alexametrics
31.7 C
Medan
Thursday, August 11, 2022

iklanpemko
iklanpemko

Kasus Covid-19 di Tanjungbalai Meningkat

Ketua DPC GAMKI Kota Tanjungbalai, Rinto Sihombing SH.(Vino/Metro Asahan)

TANJUNGBALAI,METRODAILY.id-Menanggapi kasus Covid-19 di Tanjungbalai yang kian meningkat, Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Kota Tanjungbalai meminta pemerintah daerah, dalam hal ini Pemko Tanjungbalai harus lebih tegas dalam penegakan protokol kesehatan (Prokes).

“Dari data kasus Covid-19 di Tanjungbalai, sampai hari ini yang terkonfirmasi sudah mencapai 168 orang. Jumlah itu terus bertambah dari hari sebelumnya. Jadi sudah seharusnya pemerintah lebih tegas lagi dalam memberlakukan penegakan disiplin Prokes di Tanjungbalai,” kata Ketua DPC GAMKI, Rinto Sihombing SH, menanggapi perkembangan kasus Covid-19 di Tanjungbalai ketika ditemui di kantornya, Kamis (3/6).

Menurut Rinto, tingkat kesadaran masyarakat akan bahaya pandemi Covid-19 saat ini masih tergolong rendah, sehingga dibutuhkan sikap pemerintah maupun stakeholder yang terlibat dalam penegakan prokes untuk lebih ekstra lagi dalam menekan kasus Covid-19 di Kota  Tanjungbalai.

“Pemerintah telah memberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro yang melibatkan stakeholder, dengan tujuan untuk menekan kasus Covid-19. Namun kita lihat, fungsi PPKM mikro yakni, pencegahan, penanganan, pembinaan, dan pendukung operasional penanganan Covid-19 mulai tingkat kelurahan sampai tingkat kota di Tanjungbalai ini belum maksimal terlaksana,” ucapnya.

Rinto juga menyayangkan sikap Pemko Tanjungbalai yang sampai saat ini belum mengeluarkan instruksi Walikota terkait pembatasan kegiatan masyarakat. Sementara instruksi itu terkait tindak lanjut hasil rapat kordinasi kepala daerah bersama Forkopimda se- Indonesia yang dilaksanakan secara virtual pada 17 Mei 2021 kemarin yang dipimpin Presiden RI dan juga tindak lanjut dari intruksi Gubernur Sumatera Utara nomor 188.54/14/INST 2021 tanggal 17 Mei 2021.

Baca Juga :  Ribuan Warga Hadiri Perayaan Paskah di Manduamas

“Jika pandemi Covid-19 ini dianggap sebagai masalah yang serius, maka Pemko Tanjungbalai harus segera bertindak. Sementara sampai saat ini kita belum melihat adanya instruksi Walikota tindak lanjut dari instruksi Gubernur Sumut terkait pembatasan kegiatan masyarakat. Padahal di situasi saat ini, ketegasan pemerintah sangat penting dalam menekan angka kasus Covid-19 di Tanjungbalai ini kedepannya. Jika tidak, maka jumlah itu akan terus meningkat,” ucapnya.

“Dan sebagai pemuda, GAMKI selama ini telah turun ke masyarakat mensosialisasikan penerapan Prokes. Kami juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mematuhi protokol kesehatan Covid-19 saat melakukan aktivitasnya sehari-hari. Namun di atas dari segala upaya itu, mari kita doakan agar masalah pandemi Covid-19 segera berakhir. Amin, ” pungkas Rinto mengakhiri tanggapannya. (VINO)

Ketua DPC GAMKI Kota Tanjungbalai, Rinto Sihombing SH.(Vino/Metro Asahan)

TANJUNGBALAI,METRODAILY.id-Menanggapi kasus Covid-19 di Tanjungbalai yang kian meningkat, Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Kota Tanjungbalai meminta pemerintah daerah, dalam hal ini Pemko Tanjungbalai harus lebih tegas dalam penegakan protokol kesehatan (Prokes).

“Dari data kasus Covid-19 di Tanjungbalai, sampai hari ini yang terkonfirmasi sudah mencapai 168 orang. Jumlah itu terus bertambah dari hari sebelumnya. Jadi sudah seharusnya pemerintah lebih tegas lagi dalam memberlakukan penegakan disiplin Prokes di Tanjungbalai,” kata Ketua DPC GAMKI, Rinto Sihombing SH, menanggapi perkembangan kasus Covid-19 di Tanjungbalai ketika ditemui di kantornya, Kamis (3/6).

Menurut Rinto, tingkat kesadaran masyarakat akan bahaya pandemi Covid-19 saat ini masih tergolong rendah, sehingga dibutuhkan sikap pemerintah maupun stakeholder yang terlibat dalam penegakan prokes untuk lebih ekstra lagi dalam menekan kasus Covid-19 di Kota  Tanjungbalai.

“Pemerintah telah memberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro yang melibatkan stakeholder, dengan tujuan untuk menekan kasus Covid-19. Namun kita lihat, fungsi PPKM mikro yakni, pencegahan, penanganan, pembinaan, dan pendukung operasional penanganan Covid-19 mulai tingkat kelurahan sampai tingkat kota di Tanjungbalai ini belum maksimal terlaksana,” ucapnya.

Rinto juga menyayangkan sikap Pemko Tanjungbalai yang sampai saat ini belum mengeluarkan instruksi Walikota terkait pembatasan kegiatan masyarakat. Sementara instruksi itu terkait tindak lanjut hasil rapat kordinasi kepala daerah bersama Forkopimda se- Indonesia yang dilaksanakan secara virtual pada 17 Mei 2021 kemarin yang dipimpin Presiden RI dan juga tindak lanjut dari intruksi Gubernur Sumatera Utara nomor 188.54/14/INST 2021 tanggal 17 Mei 2021.

Baca Juga :  Kasus Suntik Vaksin Kosong ke Siswa SD, Langgar Etik dan Pidana

“Jika pandemi Covid-19 ini dianggap sebagai masalah yang serius, maka Pemko Tanjungbalai harus segera bertindak. Sementara sampai saat ini kita belum melihat adanya instruksi Walikota tindak lanjut dari instruksi Gubernur Sumut terkait pembatasan kegiatan masyarakat. Padahal di situasi saat ini, ketegasan pemerintah sangat penting dalam menekan angka kasus Covid-19 di Tanjungbalai ini kedepannya. Jika tidak, maka jumlah itu akan terus meningkat,” ucapnya.

“Dan sebagai pemuda, GAMKI selama ini telah turun ke masyarakat mensosialisasikan penerapan Prokes. Kami juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mematuhi protokol kesehatan Covid-19 saat melakukan aktivitasnya sehari-hari. Namun di atas dari segala upaya itu, mari kita doakan agar masalah pandemi Covid-19 segera berakhir. Amin, ” pungkas Rinto mengakhiri tanggapannya. (VINO)

iklan-usi
iklanpemko
iklanpemko
iklan-usi

Most Read

Artikel Terbaru

/