alexametrics
27 C
Medan
Thursday, August 18, 2022

iklanpemko
iklanpemko

Jenazah Covid-19 Disemayamkan, 10 Rumah di Kelurahan Bantan Di-lockdown

iklan-usi

SIANTAR, METRODAILY.id – Jenazah pasien Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang sempat disemayamkan di rumah duka, mengakibatkan 10 rumah di kawasan tersebut di-lockdown atau tidak boleh dikunjungi selama 14 hari. Hal itu terjadi di Kelurahan Bantan Kecamatan Siantar Barat Kota Pematangsiantar.

Camat Siantar Barat Pardomuan Nasution yang dihubungi Senin (7/6) malam menerangkan, pasien atas nama Wg tersebut dirawat di ICU Rumah Sakit Tentara (RST) Pematangsiantar. Sesuai hasil pemeriksaan, Wg terpapar Covid-19. Sabtu (5/6) sekitar pukul 02.00 WIB, pihak keluarga membawa pasien tersebut pulang. Sekitar satu jam kemudian, atau pukul 03.00 WIB, Wg meninggal dunia di rumah, dan kemudian disemayamkan.

Warga sekitar yang mengetahui ada warga meninggal dunia, usai sholat Subuh berdatangan untuk melayat ke rumah duka. Bahkan, sebagian warga bersiap melakukan Fardhu Kifayah terhadap jenazah tersebut.

Paginya, sekitar pukul 09.00 WIB, Pardomuan mengaku pihaknya mendapat informasi ada jenazah pasien Covid-19 disemayamkan di rumah duka. Segera, Pardomuan bersama Kepala Puskesmas dan pihak kepolisian mendatangi rumah duka.

Baca Juga :  293.848 Guru Honor akan Diangkat PPPK

“Kami mengetahuinya jam 9 pagi. Kami langsung ke sana untuk memberikan pemahaman dan edukasi. Tapi pihak keluarga mengabaikan. Jenazah yang akan disholatkan di masjid, akhirnya ditolak oleh pengurus masjid,” terangnya.

Masih kata Pardomuan, pihaknya berupaya melakukan tes Swab terhadap keluarga dan kerabat yang terlibat dalam memandikan serta memakamkan jenazah. Namun tak ada yang bersedia.

“Semua menolak untuk di-swab. Padahal sangat rentan terhadap penyebaran Covid-19 di Kota Pematangsiantar,” katanya.

Senin (7/6) siang, lanjut Pardomuan, pihaknya mendatangi kembali rumah duka. Mereka menempelkan  poster berisi tulisan ‘dilarang berkunjung’ ke sedikitnya 10 rumah yang ada di sekitar rumah duka.

Pardomuan juga pun mengerahkan tim melakukan penyemprotan disinfektan ke delapan penjuru mata angin dari sekitar rumah duka. Ia sangat mengharapkan kerja sama dari warga untuk mematuhi anjuran pemerintah, termasuk melakukan swab untuk mencegah penyebaran Covid-19 lebih luas. (tim)

SIANTAR, METRODAILY.id – Jenazah pasien Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang sempat disemayamkan di rumah duka, mengakibatkan 10 rumah di kawasan tersebut di-lockdown atau tidak boleh dikunjungi selama 14 hari. Hal itu terjadi di Kelurahan Bantan Kecamatan Siantar Barat Kota Pematangsiantar.

Camat Siantar Barat Pardomuan Nasution yang dihubungi Senin (7/6) malam menerangkan, pasien atas nama Wg tersebut dirawat di ICU Rumah Sakit Tentara (RST) Pematangsiantar. Sesuai hasil pemeriksaan, Wg terpapar Covid-19. Sabtu (5/6) sekitar pukul 02.00 WIB, pihak keluarga membawa pasien tersebut pulang. Sekitar satu jam kemudian, atau pukul 03.00 WIB, Wg meninggal dunia di rumah, dan kemudian disemayamkan.

Warga sekitar yang mengetahui ada warga meninggal dunia, usai sholat Subuh berdatangan untuk melayat ke rumah duka. Bahkan, sebagian warga bersiap melakukan Fardhu Kifayah terhadap jenazah tersebut.

Paginya, sekitar pukul 09.00 WIB, Pardomuan mengaku pihaknya mendapat informasi ada jenazah pasien Covid-19 disemayamkan di rumah duka. Segera, Pardomuan bersama Kepala Puskesmas dan pihak kepolisian mendatangi rumah duka.

Baca Juga :  PDAM Harus Berinovasi Dalam Pengelolahan Air Bersih

“Kami mengetahuinya jam 9 pagi. Kami langsung ke sana untuk memberikan pemahaman dan edukasi. Tapi pihak keluarga mengabaikan. Jenazah yang akan disholatkan di masjid, akhirnya ditolak oleh pengurus masjid,” terangnya.

Masih kata Pardomuan, pihaknya berupaya melakukan tes Swab terhadap keluarga dan kerabat yang terlibat dalam memandikan serta memakamkan jenazah. Namun tak ada yang bersedia.

“Semua menolak untuk di-swab. Padahal sangat rentan terhadap penyebaran Covid-19 di Kota Pematangsiantar,” katanya.

Senin (7/6) siang, lanjut Pardomuan, pihaknya mendatangi kembali rumah duka. Mereka menempelkan  poster berisi tulisan ‘dilarang berkunjung’ ke sedikitnya 10 rumah yang ada di sekitar rumah duka.

Pardomuan juga pun mengerahkan tim melakukan penyemprotan disinfektan ke delapan penjuru mata angin dari sekitar rumah duka. Ia sangat mengharapkan kerja sama dari warga untuk mematuhi anjuran pemerintah, termasuk melakukan swab untuk mencegah penyebaran Covid-19 lebih luas. (tim)

iklanpemko
iklanpemko
iklanpemko

Most Read

Artikel Terbaru

/