alexametrics
30.6 C
Medan
Friday, August 19, 2022

iklanpemko
iklanpemko

TNI AL Selidiki Identitas Mayat Pria di Perairan Batubara

iklan-usi
BATUBARA, METRODAILY.id – Mayat pria tanpa identitas yang ditemukan KRI Parang-647 di wilayah perairan Kabupaten Batu Bara, masih diselidiki oleh TNI AL. Apakah jasad tersebut nelayan atau Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal yang menjadi korban kapal tenggelam beberapa waktu lalu, belum dipastikan.
“Saya kira itu jaraknya terlalu jauh untuk PMI ilegal ini, tetapi kami menunggu informasi dari pihak berwenang apakah itu jenazah PMI ilegal atau nelayan lokal yang tenggelam,” kata Komandan Lanal Tanjungbalai – Asahan Letkol Laut (P) Robinson Hendrik Etwiory saat dikonfirmasi, Sabtu (8/1).
Jasad pria tanpa identitas tersebut, diperkirakan berada di laut lebih dari tiga hari tubuhnya terlilit plastik bukan pelampung pada umumnya.
Ditemukan sekitar 16 kilometer dari pelabuhan Kuala Tanjung, di Kabupaten Batu Bara. Saat ini jenazah tengah diidentifikasi dan berada di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Batu Bara.
“Saya juga baru dapat informasi kalau sudah ada keluarga dari jenazah tersebut datang dari Serdang Bedagai, namun kami masih menunggu informasi lebih lanjut,”ujarnya.
Robinson menyatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak terkait beberapa hari terakhir belum ada dilaporkan orang hilang di laut.
Sebelumnya, KRI Parang-647 milik TNI AL menemukan mayat yang terapung di Perairan Kuala Tanjung, Batubara, Sumatera Utara (Sumut) saat sedang berpatroli Jumat (7/1) kemarin.
Sosok mayat itu diduga merupakan tenaga kerja Indonesia (TKI) atau pekerja migran Indonesia (PMI) ilegal yang menjadi korban kapal tenggelam beberapa waktu lalu.
“Dugaan sementara mayat tersebut merupakan Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal yang kapalnya kandas di perbatasan RI-Malaysia beberapa waktu yang lalu,” tulis Dinas Penerangan Angkatan Laut dalam keterangannya, Sabtu (8/1/2022).
Penemuan mayat itu bermula saat anggota KRI Parang-647 melihat benda yang mengapung di permukaan laut pada jarak kurang lebih 600 yard dari kapal sekitar pukul 16.30 WIB. Anggota mendeteksi benda yang ternyata mayat yang berada pada posisi 03 31,254 U-099 25,969 T atau sekitar 9 Nm/ 350° dari Kuala Tanjung.
Setelah dihampiri, ternyata benda tersebut adalah sesosok mayat.(per
Baca Juga :  Ratusan Warga Batang Onang Demo Ke Polres Tapsel
BATUBARA, METRODAILY.id – Mayat pria tanpa identitas yang ditemukan KRI Parang-647 di wilayah perairan Kabupaten Batu Bara, masih diselidiki oleh TNI AL. Apakah jasad tersebut nelayan atau Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal yang menjadi korban kapal tenggelam beberapa waktu lalu, belum dipastikan.
“Saya kira itu jaraknya terlalu jauh untuk PMI ilegal ini, tetapi kami menunggu informasi dari pihak berwenang apakah itu jenazah PMI ilegal atau nelayan lokal yang tenggelam,” kata Komandan Lanal Tanjungbalai – Asahan Letkol Laut (P) Robinson Hendrik Etwiory saat dikonfirmasi, Sabtu (8/1).
Jasad pria tanpa identitas tersebut, diperkirakan berada di laut lebih dari tiga hari tubuhnya terlilit plastik bukan pelampung pada umumnya.
Ditemukan sekitar 16 kilometer dari pelabuhan Kuala Tanjung, di Kabupaten Batu Bara. Saat ini jenazah tengah diidentifikasi dan berada di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Batu Bara.
“Saya juga baru dapat informasi kalau sudah ada keluarga dari jenazah tersebut datang dari Serdang Bedagai, namun kami masih menunggu informasi lebih lanjut,”ujarnya.
Robinson menyatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak terkait beberapa hari terakhir belum ada dilaporkan orang hilang di laut.
Sebelumnya, KRI Parang-647 milik TNI AL menemukan mayat yang terapung di Perairan Kuala Tanjung, Batubara, Sumatera Utara (Sumut) saat sedang berpatroli Jumat (7/1) kemarin.
Sosok mayat itu diduga merupakan tenaga kerja Indonesia (TKI) atau pekerja migran Indonesia (PMI) ilegal yang menjadi korban kapal tenggelam beberapa waktu lalu.
“Dugaan sementara mayat tersebut merupakan Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal yang kapalnya kandas di perbatasan RI-Malaysia beberapa waktu yang lalu,” tulis Dinas Penerangan Angkatan Laut dalam keterangannya, Sabtu (8/1/2022).
Penemuan mayat itu bermula saat anggota KRI Parang-647 melihat benda yang mengapung di permukaan laut pada jarak kurang lebih 600 yard dari kapal sekitar pukul 16.30 WIB. Anggota mendeteksi benda yang ternyata mayat yang berada pada posisi 03 31,254 U-099 25,969 T atau sekitar 9 Nm/ 350° dari Kuala Tanjung.
Setelah dihampiri, ternyata benda tersebut adalah sesosok mayat.(per
Baca Juga :  Dijemput Temannya, Remaja Cantik di Asahan Tak Kunjung Pulang Hingga 3 Malam
iklanpemko
iklanpemko
iklanpemko

Most Read

Artikel Terbaru

/