alexametrics
23.9 C
Medan
Saturday, August 13, 2022

iklanpemko
iklanpemko

Dinilai Politis, Ormawa Tolak Ikut Demo Protes Tari Ular Waria

MADINA, METRODAILY – Beberapa organisasi kemahasiswaan di Kabupaten Mandailing Natal, menyatakan sikap tidak ikut dalam demo yang direncanakan digelar, Jumat (4/2/2022), hari ini.

Ormawa yang menyatakan sikap itu adalah Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), DPP Ikatan Mahasiswa Muslim Madina (IM3), seluruh pengurus Presiden Mahasiswa (Presma) pada Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Madina dan Koalisi Mahasiswa Pergerakan (Kompak) Madina.

Sementara itu dari informasi bahwa ada 4 titik lokasi aksi terkait acara ulang tahun Rihanna tersebut yakni ke Kantor Bupati, DPRD, Polres dan Sektertariat Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Diketahui, tujuan demo tersebut adalah untuk mendesak pemerintah dan aparat kepolisian mengusut peristiwa pada Selasa malam 18 Januari lalu acara pesta ulang tahun Iqbal alias Rihanna yang menampilkan atraksi tari ular di salah satu restoran di Kecamatan Panyabungan.

Ketua HMI Madina Riswan Nasution kepada wartawan, Senin (2/2/2022) menegaskan tidak akan terlibat dalam aksi tersebut. Ia menilai, turun ke jalan merupakan hal yang tidak sesuai karena adanya politisasi.

“Bukan kita tidak benci dengan aksi tari ular tersebut, tetapi kita sangat mengutuknya. Apabila nanti ada oknum mahasiswa mengatasnamakan kader HMI yang terlibat dalam aksi itu, kita akan melakukan pertimbangan terhadapnya,” kata Riswan.

Hal senada disampaikan Ketua IM3, Mahfuz Rosyadi Lubis SH. Dia mengimbau semua kader agar tidak ikut terlibat dalam aksi mengatasnamakan AMAK ini.

“Kami sudah membahas secara matang apa tujuan aksi tersebut. Semua kader IMM sepakat tidak ikut turun ke jalan, akan tetapi si Iqbal kami tetap mengutuk keras dan harus di tindak sesuai dengan undang-undang yang berlaku, maupun secara adat istiadat di daerah ini,” imbuhnya.

Baca Juga :  Amin Koktong Bantah Serobot Gang Kebakaran

Ketua PMII, Ali Musa Nasution juga mengaku telah memberitahukan semua kader untuk tidak terlibat.

“Kita ingin semua kondusif, jika ingin melakukan tuntutan, kita lapor saja ke Aparat Penegak Hukum (APH). Kami tak mau nanti nama mahasiswa di Madina dibawa-bawa dalam aksi itu,” ucapnya.

Presma STAIN, Budi Santoso SH menyampaikan kepada seluruh mahasiswa dan pengurus untuk tidak terlibat dalam aksi tersebut.

“Aksi ini jangan digunakan sebagai dari pihak atau elit-elit yang tak bertanggungjawab, sehingga menyerang atau ada korban terhadap Ketua DPRD Madina. Seharusnya kita harus bangga kepada beliau yang tidak memandang siapapun yang mengundangnya. Pak Erwin kan hadir sebagai yang dianggap pengganti orang tua,” tegas Budi Santoso.

Ketua IMM Sulhan Batubara SH berharap kepada Iqbal yang sudah meminta maaf agar tidak mengulangi perbuatannya itu lagi, karena merusak citra daerah yang dikenal Kota Santri dan juga Serambi Makkahnya Sumatera Utara.

“Kita dari IMM juga tak ikut turun ke jalan. Semoga Iqbal mendapat hidayah dari Allah SWT untuk merubah sikap dan perbuatannya itu,” tutup Sulhan.

Ketua Kompak Madina, Taufik Pulungan juga menekankan kepada seluruh kader dan mahasiswa di Madina untuk sama-sama bijak menilai apa tujuan aksi tersebut. (int)

MADINA, METRODAILY – Beberapa organisasi kemahasiswaan di Kabupaten Mandailing Natal, menyatakan sikap tidak ikut dalam demo yang direncanakan digelar, Jumat (4/2/2022), hari ini.

Ormawa yang menyatakan sikap itu adalah Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), DPP Ikatan Mahasiswa Muslim Madina (IM3), seluruh pengurus Presiden Mahasiswa (Presma) pada Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Madina dan Koalisi Mahasiswa Pergerakan (Kompak) Madina.

Sementara itu dari informasi bahwa ada 4 titik lokasi aksi terkait acara ulang tahun Rihanna tersebut yakni ke Kantor Bupati, DPRD, Polres dan Sektertariat Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Diketahui, tujuan demo tersebut adalah untuk mendesak pemerintah dan aparat kepolisian mengusut peristiwa pada Selasa malam 18 Januari lalu acara pesta ulang tahun Iqbal alias Rihanna yang menampilkan atraksi tari ular di salah satu restoran di Kecamatan Panyabungan.

Ketua HMI Madina Riswan Nasution kepada wartawan, Senin (2/2/2022) menegaskan tidak akan terlibat dalam aksi tersebut. Ia menilai, turun ke jalan merupakan hal yang tidak sesuai karena adanya politisasi.

“Bukan kita tidak benci dengan aksi tari ular tersebut, tetapi kita sangat mengutuknya. Apabila nanti ada oknum mahasiswa mengatasnamakan kader HMI yang terlibat dalam aksi itu, kita akan melakukan pertimbangan terhadapnya,” kata Riswan.

Hal senada disampaikan Ketua IM3, Mahfuz Rosyadi Lubis SH. Dia mengimbau semua kader agar tidak ikut terlibat dalam aksi mengatasnamakan AMAK ini.

“Kami sudah membahas secara matang apa tujuan aksi tersebut. Semua kader IMM sepakat tidak ikut turun ke jalan, akan tetapi si Iqbal kami tetap mengutuk keras dan harus di tindak sesuai dengan undang-undang yang berlaku, maupun secara adat istiadat di daerah ini,” imbuhnya.

Baca Juga :  Edy Susanto Saragih: Pandemi Belum Berakhir, Jangan Lupa Pakai Masker

Ketua PMII, Ali Musa Nasution juga mengaku telah memberitahukan semua kader untuk tidak terlibat.

“Kita ingin semua kondusif, jika ingin melakukan tuntutan, kita lapor saja ke Aparat Penegak Hukum (APH). Kami tak mau nanti nama mahasiswa di Madina dibawa-bawa dalam aksi itu,” ucapnya.

Presma STAIN, Budi Santoso SH menyampaikan kepada seluruh mahasiswa dan pengurus untuk tidak terlibat dalam aksi tersebut.

“Aksi ini jangan digunakan sebagai dari pihak atau elit-elit yang tak bertanggungjawab, sehingga menyerang atau ada korban terhadap Ketua DPRD Madina. Seharusnya kita harus bangga kepada beliau yang tidak memandang siapapun yang mengundangnya. Pak Erwin kan hadir sebagai yang dianggap pengganti orang tua,” tegas Budi Santoso.

Ketua IMM Sulhan Batubara SH berharap kepada Iqbal yang sudah meminta maaf agar tidak mengulangi perbuatannya itu lagi, karena merusak citra daerah yang dikenal Kota Santri dan juga Serambi Makkahnya Sumatera Utara.

“Kita dari IMM juga tak ikut turun ke jalan. Semoga Iqbal mendapat hidayah dari Allah SWT untuk merubah sikap dan perbuatannya itu,” tutup Sulhan.

Ketua Kompak Madina, Taufik Pulungan juga menekankan kepada seluruh kader dan mahasiswa di Madina untuk sama-sama bijak menilai apa tujuan aksi tersebut. (int)

iklan-usi
iklanpemko
iklanpemko
iklan-usi

Most Read

Artikel Terbaru

/