23.9 C
Medan
Monday, December 5, 2022

Mahasiswa KKNT UNA Gotong Royong Bersihkan Rumah Ibadah

ASAHAN, METRODAILY – Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) merupakan suatu bentuk pendidikan dengan cara memberikan pengalaman belajar kepada mahasiswa untuk hidup di tengah masyarakat di luar kampus. Para mahasiswa ini diminta untuk berbaur bersama masyarakat untuk mengembangkan potensi di desa.

Seperti halnya yang dilakuan oleh mahasiswa dari Universitas Asahan (UNA) dari Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP) yang sedang menempuh KKNT di Desa Simpang Empat Kecamatan Simpang Empat yang digelar sejak 28 September hingga 8 Oktober 2022.

Mereka berbaur bersama masyarakat, dan forum koordinasi pimpinan kecamatan (Forkopicam) menggelar kegiatan gotong royong disejumlah rumah ibadah dan fasilitas publik lainnya pada Jumat (30/9) kemarin.

Ketua tim dari mahasiswa KKNT, M Akbar mengatakan gotong royong yang dilakukan tersebut diharapkan bisa memberikan contoh kepada masyarakat untuk kembali membudayakan Jumat bersih.

“Gotong – royong juga merupakan identitas masyarakat Indonesia. Kami melakukan bersih-bersih di semua rumah ibadah dengan harapan bisa memberikan contoh kebersamaan dan toleransi di masyarakat,” kata Akbar.

Baca Juga :  Mahasiswa UNA Didorong Tingkatkan Potensi Ekonomi Masyarakat, Caranya...

Dalam kesempatan yang sama, mahasiswa KKNT UNA 2022 terebut didampingi oleh dosen pembimbing lapangan, Dr Sri Rahayu SPd, tampak turut serta dalam kegiatan gotong royong di Vihara Magga Dhamma.

Sementara itu Camat Simpang Empat, Umar SP MM didampingi Plt Kepala Desa Ahmad Fauzi menyatakan di Desa Simpang Empat terdapat satu Kampung Pancasila yang beberapa waktu lalu telah diresmikan oleh Pemerintah Kabupaten Asahan.

Kampung Pancasila ini merupakan julukan untuk desa yang di jadikan sebagai implementasi dari nilai-nilai Pancasila dan sebagai contoh dalam penerapan nilai luhur Pancasila dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat.

“Dibentuk Kampung Pancasila karena kerukunan antarumat beragama di Desa Simpang Empat sudah ada sejak lama dan terus terpelihara hingga saat ini. Kehadiran mahasiswa KKNT dari Universitas Asahan di Desa ini menambah semangat dan motivasi masyarakat untuk melestarikan budaya gotong royong,” tambahnya.(Per)

ASAHAN, METRODAILY – Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) merupakan suatu bentuk pendidikan dengan cara memberikan pengalaman belajar kepada mahasiswa untuk hidup di tengah masyarakat di luar kampus. Para mahasiswa ini diminta untuk berbaur bersama masyarakat untuk mengembangkan potensi di desa.

Seperti halnya yang dilakuan oleh mahasiswa dari Universitas Asahan (UNA) dari Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP) yang sedang menempuh KKNT di Desa Simpang Empat Kecamatan Simpang Empat yang digelar sejak 28 September hingga 8 Oktober 2022.

Mereka berbaur bersama masyarakat, dan forum koordinasi pimpinan kecamatan (Forkopicam) menggelar kegiatan gotong royong disejumlah rumah ibadah dan fasilitas publik lainnya pada Jumat (30/9) kemarin.

Ketua tim dari mahasiswa KKNT, M Akbar mengatakan gotong royong yang dilakukan tersebut diharapkan bisa memberikan contoh kepada masyarakat untuk kembali membudayakan Jumat bersih.

“Gotong – royong juga merupakan identitas masyarakat Indonesia. Kami melakukan bersih-bersih di semua rumah ibadah dengan harapan bisa memberikan contoh kebersamaan dan toleransi di masyarakat,” kata Akbar.

Baca Juga :  Dosen LPM UNA Ikuti Pelatihan Penyusunan Dokumen dan Auditor

Dalam kesempatan yang sama, mahasiswa KKNT UNA 2022 terebut didampingi oleh dosen pembimbing lapangan, Dr Sri Rahayu SPd, tampak turut serta dalam kegiatan gotong royong di Vihara Magga Dhamma.

Sementara itu Camat Simpang Empat, Umar SP MM didampingi Plt Kepala Desa Ahmad Fauzi menyatakan di Desa Simpang Empat terdapat satu Kampung Pancasila yang beberapa waktu lalu telah diresmikan oleh Pemerintah Kabupaten Asahan.

Kampung Pancasila ini merupakan julukan untuk desa yang di jadikan sebagai implementasi dari nilai-nilai Pancasila dan sebagai contoh dalam penerapan nilai luhur Pancasila dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat.

“Dibentuk Kampung Pancasila karena kerukunan antarumat beragama di Desa Simpang Empat sudah ada sejak lama dan terus terpelihara hingga saat ini. Kehadiran mahasiswa KKNT dari Universitas Asahan di Desa ini menambah semangat dan motivasi masyarakat untuk melestarikan budaya gotong royong,” tambahnya.(Per)

Most Read

Artikel Terbaru

/