alexametrics
26.8 C
Medan
Friday, August 19, 2022

iklanpemko
iklanpemko

dr Susanti Fokus Petakan PR Kota Pematangsiantar

iklan-usi

SIANTAR, METRODAILY.id – dr Susanti Dewayani SpA saat ini masih menunggu pelantikan dirinya sebagai Wakil Walikota Pematangsiantar. Beberapa bulan kemudian, ia pun akan dilantik sebagai Walikota Pematangsiantar. Hal ini terjadi karena Walikota Terpilih Kota Pematangsiantar Ir Asner Silalahi MT meninggal dunia beberapa bulan lalu.

Di tengah menunggu waktu pelantikan, selain tetap melayani masyarakat sesuai profesinya sebagai dokter spesialis anak, Susanti memilih fokus memetakan sejumlah masalah yang menjadi pekerjaan rumah (PR) baginya saat nantinya menjabat menjadi orang nomor satu di Kota Pematangsiantar.

Rumah besar yang berada di Jalan Nusa Indah Kelurahan Simarito Kecamatan Siantar Barat Kota Pematangsiantar itu tampak sepi. Dari luar, terlihat pintu utama rumah tertutup. Di sisi kanan rumah, tampak ruangan berpagar besi berisi sejumlah becak BSA, sepedamotor besar, dan sepedamotor antik.

Ternyata tuan dan nyonya rumah sedang keluar, ke lokasi berbeda.
“Saya sedang membesuk teman di rumah sakit. Bapak di kantor PAN,” kata Susanti yang dihubungi via telepon seluler.

Penulis dipersilakan masuk ke ruangan yang ternyata merupakan museum becak. Suasananya tenang. Asisten Rumah Tangga (ART) pun menyuguhkan minuman.
Tak lama, tuan rumah, HK Erizal Ginting tiba dengan mobil sedan merah.

“Maaf ya, sudah menunggu,” sapanya ramah.

Pria murah senyum itu langsung akrab dan berbincang lepas. Tanpa beban.

“dr Susanti membesuk sejawatnya di rumah sakit. Kebetulan datang teman-teman mereka dari Medan. Mungkin sebentar lagi pulang,” kata Rizal.

Selanjutnya Rizal masuk ke rumah, lalu keluar lagi dengan beberapa stoples kukis di tangannya.

“Ini ada kue-kue Lebaran. Silakan dinikmati,” katanya, masih dengan gaya khasnya yang selalu ramah.

Sembari menunggu dr Susanti, banyak hal menjadi bahan obrolan dengan mantan calon Walikota Pematangsiantar tahun 2005 itu. Kala itu, Rizal berpasangan dengan Paul Purba.

“Saya pernah menjadi calon walikota. Tahun 2015 saya mencoba mencalonkan lagi. Jika di tahun 2005 saya diusung beberapa partai politik, maka di tahun 2015 saya mencoba jalur perseorangan. Tapi saya tidak lolos. Kalau tahun 2010, saya sama sekali tidak maju,” terang Rizal, menceritakan pengalaman politiknya.

Meski begitu, kata Rizal, sejauh ini ia tidak pernah menjadi anggota partai politik.

“dr Susanti sekarang Ketua DPC PAN Siantar, menunggu dilantik. Menantu saya, Boy Warongan sekretarisnya. Boy juga anggota DPRD Siantar,” jelasnya.

Baca Juga :  Bobby Nasution Sebut Pemprov Sumut Punya Utang Rp433 Miliar

Rizal menceritakan hobinya mengoleksi becak BSA dan sepedamotor antik. Juga kepeduliannya dengan cagar budaya yang ada di Kota Pematangsiantar.

Rizal memahami benar sejarah Kota Pematangsiantar, termasuk di zaman Raja Sangnaualuh Damanik, perjuangan merebut kemerdekaan, serta bagaimana suasana saat kali pertama bendera merah putih berkibar di Pematangsiantar.

Di tengah perbincangan, Susanti tiba di rumah. Setelah menyapa penulis, Susanti sempat menceritakan kondisi rekan sejawatnya yang kritis di rumah sakit.

Lantas, Rizal mengatakan Susanti sudah ditunggu oleh penulis.
“Ini dari tadi mama yang ditunggu-tunggu. Ingin mengobrol dengan mama. Tapi karena mama belum pulang, jadinya mengobrol dengan papa dulu,” kata Rizal kepada istri tercinta.

Obrolan berpindah kepada Susanti. Meski demikian, Rizal tetap setia mendampingi.

“Ada banyak PR saya. Tapi tentunya harus ada skala prioritas, mana dulu yang mesti diselesaikan,” kata alumni Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Gadjah Mada (UGM) Jogjakarta tersebut.

Mantan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Djasamen Saragih Pematangsiantar itu menyebutkan, sejumlah masalah yang menjadi fokus perhatiannya antara lain, sampah, pendidikan, gedung-gedung telantar, cagar budaya, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), serta bagaimana ‘menjual’ Kota Pematangsiantar sebagai destinasi wisata.

Sang suami, Rizal Ginting menambahkan, awalnya sesuai kesepakatan dengan almarhum Asner, setelah keduanya menjabat sebagai Walikota dan Wakil Walikota Pematangsiantar, Susanti fokus pada bidang-bidang sesuai latar belakangnya. Seperti kesehatan, pendidikan, sosial, perempuan dan anak, serta keluarga berencana (KB). Khususnya Kesehatan di masa pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) saat ini.

“Sehingga dr Susanti masih bisa tetap melayani masyarakat sebagai dokter spesialis anak,” tukas Rizal.

Hanya saja, karena dr Susanti-lah yang akan menjabat Walikota Pematangsiantar, maka bidang yang akan menjadi fokusnya semakin banyak.

Kembali ke Susanti. Saat nantinya menjabat Walikota Pematangsiantar, ia akan berusaha menjalankan pemerintahan sesuai sistem yang sudah ada.

“Sebenarnya, pemerintahan di daerah kan mengikuti sistem yang sudah diberlakukan oleh pemerintah pusat. Semua sudah ada polanya. Kita ikuti saja,” tukas ibu dua anak itu.

Ibaratnya, kata Susanti yang lahir di Bali, 28 Juni 1963 itu, jika selama ini ada pelaksanaan yang keluar dari rel, maka tugasnya mengembalikan semuanya sesuai jalur rel yang ada.“Tidak sulit, namun juga tidak bisa dianggap mudah,” tandasnya.

SIANTAR, METRODAILY.id – dr Susanti Dewayani SpA saat ini masih menunggu pelantikan dirinya sebagai Wakil Walikota Pematangsiantar. Beberapa bulan kemudian, ia pun akan dilantik sebagai Walikota Pematangsiantar. Hal ini terjadi karena Walikota Terpilih Kota Pematangsiantar Ir Asner Silalahi MT meninggal dunia beberapa bulan lalu.

Di tengah menunggu waktu pelantikan, selain tetap melayani masyarakat sesuai profesinya sebagai dokter spesialis anak, Susanti memilih fokus memetakan sejumlah masalah yang menjadi pekerjaan rumah (PR) baginya saat nantinya menjabat menjadi orang nomor satu di Kota Pematangsiantar.

Rumah besar yang berada di Jalan Nusa Indah Kelurahan Simarito Kecamatan Siantar Barat Kota Pematangsiantar itu tampak sepi. Dari luar, terlihat pintu utama rumah tertutup. Di sisi kanan rumah, tampak ruangan berpagar besi berisi sejumlah becak BSA, sepedamotor besar, dan sepedamotor antik.

Ternyata tuan dan nyonya rumah sedang keluar, ke lokasi berbeda.
“Saya sedang membesuk teman di rumah sakit. Bapak di kantor PAN,” kata Susanti yang dihubungi via telepon seluler.

Penulis dipersilakan masuk ke ruangan yang ternyata merupakan museum becak. Suasananya tenang. Asisten Rumah Tangga (ART) pun menyuguhkan minuman.
Tak lama, tuan rumah, HK Erizal Ginting tiba dengan mobil sedan merah.

“Maaf ya, sudah menunggu,” sapanya ramah.

Pria murah senyum itu langsung akrab dan berbincang lepas. Tanpa beban.

“dr Susanti membesuk sejawatnya di rumah sakit. Kebetulan datang teman-teman mereka dari Medan. Mungkin sebentar lagi pulang,” kata Rizal.

Selanjutnya Rizal masuk ke rumah, lalu keluar lagi dengan beberapa stoples kukis di tangannya.

“Ini ada kue-kue Lebaran. Silakan dinikmati,” katanya, masih dengan gaya khasnya yang selalu ramah.

Sembari menunggu dr Susanti, banyak hal menjadi bahan obrolan dengan mantan calon Walikota Pematangsiantar tahun 2005 itu. Kala itu, Rizal berpasangan dengan Paul Purba.

“Saya pernah menjadi calon walikota. Tahun 2015 saya mencoba mencalonkan lagi. Jika di tahun 2005 saya diusung beberapa partai politik, maka di tahun 2015 saya mencoba jalur perseorangan. Tapi saya tidak lolos. Kalau tahun 2010, saya sama sekali tidak maju,” terang Rizal, menceritakan pengalaman politiknya.

Meski begitu, kata Rizal, sejauh ini ia tidak pernah menjadi anggota partai politik.

“dr Susanti sekarang Ketua DPC PAN Siantar, menunggu dilantik. Menantu saya, Boy Warongan sekretarisnya. Boy juga anggota DPRD Siantar,” jelasnya.

Baca Juga :  Ratusan Peluru Senjata Api Ditemukan di Rumah Purnawirawan

Rizal menceritakan hobinya mengoleksi becak BSA dan sepedamotor antik. Juga kepeduliannya dengan cagar budaya yang ada di Kota Pematangsiantar.

Rizal memahami benar sejarah Kota Pematangsiantar, termasuk di zaman Raja Sangnaualuh Damanik, perjuangan merebut kemerdekaan, serta bagaimana suasana saat kali pertama bendera merah putih berkibar di Pematangsiantar.

Di tengah perbincangan, Susanti tiba di rumah. Setelah menyapa penulis, Susanti sempat menceritakan kondisi rekan sejawatnya yang kritis di rumah sakit.

Lantas, Rizal mengatakan Susanti sudah ditunggu oleh penulis.
“Ini dari tadi mama yang ditunggu-tunggu. Ingin mengobrol dengan mama. Tapi karena mama belum pulang, jadinya mengobrol dengan papa dulu,” kata Rizal kepada istri tercinta.

Obrolan berpindah kepada Susanti. Meski demikian, Rizal tetap setia mendampingi.

“Ada banyak PR saya. Tapi tentunya harus ada skala prioritas, mana dulu yang mesti diselesaikan,” kata alumni Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Gadjah Mada (UGM) Jogjakarta tersebut.

Mantan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Djasamen Saragih Pematangsiantar itu menyebutkan, sejumlah masalah yang menjadi fokus perhatiannya antara lain, sampah, pendidikan, gedung-gedung telantar, cagar budaya, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), serta bagaimana ‘menjual’ Kota Pematangsiantar sebagai destinasi wisata.

Sang suami, Rizal Ginting menambahkan, awalnya sesuai kesepakatan dengan almarhum Asner, setelah keduanya menjabat sebagai Walikota dan Wakil Walikota Pematangsiantar, Susanti fokus pada bidang-bidang sesuai latar belakangnya. Seperti kesehatan, pendidikan, sosial, perempuan dan anak, serta keluarga berencana (KB). Khususnya Kesehatan di masa pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) saat ini.

“Sehingga dr Susanti masih bisa tetap melayani masyarakat sebagai dokter spesialis anak,” tukas Rizal.

Hanya saja, karena dr Susanti-lah yang akan menjabat Walikota Pematangsiantar, maka bidang yang akan menjadi fokusnya semakin banyak.

Kembali ke Susanti. Saat nantinya menjabat Walikota Pematangsiantar, ia akan berusaha menjalankan pemerintahan sesuai sistem yang sudah ada.

“Sebenarnya, pemerintahan di daerah kan mengikuti sistem yang sudah diberlakukan oleh pemerintah pusat. Semua sudah ada polanya. Kita ikuti saja,” tukas ibu dua anak itu.

Ibaratnya, kata Susanti yang lahir di Bali, 28 Juni 1963 itu, jika selama ini ada pelaksanaan yang keluar dari rel, maka tugasnya mengembalikan semuanya sesuai jalur rel yang ada.“Tidak sulit, namun juga tidak bisa dianggap mudah,” tandasnya.

iklanpemko
iklanpemko
iklanpemko

Most Read

Artikel Terbaru

/