alexametrics
31.7 C
Medan
Thursday, August 11, 2022

iklanpemko
iklanpemko

Penerimaan PPPK Pemprov Sumut Belum Dibuka

MEDAN, METRODAILY.id – Pemprov Sumut tahun ini mendapat kuota penerimaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) sebanyak 10.991, formasi tenaga pengajar (guru) dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Birokrasi Reformasi (Kemenpan RB).
Namun hingga saat ini, pendaftarannya tak kunjung dibuka.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sumut, Faisal Arif Nasution menyebutkan, belum dibukanya penerimaan PPPK Pemprov Sumut berkaitan dengan skema penganggaran.

“Masih menunggu karena ini terkait dengan skema penganggaran juga.
Kami kemarin juga diskusi dengan TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah), Pak Sekda (Afifi Lubis). Apakah terima tahun ini atau tidak?” kata Faisal, Sabtu (3/7/2021).

Faisal menjelaskan, bahwa penggajian bagi setiap PPPK yang lulus seleksi nantinya, dananya bersumber dari APBD. Namun anggarannya dimasukkan melalui Dana Alokasi Umun (DAU).

DAU adalah dana yang harus dialokasikan Pemerintah Pusat kepada setiap Daerah Otonom di Indonesia, termasuk Sumut setiap tahunnya sebagai dana pembangunan. Dan DAU merupakan salah satu komponen belanja pada APBN, serta menjadi salah satu komponen pendapatan pada APBD setiap daerah. Sehingga Faisal menilai, masih perlu pembahasan bersama TAPD untuk menyesuaikan dengan program pembangunan Pemprov Sumut yang telah ditetapkan sebelumnya.

“Nanti saya mau tanya juga dengan pak Sekda. Karena ini berkaitan dengan penggajian juga kan,” ujarnya.

Ditanya kemungkinan terjadi penundaan terhadap penerimaan PPPK di Pemprov Sumut pada tahun ini, Faisal menyebut hal tersebut bisa terjadi. Sebab penerimaan PPPK bergantung dengan kondisi keuangan daerah.

Baca Juga :  6 Kades Terpilih di Parlilitan Gelar Sertijab

“Bisa saja, tergantung kemampuan keuangan kita juga. Tapi sebenarnya ada anggaran DAU yang ditransfer ke kita, tapi akan berpengaruh DAU itu bila dimanfaatkan untuk gaji PPPK.
Memang gaji PPPK itu dana APBN, tapi dititip ke DAU Sumut,” ungkap Faisal.

Ia pun mengaku, berencana untuk kembali menjalin komunikasi dengan Kemenpan RB terkait kuota 10.991 formasi PPPK Pemprov Sumut, apabila akhirnya penerimaannya tidak dilaksanakan pada tahun ini.

“Kalau hangusnya sih tidak. Cuma kami mau komunikasi ke Kemenpan RB, dari 10.991 itu, apakah bisa tidak semua dulu, untuk disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah. Ini yang sedang dilakukan komunikasi,” katanya.

“Apabila tidak bisa katanya, ada pilihan dilaksanakan atau tidak. Artinya tidak, di sini maksudnya di tahun depan. Itu yang akan kami diskusikan dengan TAPD. Jadi saya juga tidak bisa putuskan,” jelas Faisal.

Sebelumnya, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) mengeluarkan Surat Keputusan Nomor 682 Tahun 2021 tentang Penetapan Kebutuhan Pegawaian Aparatur Sipil Negara di Lingkungan Pemprov Sumut TA 2021.
Dalam surat yang ditandatangani Menpar RB Tjahjo Kumolo tersebut, tertulis bahwa rincian penerimaan PPPK di Sumut sebanyak 10.991 formasi yang seluruhnya untuk tenaga pengajar. (tmc)

MEDAN, METRODAILY.id – Pemprov Sumut tahun ini mendapat kuota penerimaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) sebanyak 10.991, formasi tenaga pengajar (guru) dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Birokrasi Reformasi (Kemenpan RB).
Namun hingga saat ini, pendaftarannya tak kunjung dibuka.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sumut, Faisal Arif Nasution menyebutkan, belum dibukanya penerimaan PPPK Pemprov Sumut berkaitan dengan skema penganggaran.

“Masih menunggu karena ini terkait dengan skema penganggaran juga.
Kami kemarin juga diskusi dengan TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah), Pak Sekda (Afifi Lubis). Apakah terima tahun ini atau tidak?” kata Faisal, Sabtu (3/7/2021).

Faisal menjelaskan, bahwa penggajian bagi setiap PPPK yang lulus seleksi nantinya, dananya bersumber dari APBD. Namun anggarannya dimasukkan melalui Dana Alokasi Umun (DAU).

DAU adalah dana yang harus dialokasikan Pemerintah Pusat kepada setiap Daerah Otonom di Indonesia, termasuk Sumut setiap tahunnya sebagai dana pembangunan. Dan DAU merupakan salah satu komponen belanja pada APBN, serta menjadi salah satu komponen pendapatan pada APBD setiap daerah. Sehingga Faisal menilai, masih perlu pembahasan bersama TAPD untuk menyesuaikan dengan program pembangunan Pemprov Sumut yang telah ditetapkan sebelumnya.

“Nanti saya mau tanya juga dengan pak Sekda. Karena ini berkaitan dengan penggajian juga kan,” ujarnya.

Ditanya kemungkinan terjadi penundaan terhadap penerimaan PPPK di Pemprov Sumut pada tahun ini, Faisal menyebut hal tersebut bisa terjadi. Sebab penerimaan PPPK bergantung dengan kondisi keuangan daerah.

Baca Juga :  6 Kades Terpilih di Parlilitan Gelar Sertijab

“Bisa saja, tergantung kemampuan keuangan kita juga. Tapi sebenarnya ada anggaran DAU yang ditransfer ke kita, tapi akan berpengaruh DAU itu bila dimanfaatkan untuk gaji PPPK.
Memang gaji PPPK itu dana APBN, tapi dititip ke DAU Sumut,” ungkap Faisal.

Ia pun mengaku, berencana untuk kembali menjalin komunikasi dengan Kemenpan RB terkait kuota 10.991 formasi PPPK Pemprov Sumut, apabila akhirnya penerimaannya tidak dilaksanakan pada tahun ini.

“Kalau hangusnya sih tidak. Cuma kami mau komunikasi ke Kemenpan RB, dari 10.991 itu, apakah bisa tidak semua dulu, untuk disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah. Ini yang sedang dilakukan komunikasi,” katanya.

“Apabila tidak bisa katanya, ada pilihan dilaksanakan atau tidak. Artinya tidak, di sini maksudnya di tahun depan. Itu yang akan kami diskusikan dengan TAPD. Jadi saya juga tidak bisa putuskan,” jelas Faisal.

Sebelumnya, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) mengeluarkan Surat Keputusan Nomor 682 Tahun 2021 tentang Penetapan Kebutuhan Pegawaian Aparatur Sipil Negara di Lingkungan Pemprov Sumut TA 2021.
Dalam surat yang ditandatangani Menpar RB Tjahjo Kumolo tersebut, tertulis bahwa rincian penerimaan PPPK di Sumut sebanyak 10.991 formasi yang seluruhnya untuk tenaga pengajar. (tmc)

iklan-usi
iklanpemko
iklanpemko
iklan-usi

Most Read

Artikel Terbaru

/