alexametrics
31.7 C
Medan
Monday, August 15, 2022

iklanpemko
iklanpemko

Longsor Lagi, Jalan Utama di Kabupaten Simalungun Ini Terancam Putus

iklan-usi

SIMALUNGUN, METRODAILY.id– Jalan provinsi di Nagori Simpang Raya Dasma, Kecamatan Panei, Kabupaten Simalungun, kembali mengalami longsor, Selasa (2/11/2021) dini hari. Kondisi terakhir, badan jalan tersisa sekitar 1 meter lebih. Namun jalan tetap bisa dilintasi kendaraan roda empat, karena ada beram jalan yang dirabat beton sekitar 1 meter.

Pangulu Simpang Raya Dasma Parluhutan Sianipar saat berada di lokasi mengatakan, kondisi jalan semakin sempit sehingga kendaraan yang melintas wajib dituntun warga menghindari kecelakaan lalulintas. Lebar jalan tersisa hanya untuk ukuran satu mobil roda empat, itu pun karena supir agak ragu saat melintas, ada beberapa kendaraan rodanya sempat masuk beram.

“Kita kerahkan warga membantu pengendara yang melintas. Namun untuk truk roda enam bermuatan, disarankan untuk tidak melintas. Karena kondisi jalan yang tertinggal juga sudah mulai retak. Takutnya saat melintas terjadi longsor susulan,” kata Parluhutan.

Baca Juga :  Webinar Literasi Digital Deliserdang Angkat Tema Melawan Pelecehan Seksual di Dunia Maya

Dijelaskan Parluhutan, kondisi ini sudah diketahui pemerintah baik di kabupaten Simalungun maupun Provinsi Sumatera Utara. Sebelumnya, pihak kepolisian dibantu masyarakat sudah memberi tanda di sekitar lokasi agar pengendara hati-hati.

Sementara pantauan wartawan di lokasi, warga memberlakukan sistim buka tutup untuk melancarkan arus kendaraan. Beberapa kendaraan sempat masuk beram, dibantu warga secara bersama-sama. Kondisi ini mengakibatkan terjadinya kemacetan lalulintas, walau belum panjang.

“Kita berharap pemerintah segera melakukan perbaikan. Karena jalan ini sangat vital fungsinya,” kata Pak Ruth Simanjuntak, warga Nagori Simpang Raya Kecamatan Panei yang tinggal di sekitar lokasi.(esa/md)

SIMALUNGUN, METRODAILY.id– Jalan provinsi di Nagori Simpang Raya Dasma, Kecamatan Panei, Kabupaten Simalungun, kembali mengalami longsor, Selasa (2/11/2021) dini hari. Kondisi terakhir, badan jalan tersisa sekitar 1 meter lebih. Namun jalan tetap bisa dilintasi kendaraan roda empat, karena ada beram jalan yang dirabat beton sekitar 1 meter.

Pangulu Simpang Raya Dasma Parluhutan Sianipar saat berada di lokasi mengatakan, kondisi jalan semakin sempit sehingga kendaraan yang melintas wajib dituntun warga menghindari kecelakaan lalulintas. Lebar jalan tersisa hanya untuk ukuran satu mobil roda empat, itu pun karena supir agak ragu saat melintas, ada beberapa kendaraan rodanya sempat masuk beram.

“Kita kerahkan warga membantu pengendara yang melintas. Namun untuk truk roda enam bermuatan, disarankan untuk tidak melintas. Karena kondisi jalan yang tertinggal juga sudah mulai retak. Takutnya saat melintas terjadi longsor susulan,” kata Parluhutan.

Baca Juga :  Mendidik Generasi Alpha jadi Pembahasan di Webinar Literasi Digital Deliserdang

Dijelaskan Parluhutan, kondisi ini sudah diketahui pemerintah baik di kabupaten Simalungun maupun Provinsi Sumatera Utara. Sebelumnya, pihak kepolisian dibantu masyarakat sudah memberi tanda di sekitar lokasi agar pengendara hati-hati.

Sementara pantauan wartawan di lokasi, warga memberlakukan sistim buka tutup untuk melancarkan arus kendaraan. Beberapa kendaraan sempat masuk beram, dibantu warga secara bersama-sama. Kondisi ini mengakibatkan terjadinya kemacetan lalulintas, walau belum panjang.

“Kita berharap pemerintah segera melakukan perbaikan. Karena jalan ini sangat vital fungsinya,” kata Pak Ruth Simanjuntak, warga Nagori Simpang Raya Kecamatan Panei yang tinggal di sekitar lokasi.(esa/md)

iklanpemko
iklanpemko
iklanpemko

Most Read

Artikel Terbaru

/