alexametrics
31.7 C
Medan
Monday, August 15, 2022

iklanpemko
iklanpemko

Tidak PTM, PAUD/TK di Siantar Kurang Diminati

iklan-usi

SIANTAR, METRODAILY.id – Di saat belum diberlakukannya Pembelajaran Tatap Muka (PTM), tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)/Taman Kanak-kanak (TK) kurang diminati. Sehingga tidak banya siswa yang mendaftar di PAUD/TK di Kota Pematangsiantar untuk Tahun Ajaran 2001-2002.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kota Pematangsiantar melalui Kasi Pembinaan PTK SMP, Jalatua Hasugian, kemarin. Ia mengatakan proses pembelajaran yang mestinya dilaksanakan secara tatap muka, sekarang berubah menjadi sistem pembelajaran jarak jauh atau daring.

“Sebelumnya, sekolah TK banyak peminatnya. Alhasil, Pemerintah Kota Pematangsiantar telah menambah 5 lagi sekolah TK. Namun, akibat pandemi, orang tua kurang berminat mendaftarkan anaknya karena pembelajarannya secara daring,” katanya.

Dia menjelaskan, isealnya, pembelajaran di TK dilakukan secara langsung atau PTM. Mengingat murid-murid TK masih sangat membutuhkan pendampingan guru-gurunya.

“Pembelajaran jarak jauh atau PJJ akibat pandemi Covid-19 memang berdampak pada anak. Semua kini terpaku di depan layar ponsel maupun laptop. Riuh suasana kelas mendadak sunyi akibat pandemi Covid-19,” terang Jalatua.

Baca Juga :  Mandi-mandi di Air Terjun, Siswi MAN Sidimpuan Tewas

“Sulit membuat murid TK berminat interaksi daring. Mereka lebih cepat bosan dan justru meninggalkan pelajaran. Tidak mudah memang menjalani proses belajar dengan cara ini,” tambahnya.

Masih kata Jalatua, dalam menjalani proses belajar tatap via virtual selama pandemi Covid-19, hanya sedikit orang tua siswa ikut mendampingi dan menemani anaknya agar mau ikut belajar. Sebagian lagi, tidak mengerti atau sibuk bekerja.

Selain itu, orang tua merasa pembelajaran daring tidak cukup efektif. Beberapa materi ajar tidak dapat tersampaikan dengan baik menurut mereka.
“Di tengah pandemi yang masih terjadi, kita semua harus terus waspada dan memprioritaskan kesehatan warga sekolah. Cara paling aman adalah tetap menerapkan PJJ. Apalagi pandemi di Kota Pematangsiantar masih dalam kondisi mengkhawatirkan,” pungkas Jalatua. (ros)

SIANTAR, METRODAILY.id – Di saat belum diberlakukannya Pembelajaran Tatap Muka (PTM), tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)/Taman Kanak-kanak (TK) kurang diminati. Sehingga tidak banya siswa yang mendaftar di PAUD/TK di Kota Pematangsiantar untuk Tahun Ajaran 2001-2002.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kota Pematangsiantar melalui Kasi Pembinaan PTK SMP, Jalatua Hasugian, kemarin. Ia mengatakan proses pembelajaran yang mestinya dilaksanakan secara tatap muka, sekarang berubah menjadi sistem pembelajaran jarak jauh atau daring.

“Sebelumnya, sekolah TK banyak peminatnya. Alhasil, Pemerintah Kota Pematangsiantar telah menambah 5 lagi sekolah TK. Namun, akibat pandemi, orang tua kurang berminat mendaftarkan anaknya karena pembelajarannya secara daring,” katanya.

Dia menjelaskan, isealnya, pembelajaran di TK dilakukan secara langsung atau PTM. Mengingat murid-murid TK masih sangat membutuhkan pendampingan guru-gurunya.

“Pembelajaran jarak jauh atau PJJ akibat pandemi Covid-19 memang berdampak pada anak. Semua kini terpaku di depan layar ponsel maupun laptop. Riuh suasana kelas mendadak sunyi akibat pandemi Covid-19,” terang Jalatua.

Baca Juga :  Suku Bunga BI Rendah Investasi Ini Cocok Saat Pandemi

“Sulit membuat murid TK berminat interaksi daring. Mereka lebih cepat bosan dan justru meninggalkan pelajaran. Tidak mudah memang menjalani proses belajar dengan cara ini,” tambahnya.

Masih kata Jalatua, dalam menjalani proses belajar tatap via virtual selama pandemi Covid-19, hanya sedikit orang tua siswa ikut mendampingi dan menemani anaknya agar mau ikut belajar. Sebagian lagi, tidak mengerti atau sibuk bekerja.

Selain itu, orang tua merasa pembelajaran daring tidak cukup efektif. Beberapa materi ajar tidak dapat tersampaikan dengan baik menurut mereka.
“Di tengah pandemi yang masih terjadi, kita semua harus terus waspada dan memprioritaskan kesehatan warga sekolah. Cara paling aman adalah tetap menerapkan PJJ. Apalagi pandemi di Kota Pematangsiantar masih dalam kondisi mengkhawatirkan,” pungkas Jalatua. (ros)

iklanpemko
iklanpemko
iklanpemko

Most Read

Artikel Terbaru

Jalan Provinsi di Humbahas Nyaris Putus

Arsenal Bantai Leicester

Inter Menang Tipis Atas Lecce

Awal Manis Milan

/