alexametrics
27.5 C
Medan
Thursday, August 18, 2022

iklanpemko
iklanpemko

Tuntut Santunan Korban KM Mega Top 3, SBSI ‘Geruduk’ Kantor PT KJL 

iklan-usi

TAPTENG, METRODAILY.id – Sejumlah massa yang tergabung dalam Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) Sibolga-Tapanuli Tengah, menggelar aksi unjuk rasa damai di Kantor PT Kerapu Jaya Lestari, di Kelurahan Pondok Batu, Kecamatan Sarudik, Tapteng, Jumat (29/10/2021).

Massa yang melaksanakan unjuk rasa damai menggunakan 1 unit mobil pick-up, dipimpin Wakil Sekretaris SBSI Sibolga-Tapteng, Doglas Sitorus. Mereka menyampaikan aspirasi dan tuntutan menggunakan alat peraga spanduk dan toa.

Massa menyampaikan beberapa tuntutan antara lain, mendesak pemilik perusahaan membayar hak terhadap ahli waris korban KM Mega Top 3, serta meminta aparat hukum dan instansi terkait untuk bertindak apabila ada pelanggaran oleh PT Kerapu Jaya Lestari.

Selain itu, massa juga mendesak agar Surat Gubsu No.560/4059/2020 tanggal 18 Mei 2020 dan Surat Bupati Tapteng Nomor 560/2243 tanggal 3 September 2020, tentang sanksi/larangan mendapat pelayanan publik bagi PT Kerapu Jaya Lestari, sebelum membayar hak-hak ahli waris korban, ditindaklanjuti.

“Segera bayar hak ahli waris korban KM Mega Top 3,” koar Doglas Sitorus.

Baca Juga :  Larikan Barang Penumpang, Tukang Becak Ditangkap

Sementara itu, Perwira Pengendali Tugas Pengalaman Polres Tapteng, Iptu M Sitohang menyebutkan, untuk pengamanan aksi unjuk rasa yang digelar SBSI, Polres Tapteng menurunkan 30 personil, sesuai dengan surat tugas yang diterbitkan Kapolres Tapanuli Tengah, AKBP Jimmy Christian Samma SIK.

“Kita berikan pengamanan, dan pengaturan, serta memberikan himbauan secara humanis kepada peserta aksi untuk tetap melaksanakan unjuk rasa dengan tertib dan aman,” ujar KBO Sat Sabhara Polres Tapteng, Iptu M Sitohang.

Dikatakannya, perketatan pengaman dikarenakan Kabupaten Tapanuli Tengah masih dalam kondisi Level 3 penyebaran Covid-19. Oleh sebab itulah Polri tidak mengeluarkan surat tanda terima pemberitahuan aksi unjuk rasa oleh masyarakat yang tergabung dalam SBSI Sibolga-Tapteng.

“Kita mengucapkan terima kasih karena dalam pelaksanaan aksi berjalan tertib dan damai, serta sesuai prokes. Kita juga menghimbau massa agar setelah pelaksanaan unjuk rasa kiranya hati-hati dijalan, aman sampai tujuan kerumah masing-masing,” ujarnya. (ztm) 

TAPTENG, METRODAILY.id – Sejumlah massa yang tergabung dalam Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) Sibolga-Tapanuli Tengah, menggelar aksi unjuk rasa damai di Kantor PT Kerapu Jaya Lestari, di Kelurahan Pondok Batu, Kecamatan Sarudik, Tapteng, Jumat (29/10/2021).

Massa yang melaksanakan unjuk rasa damai menggunakan 1 unit mobil pick-up, dipimpin Wakil Sekretaris SBSI Sibolga-Tapteng, Doglas Sitorus. Mereka menyampaikan aspirasi dan tuntutan menggunakan alat peraga spanduk dan toa.

Massa menyampaikan beberapa tuntutan antara lain, mendesak pemilik perusahaan membayar hak terhadap ahli waris korban KM Mega Top 3, serta meminta aparat hukum dan instansi terkait untuk bertindak apabila ada pelanggaran oleh PT Kerapu Jaya Lestari.

Selain itu, massa juga mendesak agar Surat Gubsu No.560/4059/2020 tanggal 18 Mei 2020 dan Surat Bupati Tapteng Nomor 560/2243 tanggal 3 September 2020, tentang sanksi/larangan mendapat pelayanan publik bagi PT Kerapu Jaya Lestari, sebelum membayar hak-hak ahli waris korban, ditindaklanjuti.

“Segera bayar hak ahli waris korban KM Mega Top 3,” koar Doglas Sitorus.

Baca Juga :  43 ASN Ikuti Uji Kompetensi Tenaga Kerja Kontruksi

Sementara itu, Perwira Pengendali Tugas Pengalaman Polres Tapteng, Iptu M Sitohang menyebutkan, untuk pengamanan aksi unjuk rasa yang digelar SBSI, Polres Tapteng menurunkan 30 personil, sesuai dengan surat tugas yang diterbitkan Kapolres Tapanuli Tengah, AKBP Jimmy Christian Samma SIK.

“Kita berikan pengamanan, dan pengaturan, serta memberikan himbauan secara humanis kepada peserta aksi untuk tetap melaksanakan unjuk rasa dengan tertib dan aman,” ujar KBO Sat Sabhara Polres Tapteng, Iptu M Sitohang.

Dikatakannya, perketatan pengaman dikarenakan Kabupaten Tapanuli Tengah masih dalam kondisi Level 3 penyebaran Covid-19. Oleh sebab itulah Polri tidak mengeluarkan surat tanda terima pemberitahuan aksi unjuk rasa oleh masyarakat yang tergabung dalam SBSI Sibolga-Tapteng.

“Kita mengucapkan terima kasih karena dalam pelaksanaan aksi berjalan tertib dan damai, serta sesuai prokes. Kita juga menghimbau massa agar setelah pelaksanaan unjuk rasa kiranya hati-hati dijalan, aman sampai tujuan kerumah masing-masing,” ujarnya. (ztm) 

iklanpemko
iklanpemko
iklanpemko

Most Read

Artikel Terbaru

/