alexametrics
31.7 C
Medan
Monday, August 15, 2022

iklanpemko
iklanpemko

Diduga Dibunuh, Bangkai Penyu Hijau Ditemukan di Tapteng

iklan-usi

TAPTENG, METRODAILY – Kelompok Konservasi Penyu Pantai Bandang (KKP2B) yang merupakan dampingan Yayasan Menjaga Pantai Barat (Yamantab) mengevakuasi bangkai seekor penyu yang mati mengambang di perairan pantai Bandang, Desa Rawa Makmur, Kecamatan Kolang, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Senin (28/2/2022).

Ronaldo Simaremare, Bidang Monitoring KKP2B mengatakan, bangkai Penyu itu ditemukan berjarak 200 meter dari pusat konservasi KKP2B di perairan Pantai Bandang, Rawa Makmur.

“Kita dapat informasi ada penyu mengambang di laut berjarak satu kilometer dari pusat konservasi. Karena sudah malam, kita putuskan melakukan pencarian di siang hari, dan akhirnya berhasil menemukan bangkai penyu tersebut,” kata Ronal, Selasa (1/3/2022).

Dikatakan, kondisi penyu saat ditemukan sudah membusuk dengan bagian karapas atas terbelah, kepala pecah dan kedua tungkai belakang nyaris terlepas.

“Identifikasi yang kita lakukan, kita menduga penyu mengalami kekerasan. Praduganya sengaja dibunuh dan karapasnya dibelah menggunakan alat tajam, terlihat belahan di karapas rapi, ya seperti terkena parang,” jelas Ronal.

Jasman J Mendrofa, Bidang SDM KKP2B menyebutkan, usai ditemukan dan diidentifikasi, kura-kura laut jenis penyu hijau berjenis kelamin jantan. Bobot sekitar 40 ke 50 kilogram dan panjang 51 centimeter.

Baca Juga :  Bunda PAUD Tapsel Terima Penghargaan dari BPJS Naker

Jasman menambahkan, usai dilakukan identifikasi dan pencatatan sesuai form yang telah disiapkan, pihaknya melakukan evakuasi dan menguburkan bangkai tak jauh dari pusat konservasi.

“Bangkai kita tanam dan sudah kita beri penanda sesuai SOP yang kita tetapkan,” ujarnya.

Sementara itu, Bendahara Yamantab, Dian Iradhani Pribadi menuturkan, atas temuan tersebut pihaknya mengimbau agar tak lagi terjadi kekerasan terhadap mamalia dilindungi itu.

“Perairan Tapteng memang menjadi habitat penyu. Dimana saja, kapan saja, tanpa diduga bisa bertemu dengan penyu,” sebut Dian.

Karena itu, lanjut Dian, pihaknya berharap baik nelayan atau warga yang bertemu penyu atau mengetahui keberadaan telur penyu untuk tidak mengganggu, menangkap atau memperjualbelikan.

“Karena keberadaan Penyu di Tapteng tentu menjadi aset berharga yang harus kita jaga dan rawat, itu juga visi besar hadirnya KKP2B yang kita dampingi bersama Desa Rawa Makmur. Kami mengajak ayo selamatkan penyu demi anak cucu,” tutup Dian. (ztm/dh) 

TAPTENG, METRODAILY – Kelompok Konservasi Penyu Pantai Bandang (KKP2B) yang merupakan dampingan Yayasan Menjaga Pantai Barat (Yamantab) mengevakuasi bangkai seekor penyu yang mati mengambang di perairan pantai Bandang, Desa Rawa Makmur, Kecamatan Kolang, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Senin (28/2/2022).

Ronaldo Simaremare, Bidang Monitoring KKP2B mengatakan, bangkai Penyu itu ditemukan berjarak 200 meter dari pusat konservasi KKP2B di perairan Pantai Bandang, Rawa Makmur.

“Kita dapat informasi ada penyu mengambang di laut berjarak satu kilometer dari pusat konservasi. Karena sudah malam, kita putuskan melakukan pencarian di siang hari, dan akhirnya berhasil menemukan bangkai penyu tersebut,” kata Ronal, Selasa (1/3/2022).

Dikatakan, kondisi penyu saat ditemukan sudah membusuk dengan bagian karapas atas terbelah, kepala pecah dan kedua tungkai belakang nyaris terlepas.

“Identifikasi yang kita lakukan, kita menduga penyu mengalami kekerasan. Praduganya sengaja dibunuh dan karapasnya dibelah menggunakan alat tajam, terlihat belahan di karapas rapi, ya seperti terkena parang,” jelas Ronal.

Jasman J Mendrofa, Bidang SDM KKP2B menyebutkan, usai ditemukan dan diidentifikasi, kura-kura laut jenis penyu hijau berjenis kelamin jantan. Bobot sekitar 40 ke 50 kilogram dan panjang 51 centimeter.

Baca Juga :  Honor Guru PAUD Rp200 Ribu, Bupati Simalungun: Perlu Bapak Angkat

Jasman menambahkan, usai dilakukan identifikasi dan pencatatan sesuai form yang telah disiapkan, pihaknya melakukan evakuasi dan menguburkan bangkai tak jauh dari pusat konservasi.

“Bangkai kita tanam dan sudah kita beri penanda sesuai SOP yang kita tetapkan,” ujarnya.

Sementara itu, Bendahara Yamantab, Dian Iradhani Pribadi menuturkan, atas temuan tersebut pihaknya mengimbau agar tak lagi terjadi kekerasan terhadap mamalia dilindungi itu.

“Perairan Tapteng memang menjadi habitat penyu. Dimana saja, kapan saja, tanpa diduga bisa bertemu dengan penyu,” sebut Dian.

Karena itu, lanjut Dian, pihaknya berharap baik nelayan atau warga yang bertemu penyu atau mengetahui keberadaan telur penyu untuk tidak mengganggu, menangkap atau memperjualbelikan.

“Karena keberadaan Penyu di Tapteng tentu menjadi aset berharga yang harus kita jaga dan rawat, itu juga visi besar hadirnya KKP2B yang kita dampingi bersama Desa Rawa Makmur. Kami mengajak ayo selamatkan penyu demi anak cucu,” tutup Dian. (ztm/dh) 

iklanpemko
iklanpemko
iklanpemko

Most Read

Artikel Terbaru

Jalan Provinsi di Humbahas Nyaris Putus

Arsenal Bantai Leicester

Inter Menang Tipis Atas Lecce

Awal Manis Milan

/