alexametrics
31.7 C
Medan
Monday, August 15, 2022

iklanpemko
iklanpemko

Kakan Kemenag Tanjungbalai:

Menag Contohkan Pentingnya Pengaturan Kebisingan Pengeras Suara

iklan-usi

TANJUNGBALAI, METRODAILY – Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Tanjungbalai, H. Al Ahyu, MA mengimbau dan mengajak masyarakat Kota Tanjungbalai agar cerdas dan bijak daalam menyikapi pernyataan Menteri Agama RI, Yaqut  Cholil Qoumas, Selasa (1/3/2022).

Menurut Al Ahyu, pernyataan Menag yang saat ini viral sama sekali tidak membandingkan suara azan dengan suara anjing. Pemberitaan yang mengatakan Menag membandingkan dua hal tersebut adalah sangat tidak benar.

“Menteri sedang mencontohkan tentang pentingnya pengaturan kebisingan pengeras suara yang terlalu keras, apalagi muncul secara bersamaan, justru bisa menimbulkan kebisingan dan dapat mengganggu masyarakat sekitar,” ujar Al Ahyu

Jika kalimat yang Menag sampaikan dicermati secara utuh, menurutnya, sama sekali tidak membandingkan suara azan dengan suara anjing. “Tapi Menag sedang mencontohkan tentang pentingnya pengaturan kebisingan pengeras suara,” tegas Al Ahyu.

Baca Juga :  Pemko Tanjungbalai akan Kunjungi 188 Masjid dan Musala

Masyarakat Indonesia yang majemuk, lanjutnya, mengharuskan semuanya untuk hidup bertoleransi. Toleransi diciptakan untuk mewujudkan kehidupan masyarakat yang damai, aman, dan nyaman. Hal itu akan tercipta jika ada pedoman, termasuk pedoman pengaturan penggunaan pengeras suara di masjid dan mushola yang tertuang dalam Surat Edaran (SE) Menag Nomor 05 Tahun 2022.

“Aturan ini dibuat dengan tujuan agar tercipta toleransi demi sebuah harmonisasi dalam masyarakat yang pluralisme d! indonesia,” tambahnya.

Kakankemenag Tanjungbalai ini mengimbau kepada masyarakat Kota Tanjungbalai untuk  cerdas dan bijak dalam menyikapi setiap berita, agar tidak terprovokasi dengan berita-berita hoax/negatif yang beredar di media, apalagi sampai tersulut amarah. (gani)

TANJUNGBALAI, METRODAILY – Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Tanjungbalai, H. Al Ahyu, MA mengimbau dan mengajak masyarakat Kota Tanjungbalai agar cerdas dan bijak daalam menyikapi pernyataan Menteri Agama RI, Yaqut  Cholil Qoumas, Selasa (1/3/2022).

Menurut Al Ahyu, pernyataan Menag yang saat ini viral sama sekali tidak membandingkan suara azan dengan suara anjing. Pemberitaan yang mengatakan Menag membandingkan dua hal tersebut adalah sangat tidak benar.

“Menteri sedang mencontohkan tentang pentingnya pengaturan kebisingan pengeras suara yang terlalu keras, apalagi muncul secara bersamaan, justru bisa menimbulkan kebisingan dan dapat mengganggu masyarakat sekitar,” ujar Al Ahyu

Jika kalimat yang Menag sampaikan dicermati secara utuh, menurutnya, sama sekali tidak membandingkan suara azan dengan suara anjing. “Tapi Menag sedang mencontohkan tentang pentingnya pengaturan kebisingan pengeras suara,” tegas Al Ahyu.

Baca Juga :  Proyek Rehabilitasi Jalan Pancur Diduga Tanpa Gunakan Tikar Besi

Masyarakat Indonesia yang majemuk, lanjutnya, mengharuskan semuanya untuk hidup bertoleransi. Toleransi diciptakan untuk mewujudkan kehidupan masyarakat yang damai, aman, dan nyaman. Hal itu akan tercipta jika ada pedoman, termasuk pedoman pengaturan penggunaan pengeras suara di masjid dan mushola yang tertuang dalam Surat Edaran (SE) Menag Nomor 05 Tahun 2022.

“Aturan ini dibuat dengan tujuan agar tercipta toleransi demi sebuah harmonisasi dalam masyarakat yang pluralisme d! indonesia,” tambahnya.

Kakankemenag Tanjungbalai ini mengimbau kepada masyarakat Kota Tanjungbalai untuk  cerdas dan bijak dalam menyikapi setiap berita, agar tidak terprovokasi dengan berita-berita hoax/negatif yang beredar di media, apalagi sampai tersulut amarah. (gani)

iklanpemko
iklanpemko
iklanpemko

Most Read

Artikel Terbaru

Arsenal Bantai Leicester

Inter Menang Tipis Atas Lecce

Awal Manis Milan

PSG Pesta Gol

City Benamkan Bournemouth

/