alexametrics
27 C
Medan
Thursday, August 18, 2022

iklanpemko
iklanpemko

Korban Banjir di Desa Sei Dua Derita Berbagai Macam Penyakit

iklan-usi

ASAHAN, METRODAILY.id – Banjir di Desa Sei Dua Hulu, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara (Sumut) sudah berlangsung dua pekan. Puluhan warga didominasi anak-anak dan lansia menderita penyakit gatal hingga diare.

“Dua minggu sudah banjir ini belum ada tanda surut. Sekarang banyak keluhan masyarakat yang kena gatal-gatal, diare sampai demam,” kata Radimin, Kepala Dusun XV, Desa Sei Dua Hulu, kepada wartawan kemarin.

Menurut Radimin, warga yang merasakan gatal-gatal pada kulitnya karena banyak kotoran dan binatang masuk ke dalam rumah ikut terbawa air banjir.

Dua minggu hidup bersama genangan air. Dia mengatakan tak selamanya warga mendapat bantuan pangan serta bahan makanan apalagi layanan kesehatan.

“Kalau bantuan sembako ada sekedarnya, untuk masalah kesehatan ini yang belum ada karena sudah banyak yang sakit,” katanya.

Amatan wartawan, banyak warga yang rumahnya terendam membuat mereka kesulitan mendapatkan layanan medis karena terjebak banjir. Hal itu, membuat tim kesehatan TNI AL Tanjungbalai – Asahan (TBA) menempuh akses masuk perkampungan warga yang sulit diakses dengan berjalan kaki untuk memeriksa kesehatan seorang nenek berusia 75 tahun yang sedang sakit di dalam rumahnya di tengah genangan air.

“Kami mendapatkan informasi dari masyarakat adanya keluhan penyakit di tengah banjir, makanya tim kesehatan TNI AL turun langsung ke rumah warga yang terdampak banjir,” kata Letda Laut (K) dr Andrea Agitha Tarigan, Tim Kesehatan Lanal TBA.

Baca Juga :  Kejatisu Pantau Vaksinasi di Kejari Siantar

Hingga sore hari, ketinggian air masih bertahan antara 30-80 cm, warga masih bertahan di rumahnya masing-masing meskipun pemerintah menyiapkan tenda darurat di tengah jalan untuk ditinggali warga.

Meskipun Dinas Sosial telah menyediakan tenda darurat untuk korban banjir, namun banyak warga yang tak kebagian tenda penampungan karena luasnya wilayah yang terdampak.

Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Asahan, Sumatera Utara (Sumut)  menghimbau warga khususnya di dua desa di Kecamatan Simpang Empat agar waspada terhadap naiknya permukaan air diakibatkan luapan sungai.

“Banjir di Kecamatan Simpang Empat, ada dua desa. Desa Sei Dua Hulu terdampak 15 dusun dan desa Sei Lama 1 dusun, total ada 1.587 kepala keluarga atau lebih dari 6 ribu jiwa yang terdampak,” kata Kepala BPBD Asahan, Asrul Wahid kepada wartawan, Senin lalu (29/11/2021).

Asrul menjelaskan berdasarkan data informasi peringatan dini yang dikelola pohaknya potensi hujan beberapa hari ke depan masih berpeluang memberikan ancaman bencana banjir yang lebih parah.

Dikatakannya, saat ini, Desa Sei Dua Hulu Kecamatan Simpang Empat masih terjadi luapan air Sungai Asahan selama hampir sepekan dan ketinggian air relatif, diperkirakan akan terus naik jika hujan tiba. (Per)

 

ASAHAN, METRODAILY.id – Banjir di Desa Sei Dua Hulu, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara (Sumut) sudah berlangsung dua pekan. Puluhan warga didominasi anak-anak dan lansia menderita penyakit gatal hingga diare.

“Dua minggu sudah banjir ini belum ada tanda surut. Sekarang banyak keluhan masyarakat yang kena gatal-gatal, diare sampai demam,” kata Radimin, Kepala Dusun XV, Desa Sei Dua Hulu, kepada wartawan kemarin.

Menurut Radimin, warga yang merasakan gatal-gatal pada kulitnya karena banyak kotoran dan binatang masuk ke dalam rumah ikut terbawa air banjir.

Dua minggu hidup bersama genangan air. Dia mengatakan tak selamanya warga mendapat bantuan pangan serta bahan makanan apalagi layanan kesehatan.

“Kalau bantuan sembako ada sekedarnya, untuk masalah kesehatan ini yang belum ada karena sudah banyak yang sakit,” katanya.

Amatan wartawan, banyak warga yang rumahnya terendam membuat mereka kesulitan mendapatkan layanan medis karena terjebak banjir. Hal itu, membuat tim kesehatan TNI AL Tanjungbalai – Asahan (TBA) menempuh akses masuk perkampungan warga yang sulit diakses dengan berjalan kaki untuk memeriksa kesehatan seorang nenek berusia 75 tahun yang sedang sakit di dalam rumahnya di tengah genangan air.

“Kami mendapatkan informasi dari masyarakat adanya keluhan penyakit di tengah banjir, makanya tim kesehatan TNI AL turun langsung ke rumah warga yang terdampak banjir,” kata Letda Laut (K) dr Andrea Agitha Tarigan, Tim Kesehatan Lanal TBA.

Baca Juga :  Menunggu Pandemi Mereda, Pelantikan Pengurus Pospera Simalungun Ditunda

Hingga sore hari, ketinggian air masih bertahan antara 30-80 cm, warga masih bertahan di rumahnya masing-masing meskipun pemerintah menyiapkan tenda darurat di tengah jalan untuk ditinggali warga.

Meskipun Dinas Sosial telah menyediakan tenda darurat untuk korban banjir, namun banyak warga yang tak kebagian tenda penampungan karena luasnya wilayah yang terdampak.

Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Asahan, Sumatera Utara (Sumut)  menghimbau warga khususnya di dua desa di Kecamatan Simpang Empat agar waspada terhadap naiknya permukaan air diakibatkan luapan sungai.

“Banjir di Kecamatan Simpang Empat, ada dua desa. Desa Sei Dua Hulu terdampak 15 dusun dan desa Sei Lama 1 dusun, total ada 1.587 kepala keluarga atau lebih dari 6 ribu jiwa yang terdampak,” kata Kepala BPBD Asahan, Asrul Wahid kepada wartawan, Senin lalu (29/11/2021).

Asrul menjelaskan berdasarkan data informasi peringatan dini yang dikelola pohaknya potensi hujan beberapa hari ke depan masih berpeluang memberikan ancaman bencana banjir yang lebih parah.

Dikatakannya, saat ini, Desa Sei Dua Hulu Kecamatan Simpang Empat masih terjadi luapan air Sungai Asahan selama hampir sepekan dan ketinggian air relatif, diperkirakan akan terus naik jika hujan tiba. (Per)

 

iklanpemko
iklanpemko
iklanpemko

Most Read

Artikel Terbaru

/