alexametrics
22.8 C
Medan
Friday, August 19, 2022

iklanpemko
iklanpemko

465 PPPK Guru Simalungun Terima SK

iklan-usi

SIMALUNGUN, METRODAILY – Bupati Simalungun Radiapoh Hasiholan Sinaga (RHS) menyerahkan SK Pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) kepada 465 tenaga guru di Kabupaten Simalungun. Penyerahan SK dilaksanakan di halaman SMP Negeri 2 Siantar, Kecamatan Siantar, Selasa (31/5/2022).

Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Simalungun Sudiahman Saragih, menerangkan 465 PPPK tersebut sebelumnya telah mengikuti ujian seleksi kompetensi yang dibagi dalam dua tahap oleh Kementerian Pendidikan Republik Indonesia, Desember 2021 lalu. Saat itu, yang mengikuti seleksi 2.103 orang.

Sudiahman menyampaikan, yang lulus tahap I telah melakukan penandatanganan kontrak kerja dan menerima SK pengangkatan sebagai PPPK sebanyak 398 orang.

“Yang menandatangani kontrak kerja dan menerima SK saat ini, yakni yang lulus seleksi tahap II sebanyak 465 orang,” kata Sudiahman.

Dari 465 orang tersebut, Sudiahman merincikan, guru SD sebanyak 425 orang terdiri atas guru kelas 420 yang dan guru Penjaskes 5 orang.
Sedangan guru SMP sebanyak 40 orang terdiri atas guru Bahasa Indonesia 19 orang, guru Bahasa Inggris 5 orang, guru bimbingan konseling 1 orang, guru IPA 1 orang, guru matematika 5 orang, guru penjasorkes 3 orang, dan guru PKN 6 orang.

Mengawali bimbingan dan arahannya, RHS memanggil dua orang PPPK tertua. Mereka adalah Sariati (57) dan Misman Manik (58). Keduanya diminta menceritakan pengalamannya saat mengajar di sekolah.

Misman Manik mengatakan, dirinya telah mengajar sejak 1994 di SMP Karya Mariah Dolok Kecamatan Dolok Panribuan dan tahun 2005 berubah menjadi SMP Negeri Dolok Panribuan. Sementara Sariati mengutarakan dia telah mengajar sejak tahun 1991. Suka dan duka telah mereka lalui dalam memberikan pendidikan terhadap anak di sekolah dalam mencerdaskan anak bangsa.

“Saya sangat terinspirasi kepada bapak dan ibu ini yang sangat luar biasa demi cintanya terhadap pendidikan sampai ke masa tuanya pun tetap berjuang mengangkat harkat dan martabat bangsa, khususnya di Tanoh Habonaron Do Bona ini. Mereka inilah orang yang paling berjasa untuk Simalungun,” ucap RHS.

Baca Juga :  Lebaran, Polres Tapsel Fokus Jaga Pasar dan Jalinsum

Kepada para PPPK yang baru menerima SK pengangkatan, RHS berharap tidak perlu mengeluh dan merintih. Ketika mengabdi dengan benar, pasti menerima hasil yang baik dan Tuhan akan memberikan berkah yang berlipat ganda.

“Seperti bapak Manik ini, anaknya bekerja di kapal pesiar yang gajinya 100 kali lipat dari bapak ini. Artinya, ketika kita bekerja dengan baik, pasti Tuhan akan memberikan berkah yang berlipat ganda,” kata RHS.

Atas nama pemerintah, RHS mengucapkan terima kasih kepada kedua PPPK tertua tersebut seraya meminta keduanya terus berkarya untuk pendidikan di Kabupaten Simalungun.

“Pendidikan di Simalungun sangat membutuhkan sentuhan kita, karena mutu pendidikan kita masih jauh di bawah daerah lain,” jelas RHS.
Kemudian RHS mengatakan, dalam pendidikan harus ada ketegasan, karena melalui pendidikan-lah dapat mengubah karakter bangsa.

“Tenaga pendidik inilah garda terdepan yang dapat membantu kita untuk mengkader penerus kepemimpinan di Simalungun,” tukasnya.

Akibat adanya perubahan kehidupan, karakter dan mindset, RHS mengatakan tatanan kehidupan sangat berubah. Hal itu dapat dilihat dari lingkungan sendiri, akibat perkembangan teknologi digitalisasi, perubahan pikiran dan pola hidup drastis berubah.

“Ini dibutuhkan ketekunan dan keuletan serta kesabaran untuk membimbing anak-anak kita semuanya. Hanya dengan pendidikan, akhlak, martabat, dan karakter kita bisa berubah. Dan sebagai seorang pendidik, wajib hukumnya mengabdikan diri kita untuk mendidik anak-anak kita di luar jam pelajaran,” ujarnya.

Menurut RHS, Pemkab Simalungun akan terus berupaya menggenjot mutu pendidikan di Simalungun agar lebih meningkat.

“Kita sudah membuat konsep bagaimana agar para bapak dan ibu suka mengajar di pelosok, tidak hanya di sekolah terdekat. Saya yakin, di wajah bapak dan ibu sekalian bisa mengubah wajah Simalungun ini,” sebutnya.

Turut hadir, anggota DPRD Simalungun Tumpak Silitonga dan Badri Kalimantan, Staf Ahli Bupati bidang Ekbang Debora DPI Hutasoit, sejumlah pimpinan OPD di lingkungan Pemkab Simalungun, dan keluarga PPPK. (rel)

SIMALUNGUN, METRODAILY – Bupati Simalungun Radiapoh Hasiholan Sinaga (RHS) menyerahkan SK Pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) kepada 465 tenaga guru di Kabupaten Simalungun. Penyerahan SK dilaksanakan di halaman SMP Negeri 2 Siantar, Kecamatan Siantar, Selasa (31/5/2022).

Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Simalungun Sudiahman Saragih, menerangkan 465 PPPK tersebut sebelumnya telah mengikuti ujian seleksi kompetensi yang dibagi dalam dua tahap oleh Kementerian Pendidikan Republik Indonesia, Desember 2021 lalu. Saat itu, yang mengikuti seleksi 2.103 orang.

Sudiahman menyampaikan, yang lulus tahap I telah melakukan penandatanganan kontrak kerja dan menerima SK pengangkatan sebagai PPPK sebanyak 398 orang.

“Yang menandatangani kontrak kerja dan menerima SK saat ini, yakni yang lulus seleksi tahap II sebanyak 465 orang,” kata Sudiahman.

Dari 465 orang tersebut, Sudiahman merincikan, guru SD sebanyak 425 orang terdiri atas guru kelas 420 yang dan guru Penjaskes 5 orang.
Sedangan guru SMP sebanyak 40 orang terdiri atas guru Bahasa Indonesia 19 orang, guru Bahasa Inggris 5 orang, guru bimbingan konseling 1 orang, guru IPA 1 orang, guru matematika 5 orang, guru penjasorkes 3 orang, dan guru PKN 6 orang.

Mengawali bimbingan dan arahannya, RHS memanggil dua orang PPPK tertua. Mereka adalah Sariati (57) dan Misman Manik (58). Keduanya diminta menceritakan pengalamannya saat mengajar di sekolah.

Misman Manik mengatakan, dirinya telah mengajar sejak 1994 di SMP Karya Mariah Dolok Kecamatan Dolok Panribuan dan tahun 2005 berubah menjadi SMP Negeri Dolok Panribuan. Sementara Sariati mengutarakan dia telah mengajar sejak tahun 1991. Suka dan duka telah mereka lalui dalam memberikan pendidikan terhadap anak di sekolah dalam mencerdaskan anak bangsa.

“Saya sangat terinspirasi kepada bapak dan ibu ini yang sangat luar biasa demi cintanya terhadap pendidikan sampai ke masa tuanya pun tetap berjuang mengangkat harkat dan martabat bangsa, khususnya di Tanoh Habonaron Do Bona ini. Mereka inilah orang yang paling berjasa untuk Simalungun,” ucap RHS.

Baca Juga :  PMI Rantauprapat Galang Bantuan Bencana Erupsi Gunung Semeru

Kepada para PPPK yang baru menerima SK pengangkatan, RHS berharap tidak perlu mengeluh dan merintih. Ketika mengabdi dengan benar, pasti menerima hasil yang baik dan Tuhan akan memberikan berkah yang berlipat ganda.

“Seperti bapak Manik ini, anaknya bekerja di kapal pesiar yang gajinya 100 kali lipat dari bapak ini. Artinya, ketika kita bekerja dengan baik, pasti Tuhan akan memberikan berkah yang berlipat ganda,” kata RHS.

Atas nama pemerintah, RHS mengucapkan terima kasih kepada kedua PPPK tertua tersebut seraya meminta keduanya terus berkarya untuk pendidikan di Kabupaten Simalungun.

“Pendidikan di Simalungun sangat membutuhkan sentuhan kita, karena mutu pendidikan kita masih jauh di bawah daerah lain,” jelas RHS.
Kemudian RHS mengatakan, dalam pendidikan harus ada ketegasan, karena melalui pendidikan-lah dapat mengubah karakter bangsa.

“Tenaga pendidik inilah garda terdepan yang dapat membantu kita untuk mengkader penerus kepemimpinan di Simalungun,” tukasnya.

Akibat adanya perubahan kehidupan, karakter dan mindset, RHS mengatakan tatanan kehidupan sangat berubah. Hal itu dapat dilihat dari lingkungan sendiri, akibat perkembangan teknologi digitalisasi, perubahan pikiran dan pola hidup drastis berubah.

“Ini dibutuhkan ketekunan dan keuletan serta kesabaran untuk membimbing anak-anak kita semuanya. Hanya dengan pendidikan, akhlak, martabat, dan karakter kita bisa berubah. Dan sebagai seorang pendidik, wajib hukumnya mengabdikan diri kita untuk mendidik anak-anak kita di luar jam pelajaran,” ujarnya.

Menurut RHS, Pemkab Simalungun akan terus berupaya menggenjot mutu pendidikan di Simalungun agar lebih meningkat.

“Kita sudah membuat konsep bagaimana agar para bapak dan ibu suka mengajar di pelosok, tidak hanya di sekolah terdekat. Saya yakin, di wajah bapak dan ibu sekalian bisa mengubah wajah Simalungun ini,” sebutnya.

Turut hadir, anggota DPRD Simalungun Tumpak Silitonga dan Badri Kalimantan, Staf Ahli Bupati bidang Ekbang Debora DPI Hutasoit, sejumlah pimpinan OPD di lingkungan Pemkab Simalungun, dan keluarga PPPK. (rel)

iklanpemko
iklanpemko
iklanpemko

Most Read

Artikel Terbaru

/