alexametrics
25.7 C
Medan
Saturday, August 20, 2022

iklanpemko
iklanpemko

Simpanan Ratusan Juta Tak Jelas , Nasabah Yayasan SAN Menangis

iklan-usi

SIANTAR, METRODAILY.id – Puluhan warga Kota Pematangsiantar dan Kabupaten Simalungun beramai-ramai mendatangi Mapolresta Pematangsiantar, Selasa (29/6), sore. Di antara mereka ada yang menangis, juga marah.

Penyebabnya, nasib simpanan mereka yang jumlahnya hingga ratusan juta rupiah di Yayasan Sari Asih Nusantara (SAN) tidak jelas nasibnya. Mereka khawatir uang mereka raib begitu saja.

Salah seorang nasabah, Elisbet br Panjaitan, sambil menangis, menceritakan ia telah menyimpan dana pendidikan untuk dua anaknya. Hanya saja, hingga saat ini menjelang tahun ajaran baru 2021 2022, dana tanggungan dari simpanan pendidikan anaknya tak kunjung dicairkan.

Yang membuat Elisbet semakin kesal, jangankan dana tanggungan, dana simpanan pendidikan dua anaknya di perusahaan berbentuk yayasan itu pun terancam tidak dapat dikembalikan.

Menurut Elisbet, setiap bulan ia menyetorkan dana sebesar Rp200 ribu, yakni Rp100 ribu untuk setiap anak. Ia menyimpan di SAN sejak tahun 2018.

“Sejak tahun 2018. Setiap bulan ditagih Rp100 ribu. Jadi Rp200 ribu setiap bulan,” ujar Elisbet.

Katanya, dana simpanannya di SAN secara menyeluruh sejak tahun 2018 sudah mencapai Rp6 jutaan.
Parahnya, lanjut Elisbet, petugas penagih dari SAN tetap menagih dana darinya, meski yayasan tersebut telah bangkrut, seiring dengan pengajuan Penundaan Kemampuan Pembayaran Utang (PKPU) ke Pengadilan Niaga Medan, beberapa bulan lalu.

“Kok masih ditagih sampai bulan enam (Juni 2021) ini? Padahal sudah kolaps,” tukasnya, sembari menambahkan, ia terdaftar di Yayasan SAN Perwakilan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun.

Baca Juga :  Tahun 2022, GOR Sibolga Direnovasi

Hal yang sama dirasakan nasabah SAN lainnya. Seperti Boru Sinaga, warga Kelurahan Tambun Nabolon, Kecamatan Siantar Martoba Kota Pematangsiantar. Perempuan ini menyimpan di SAN untuk dua cucunya yang masih bersekolah. Boru Sinaga memiliki dana simpanan pendidikan di SAN Rp6 jutaan. Ia pun mengaku tidak terima dana simpanannya tidak dapat dikembalikan.

Jhonson Sibarani SH, mengaku sebagai kuasa hukum dari karyawan SAN, mengatakan, Pengadilan Niaga Medan telah memutus perkara terkait PKPU SAN. Beranjak dari putusan itu, katanya, saat ini SAN tidak berkemampuan untuk membayar dana nasabahnya.

Sedangkan untuk mengembalikan dana simpanan nasabah, Jhonson mengatakan, Pengadilan Niaga menghunjuk Kurator, yakni Marudut Simanjuntak untuk mendata aset Yayasan SAN.

“Pengadilan Niaga menghunjuk kurator, Marudut Simanjuntak untuk mendata aset. Aset ini tidak lagi boleh disentuh, dicuil atau diambil oleh SAN,” ujarnya.

Untuk itu, para nasabah diminta mendaftarkan namanya ke Pengadilan Niaga melalui Marudut Simanjuntak. Dengan harapan, aset dari SAN bisa membayar dana simpanan nasabah.

Disampaikan Jhonson, ada 30 ribu nasabah SAN. Dengan jumlah dana simpanan yang harus dikembalikan sebesar Rp86 miliar lebih.
“Hampir (Rp) 87 miliar lah,” ucap Jhonson. (tim)

SIANTAR, METRODAILY.id – Puluhan warga Kota Pematangsiantar dan Kabupaten Simalungun beramai-ramai mendatangi Mapolresta Pematangsiantar, Selasa (29/6), sore. Di antara mereka ada yang menangis, juga marah.

Penyebabnya, nasib simpanan mereka yang jumlahnya hingga ratusan juta rupiah di Yayasan Sari Asih Nusantara (SAN) tidak jelas nasibnya. Mereka khawatir uang mereka raib begitu saja.

Salah seorang nasabah, Elisbet br Panjaitan, sambil menangis, menceritakan ia telah menyimpan dana pendidikan untuk dua anaknya. Hanya saja, hingga saat ini menjelang tahun ajaran baru 2021 2022, dana tanggungan dari simpanan pendidikan anaknya tak kunjung dicairkan.

Yang membuat Elisbet semakin kesal, jangankan dana tanggungan, dana simpanan pendidikan dua anaknya di perusahaan berbentuk yayasan itu pun terancam tidak dapat dikembalikan.

Menurut Elisbet, setiap bulan ia menyetorkan dana sebesar Rp200 ribu, yakni Rp100 ribu untuk setiap anak. Ia menyimpan di SAN sejak tahun 2018.

“Sejak tahun 2018. Setiap bulan ditagih Rp100 ribu. Jadi Rp200 ribu setiap bulan,” ujar Elisbet.

Katanya, dana simpanannya di SAN secara menyeluruh sejak tahun 2018 sudah mencapai Rp6 jutaan.
Parahnya, lanjut Elisbet, petugas penagih dari SAN tetap menagih dana darinya, meski yayasan tersebut telah bangkrut, seiring dengan pengajuan Penundaan Kemampuan Pembayaran Utang (PKPU) ke Pengadilan Niaga Medan, beberapa bulan lalu.

“Kok masih ditagih sampai bulan enam (Juni 2021) ini? Padahal sudah kolaps,” tukasnya, sembari menambahkan, ia terdaftar di Yayasan SAN Perwakilan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun.

Baca Juga :  PPKM Level 4 Siantar, Pedagang: Tolong, Jangan Diperpanjang!

Hal yang sama dirasakan nasabah SAN lainnya. Seperti Boru Sinaga, warga Kelurahan Tambun Nabolon, Kecamatan Siantar Martoba Kota Pematangsiantar. Perempuan ini menyimpan di SAN untuk dua cucunya yang masih bersekolah. Boru Sinaga memiliki dana simpanan pendidikan di SAN Rp6 jutaan. Ia pun mengaku tidak terima dana simpanannya tidak dapat dikembalikan.

Jhonson Sibarani SH, mengaku sebagai kuasa hukum dari karyawan SAN, mengatakan, Pengadilan Niaga Medan telah memutus perkara terkait PKPU SAN. Beranjak dari putusan itu, katanya, saat ini SAN tidak berkemampuan untuk membayar dana nasabahnya.

Sedangkan untuk mengembalikan dana simpanan nasabah, Jhonson mengatakan, Pengadilan Niaga menghunjuk Kurator, yakni Marudut Simanjuntak untuk mendata aset Yayasan SAN.

“Pengadilan Niaga menghunjuk kurator, Marudut Simanjuntak untuk mendata aset. Aset ini tidak lagi boleh disentuh, dicuil atau diambil oleh SAN,” ujarnya.

Untuk itu, para nasabah diminta mendaftarkan namanya ke Pengadilan Niaga melalui Marudut Simanjuntak. Dengan harapan, aset dari SAN bisa membayar dana simpanan nasabah.

Disampaikan Jhonson, ada 30 ribu nasabah SAN. Dengan jumlah dana simpanan yang harus dikembalikan sebesar Rp86 miliar lebih.
“Hampir (Rp) 87 miliar lah,” ucap Jhonson. (tim)

iklanpemko
iklanpemko
iklanpemko

Most Read

Artikel Terbaru

/