gempabumi susulan, dengan magnitude terbesar M 4,4 dan terkecil M 3,2.

Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

“Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah,” katanya

Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi. (Rel)

iklan-usi
iklanpemko
iklanpemko
iklan-usi

Most Read

Artikel Terbaru

/