alexametrics
27.5 C
Medan
Thursday, August 18, 2022

iklanpemko
iklanpemko

Pinangsori Membara, 6 Unit Rumah Terbakar

iklan-usi

TAPTENG, METRODAILY.id – Sebanyak 28 jiwa kehilangan tempat tinggal setelah 6 pintu rumah kontrakan di Lingkungan III Kelurahan Albion Prancis, Kecamatan Pinangsori, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), ludes dilalap sijago merah. Tragisnya, 2 dari 28 korban yang kehilangan tempat tinggal merupakan penyandang disabilitas netra.

Peristiwa kebakaran yang menghanguskan rumah kontarakan semi permanen milik Jamoren Banjarnahor (64) ini terjadi, Senin (2/8), sekitar pukul 14.30 WIB. Walau tidak ada korban jiwa, namun seluruh isi rumah yang dihuni 8 KK (kepala keluarga) ini tidak ada yang tersisa. Kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

“Hanya baju yang melekat di badan inilah yang tinggal,” kata Hamonangan Tarihoran (30), salah seorang korban.

Ayah dua anak ini menyebutkan, pada saat kejadian ia tidak berada di rumah. Beruntung ibunya, Rumantauli Simanjuntak (63), dan adiknya febridawati Tarihoran (25) berhasil menyelamatkan anak-anak dan istrinya yang merupakan penyandang disabilitas netra.

“Saya mengetahui setelah dikabari lewat telepon. Saat kejadian saya sedang bekerja di tempat lain,” lirihnya.

Korban lain, Hendri Adi Amin Harahap (41) menceritakan, awal kebakaran terjadi dirinya bersama istri sedang menunggu angkutan umum di pinggir jalan raya, yang jaraknya sekitar 50 meter dari lokasi kebakaran. Ia baru mengetahui setelah mendengar teriakan kebakaran. Spontan ia berlari menuju kediamannya dan melihat api merembes ke bagian atas salah satu rumah kontrakan.

Dibantu beberapa warga dan dengan peralatan seadanya, Hendri berupaya memadamkan api. Namun kobaran api di bagian atas menyulitkan mereka untuk menjinakkan si jago merah. Kontruksi bangunan yang mayoritas terbuat dari kayu mempermudah api membakar setiap sudut ruangan. Dua unit mobil pemadam kebakaran yang diterjunkan, tidak bisa berbuat banyak. Amukan api yang hanya hitungan menit ini keburu membakar seluruh rumah.

Baca Juga :  Dugaan Korupsi Dana Desa Sibualbuali, Inspektorat Dinilai Tidak Transparan

“Bagian depan atas yang duluan terbakar. Kemungkinan korsleting arus pendek. Hanya sekitar 15 menit semuanya hangus,” katanya dengan nada sedih.

Foto: Zatam/New Tapanuli
6 pintu rumah kontrakan yang tinggal puing-puing berserakan.

Terpisah, Kapolsek Pinangsori, Iptu Kando Hutagalung, yang dikonfirmasi melalui sambungan seluler menyebutkan, jika pihaknya masih melakukan penyelidikan. Namun dari keterangan saksi sambung Kando, penyebab kebakaran dikarenakan korsleting arus pendek di atas ruangan tamu rumah yang di tempati Marusaha Marbun

Kando mengungkapkan, saat kejadian, Engel Marbun, anak Marusaha Marbun, sedang bermain handphone di ruang tamu. Tiba-tiba ia melihat api yang sudah membesar di atas rumah yang ditempati mereka. Melihat api tersebut, Engel meminta tolong kepada tetangga dengan berteriak ‘kebakaran’.

Warga yang mendengar teriakan langsung melakukan upaya pemadaman. Upaya pemadaman dengan peralatan seadanya terkendala oleh sumber air yang tidak memadai. Angin yang berhembus kencang semakin mempercepat kobaran api melahap seluruh rumah kontrakan yang berdempet.

“Sekitar pukul 15.30 WIB api baru dapat dijinakkan, setelah dua unit mobil damkar diterjunkan ke lokasi,” ujar Kando.

Berikut nama 8 Kepala Keluarga (KK) yang menjadi korban peristiwa kebakaran, Hamonangan Tarihoran (30), Rumantauli Simanjuntak (63), Febridawati Tarihoran (25), Marusaha Marbun (58), Arifin Waruwu (48), Hendri Adi Amin Harahap (41), Doharta Hutauruk (45), Faoziduhu Halawa (40). (ztm) 

TAPTENG, METRODAILY.id – Sebanyak 28 jiwa kehilangan tempat tinggal setelah 6 pintu rumah kontrakan di Lingkungan III Kelurahan Albion Prancis, Kecamatan Pinangsori, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), ludes dilalap sijago merah. Tragisnya, 2 dari 28 korban yang kehilangan tempat tinggal merupakan penyandang disabilitas netra.

Peristiwa kebakaran yang menghanguskan rumah kontarakan semi permanen milik Jamoren Banjarnahor (64) ini terjadi, Senin (2/8), sekitar pukul 14.30 WIB. Walau tidak ada korban jiwa, namun seluruh isi rumah yang dihuni 8 KK (kepala keluarga) ini tidak ada yang tersisa. Kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

“Hanya baju yang melekat di badan inilah yang tinggal,” kata Hamonangan Tarihoran (30), salah seorang korban.

Ayah dua anak ini menyebutkan, pada saat kejadian ia tidak berada di rumah. Beruntung ibunya, Rumantauli Simanjuntak (63), dan adiknya febridawati Tarihoran (25) berhasil menyelamatkan anak-anak dan istrinya yang merupakan penyandang disabilitas netra.

“Saya mengetahui setelah dikabari lewat telepon. Saat kejadian saya sedang bekerja di tempat lain,” lirihnya.

Korban lain, Hendri Adi Amin Harahap (41) menceritakan, awal kebakaran terjadi dirinya bersama istri sedang menunggu angkutan umum di pinggir jalan raya, yang jaraknya sekitar 50 meter dari lokasi kebakaran. Ia baru mengetahui setelah mendengar teriakan kebakaran. Spontan ia berlari menuju kediamannya dan melihat api merembes ke bagian atas salah satu rumah kontrakan.

Dibantu beberapa warga dan dengan peralatan seadanya, Hendri berupaya memadamkan api. Namun kobaran api di bagian atas menyulitkan mereka untuk menjinakkan si jago merah. Kontruksi bangunan yang mayoritas terbuat dari kayu mempermudah api membakar setiap sudut ruangan. Dua unit mobil pemadam kebakaran yang diterjunkan, tidak bisa berbuat banyak. Amukan api yang hanya hitungan menit ini keburu membakar seluruh rumah.

Baca Juga :  Dugaan Korupsi Dana Desa Sibualbuali, Inspektorat Dinilai Tidak Transparan

“Bagian depan atas yang duluan terbakar. Kemungkinan korsleting arus pendek. Hanya sekitar 15 menit semuanya hangus,” katanya dengan nada sedih.

Foto: Zatam/New Tapanuli
6 pintu rumah kontrakan yang tinggal puing-puing berserakan.

Terpisah, Kapolsek Pinangsori, Iptu Kando Hutagalung, yang dikonfirmasi melalui sambungan seluler menyebutkan, jika pihaknya masih melakukan penyelidikan. Namun dari keterangan saksi sambung Kando, penyebab kebakaran dikarenakan korsleting arus pendek di atas ruangan tamu rumah yang di tempati Marusaha Marbun

Kando mengungkapkan, saat kejadian, Engel Marbun, anak Marusaha Marbun, sedang bermain handphone di ruang tamu. Tiba-tiba ia melihat api yang sudah membesar di atas rumah yang ditempati mereka. Melihat api tersebut, Engel meminta tolong kepada tetangga dengan berteriak ‘kebakaran’.

Warga yang mendengar teriakan langsung melakukan upaya pemadaman. Upaya pemadaman dengan peralatan seadanya terkendala oleh sumber air yang tidak memadai. Angin yang berhembus kencang semakin mempercepat kobaran api melahap seluruh rumah kontrakan yang berdempet.

“Sekitar pukul 15.30 WIB api baru dapat dijinakkan, setelah dua unit mobil damkar diterjunkan ke lokasi,” ujar Kando.

Berikut nama 8 Kepala Keluarga (KK) yang menjadi korban peristiwa kebakaran, Hamonangan Tarihoran (30), Rumantauli Simanjuntak (63), Febridawati Tarihoran (25), Marusaha Marbun (58), Arifin Waruwu (48), Hendri Adi Amin Harahap (41), Doharta Hutauruk (45), Faoziduhu Halawa (40). (ztm) 

iklanpemko
iklanpemko
iklanpemko

Most Read

Artikel Terbaru

/