alexametrics
25.7 C
Medan
Saturday, August 20, 2022

iklanpemko
iklanpemko

Heboh Pembongkaran Makam SM Raja XII di Parlilitan

Ambil Tanah Makam untuk Tambak Pengawal SM Raja

iklan-usi

HUMBAHAS, METRODAILY – Warga Desa Sionom Hudon (Sion) Sibulbulon Kecamatan Parlilitan, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) baru-baru ini digegerkan oleh isu pembongkaran sebuah makam yang dilakukan oleh rombongan orang tak dikenal, Jumat (1/7/2022) lalu.

Makam yang berlokasi di Dusun Sitapongan, Desa Sion Sibulbulon itu diyakini oleh masyarakat setempat sebagai makam Raja Sisingamangaraja XII.

Rombongan yang berjumlah sebelas orang menggunakan minibus L300 kemudian ditahan oleh warga dan kemudian diamankan di Mapolsek Parlilitan.

Kabar itu juga beredar di media sosial dan sontak menuai berbagai komentar.

Namun setelah diadakan mediasi di Mapolsek Parlilitan, Sabtu (2/7/2022) ternyata rombongan orang tak dikenal itu tidak melakukan pembongkaran.

Kapolsek Parlilitan IPTU J.H Turnip, S.E menjelaskan bahwa  mereka adalah keluarga bermarga Simanullang yang sedang ziarah ke makam yang diyakini makam Sisingamangaraja XII. Kemudian mengambil segenggam tanah dimasukkan ke dalam peti saring-saring (peti kecil berbentuk peti jenazah yang biasa dilakukan orang batak untuk tulangbelulang leluhur yang digali, red) untuk kebutuhan ritual lelurnya di Matiti.
Hanya saja, mereka tidak permisi dari warga ataupun pemerintah setempat saat melakukan hal tersebut.

“Mereka datang ziarah ke makam Sisingamangaraja XII sekaligus mengambil tanah 1 gengam sebagai syarat untuk melakukan ritual adat di Desa Matiti. Selanjutnya tanah tersebut di bungkus didalam kain putih dan dimasukan ke dalam dua peti yang disediakan oleh J.R. Manullang,” ujar JH Turnip.

JR Manullang salahseorang yang ikut dalam rombongan tersebut. Dia merupakan meluarga Simanullang berasal dari Matiti warga Bandar Lampung.

Baca Juga :  Ketua Golkar Sumut Bantu Korban Kebakaran Sibolga

Lebih lanjut JH Turnip menuturkan, setelah hal tersebut diketahui oleh masyarakat Dusun Ambalo, karna tidak minta izin mereka dinyatakan menyalahi aturan adat setempat. Manullang dan keluarga menyalahi aturan adat di daerah tersebut.

“Karena J.R Manullang tidak ada meminta izin dari pemerintah setempat dan tokoh adat di daerah tersebut, sehingga terjadi perdebatan antara masyarakat Dusun Hambalo Desa Sion Sibulbulan dengan Pihak J.R Manullang,” tandasnya.

Pada pukul 21.00 wib Kapolsek Parlilitan berserta anggota mendatangi lokasi perdebatan antara masyarakat dengan J.R Manullang.

Peti Jenazah yang dibawa sata ziarah ke Makam Sisingamangaraja di Parlilitan, Humbahas, Sumatera Utara.

Agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan Pihak Polsek Parlilitan mengamankan J.R Manullang beserta keluarga ke Mapolsek Parlilitan.

Setelah diadakan mediasi oleh Kapolsek bersama unsur-unsur terkait, kedua dua belah pihak sepakat untuk berdamai secara adat.

Sementara itu JR Manullang mengatakan, tanah tersebut akan dimasukkan ke simin/tambak leluhurnya di Desa Matiti yang sudah dibangun padaTahun 1991.

Dikatakan, Tambak keluarga leluhurnya, yakni OP Mombang Simanullang sudah lama dibangun. Dan, diisi dengan saring-saring (tulang belulang) leluhurnya sesuai tempat dan urutannya.

Namun masih ada yang kosong, karna salahsatu oppungnya dulu merupakan pangalima Sisingamangaraja dan dimakamkan di tempat di mana Sisingamangaraja XII dimakamkan.

Karenanya mereka mengambil tanah dari sana dan dimasukkan dalam peti untuk selanjutnya dimasukkan ke simin atau tambak leluhurnya.

Hal keberadaan tambak dan kesaksian JR Mnullang dibenarkan oleh Jaulim Simanullang. Jaulim yang juga Kadis Perhubungan Humbahas tersebut hadir pada acara mediasi karna
memiliki hubungan keluarga dengan JR Simanullang. (sht)

HUMBAHAS, METRODAILY – Warga Desa Sionom Hudon (Sion) Sibulbulon Kecamatan Parlilitan, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) baru-baru ini digegerkan oleh isu pembongkaran sebuah makam yang dilakukan oleh rombongan orang tak dikenal, Jumat (1/7/2022) lalu.

Makam yang berlokasi di Dusun Sitapongan, Desa Sion Sibulbulon itu diyakini oleh masyarakat setempat sebagai makam Raja Sisingamangaraja XII.

Rombongan yang berjumlah sebelas orang menggunakan minibus L300 kemudian ditahan oleh warga dan kemudian diamankan di Mapolsek Parlilitan.

Kabar itu juga beredar di media sosial dan sontak menuai berbagai komentar.

Namun setelah diadakan mediasi di Mapolsek Parlilitan, Sabtu (2/7/2022) ternyata rombongan orang tak dikenal itu tidak melakukan pembongkaran.

Kapolsek Parlilitan IPTU J.H Turnip, S.E menjelaskan bahwa  mereka adalah keluarga bermarga Simanullang yang sedang ziarah ke makam yang diyakini makam Sisingamangaraja XII. Kemudian mengambil segenggam tanah dimasukkan ke dalam peti saring-saring (peti kecil berbentuk peti jenazah yang biasa dilakukan orang batak untuk tulangbelulang leluhur yang digali, red) untuk kebutuhan ritual lelurnya di Matiti.
Hanya saja, mereka tidak permisi dari warga ataupun pemerintah setempat saat melakukan hal tersebut.

“Mereka datang ziarah ke makam Sisingamangaraja XII sekaligus mengambil tanah 1 gengam sebagai syarat untuk melakukan ritual adat di Desa Matiti. Selanjutnya tanah tersebut di bungkus didalam kain putih dan dimasukan ke dalam dua peti yang disediakan oleh J.R. Manullang,” ujar JH Turnip.

JR Manullang salahseorang yang ikut dalam rombongan tersebut. Dia merupakan meluarga Simanullang berasal dari Matiti warga Bandar Lampung.

Baca Juga :  Heboh! Tanah Makam SM Raja Diambil, Dimasukkan ke Peti Jenazah

Lebih lanjut JH Turnip menuturkan, setelah hal tersebut diketahui oleh masyarakat Dusun Ambalo, karna tidak minta izin mereka dinyatakan menyalahi aturan adat setempat. Manullang dan keluarga menyalahi aturan adat di daerah tersebut.

“Karena J.R Manullang tidak ada meminta izin dari pemerintah setempat dan tokoh adat di daerah tersebut, sehingga terjadi perdebatan antara masyarakat Dusun Hambalo Desa Sion Sibulbulan dengan Pihak J.R Manullang,” tandasnya.

Pada pukul 21.00 wib Kapolsek Parlilitan berserta anggota mendatangi lokasi perdebatan antara masyarakat dengan J.R Manullang.

Peti Jenazah yang dibawa sata ziarah ke Makam Sisingamangaraja di Parlilitan, Humbahas, Sumatera Utara.

Agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan Pihak Polsek Parlilitan mengamankan J.R Manullang beserta keluarga ke Mapolsek Parlilitan.

Setelah diadakan mediasi oleh Kapolsek bersama unsur-unsur terkait, kedua dua belah pihak sepakat untuk berdamai secara adat.

Sementara itu JR Manullang mengatakan, tanah tersebut akan dimasukkan ke simin/tambak leluhurnya di Desa Matiti yang sudah dibangun padaTahun 1991.

Dikatakan, Tambak keluarga leluhurnya, yakni OP Mombang Simanullang sudah lama dibangun. Dan, diisi dengan saring-saring (tulang belulang) leluhurnya sesuai tempat dan urutannya.

Namun masih ada yang kosong, karna salahsatu oppungnya dulu merupakan pangalima Sisingamangaraja dan dimakamkan di tempat di mana Sisingamangaraja XII dimakamkan.

Karenanya mereka mengambil tanah dari sana dan dimasukkan dalam peti untuk selanjutnya dimasukkan ke simin atau tambak leluhurnya.

Hal keberadaan tambak dan kesaksian JR Mnullang dibenarkan oleh Jaulim Simanullang. Jaulim yang juga Kadis Perhubungan Humbahas tersebut hadir pada acara mediasi karna
memiliki hubungan keluarga dengan JR Simanullang. (sht)

iklanpemko
iklanpemko
iklanpemko

Most Read

Artikel Terbaru

/