alexametrics
25 C
Medan
Thursday, October 6, 2022

Yayasan Lim Kim Tjay Hibahkan Tanah ke Pemko Sibolga

SIBOLGA, METRODAILY– Yayasan Lim Kim Tjay melakukan pemagaran dan pemasangan plank nama di lokasi lahan yang akan dihibahkan kepada Negara lewat Pemerintah Kota (Pemko) Sibolga untuk dijadikan cagar budaya, Jumat (5/8/2022). Tujuannya, agar tidak ada pihak-pihak yang melakukan penyerobotan atau mengklaim lahan tersebut, sekaligus untuk memberikan kepastian kepada masyarakat dan pemerintah.

Perwakilan keluarga dan yayasan, Rudi Hutapea, Lily dan Azis Lim mengatakan, lahan leluhur yang akan mereka hibahkan kepada Pemkot Sibolga tersebut memiliki keabsahan atas alas hak tanah berupa surat Belanda No 40 (Meetbrief dd) 19 November 1927 atas nama Lim Kim Tjay dan Akte No 57. “Lahan itu sejarahnya dulu diperuntukkan oleh leluhur kami Lim Kim Tjay, untuk pekuburan keluarga dan kemudian sempat ditinggali oleh anak keduanya yang dipercaya pada masa Belanda sebagai Kapiten untuk memimpin etnis Tionghoa (dulu sebutan Cina),” kata Rudi kepada wartawan, Jumat (5/8) di lokasi lahan tersebut.

Dikemudian hari, sambung Rudi, lahan itu selanjutnya ditempati oleh anak dari Kapiten Cina bernama Lim Tek Guan, namun sepeninggal Lim Tek Guan, lahan tersebut tidak ada yang mengurus, sehingga muncul beberapa pihak mengaku-ngaku kalau Lim Kim Tjay meminjam lahan tersebut. “Tapi, sampai saat ini pihak keluarga tidak pernah melihat satu pucuk surat pun dari pihak-pihak yang mengklaim tersebut,” tukasnya.

Baca Juga :  7 Warga Isolasi Mandiri di Rumah

Menurutnya, makam Lim Kim Tjay itu masih terlihat origin Cina dimana di dinding makam masih tertulis tulisan asli Cina dan makam Lim Kim Tjay juga terlihat berukuran paling besar dan berada paling atas serta dipenuhi dengan ornamen-ornamen Cina yang sebahagiannya didatangkan dari Penang, Malaysia. “Jadi, pihak keluarga sudah sepakat menghibahkan seluruh lahan leluhur tersebut menjadi cagar budaya ke Pemko Sibolga, dengan harapan makam leluhur kami berusia hampir 100 tahun tersebut bisa ikut terlestarikan. Sementara sebagian lagi masih lahan kosong tersebut, bisa dimanfaatkan untuk mendukung pariwisata atau olah raga,” tegasnya.

Amatan wartawan, berdasarkan surat dan peruntukannya, benar bahwa diatas lahan yang memiliki kemiringan 30 derajat di lereng kaki bukit barisan tersebut terdapat sebahagian lahan makam keturunan Lim Kim Tjay, salah satunya makam Lim Kim Tjay sendiri yang telah mendekati usia 100 tahun.

Sebelumnya, keluarga besar yang tergabung dalam Yayasan Lim Kim Tjay ini melalui perwakilannya Ben Yura Rumba juga telah mendatangi Pemko Sibolga yang diterima Sekretaris Daerah Kota Sibolga M Yusuf Batubara untuk penjajakan penyerahan hibah lahan seluas 11.730 meter persegi di Jalan Sisingamangaraja, samping Kantor Kelurahan Pancuran Dewa, Kecamatan Sibolga Sambas tersebut. (ril/rb)

SIBOLGA, METRODAILY– Yayasan Lim Kim Tjay melakukan pemagaran dan pemasangan plank nama di lokasi lahan yang akan dihibahkan kepada Negara lewat Pemerintah Kota (Pemko) Sibolga untuk dijadikan cagar budaya, Jumat (5/8/2022). Tujuannya, agar tidak ada pihak-pihak yang melakukan penyerobotan atau mengklaim lahan tersebut, sekaligus untuk memberikan kepastian kepada masyarakat dan pemerintah.

Perwakilan keluarga dan yayasan, Rudi Hutapea, Lily dan Azis Lim mengatakan, lahan leluhur yang akan mereka hibahkan kepada Pemkot Sibolga tersebut memiliki keabsahan atas alas hak tanah berupa surat Belanda No 40 (Meetbrief dd) 19 November 1927 atas nama Lim Kim Tjay dan Akte No 57. “Lahan itu sejarahnya dulu diperuntukkan oleh leluhur kami Lim Kim Tjay, untuk pekuburan keluarga dan kemudian sempat ditinggali oleh anak keduanya yang dipercaya pada masa Belanda sebagai Kapiten untuk memimpin etnis Tionghoa (dulu sebutan Cina),” kata Rudi kepada wartawan, Jumat (5/8) di lokasi lahan tersebut.

Dikemudian hari, sambung Rudi, lahan itu selanjutnya ditempati oleh anak dari Kapiten Cina bernama Lim Tek Guan, namun sepeninggal Lim Tek Guan, lahan tersebut tidak ada yang mengurus, sehingga muncul beberapa pihak mengaku-ngaku kalau Lim Kim Tjay meminjam lahan tersebut. “Tapi, sampai saat ini pihak keluarga tidak pernah melihat satu pucuk surat pun dari pihak-pihak yang mengklaim tersebut,” tukasnya.

Baca Juga :  Cegah Inflasi, Wali Kota Sibolga Minta Disperindag Intervensi Pasar

Menurutnya, makam Lim Kim Tjay itu masih terlihat origin Cina dimana di dinding makam masih tertulis tulisan asli Cina dan makam Lim Kim Tjay juga terlihat berukuran paling besar dan berada paling atas serta dipenuhi dengan ornamen-ornamen Cina yang sebahagiannya didatangkan dari Penang, Malaysia. “Jadi, pihak keluarga sudah sepakat menghibahkan seluruh lahan leluhur tersebut menjadi cagar budaya ke Pemko Sibolga, dengan harapan makam leluhur kami berusia hampir 100 tahun tersebut bisa ikut terlestarikan. Sementara sebagian lagi masih lahan kosong tersebut, bisa dimanfaatkan untuk mendukung pariwisata atau olah raga,” tegasnya.

Amatan wartawan, berdasarkan surat dan peruntukannya, benar bahwa diatas lahan yang memiliki kemiringan 30 derajat di lereng kaki bukit barisan tersebut terdapat sebahagian lahan makam keturunan Lim Kim Tjay, salah satunya makam Lim Kim Tjay sendiri yang telah mendekati usia 100 tahun.

Sebelumnya, keluarga besar yang tergabung dalam Yayasan Lim Kim Tjay ini melalui perwakilannya Ben Yura Rumba juga telah mendatangi Pemko Sibolga yang diterima Sekretaris Daerah Kota Sibolga M Yusuf Batubara untuk penjajakan penyerahan hibah lahan seluas 11.730 meter persegi di Jalan Sisingamangaraja, samping Kantor Kelurahan Pancuran Dewa, Kecamatan Sibolga Sambas tersebut. (ril/rb)

iklan simalungun
iklan simalungun

Most Read

Artikel Terbaru

/