alexametrics
31.7 C
Medan
Thursday, August 11, 2022

iklanpemko
iklanpemko

Tips Gunakan Kata Kunci pada Aplikasi Google

Webinar literasi digital di Padangsidimpuan.

PADANGSIDIMPUAN, METRODAILY.id – Tips menggunakan kata kunci pada aplikasi Google menjadi salah satu pembahasan dalam webinar Literasi Digital Kota Padangsidimpuan. Webinar dalam rangka mewujudkan masyarakat Indonesia yang paham Literasi Digital itu digelar Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Senin (26/7) pukul 09.09 WIB.

Tujuannya, mengedukasi dan mewujudkan masyarakat agar paham Literasi Digital lebih dalam dan menyikapi secara bijaksana dalam menggunakan digital platform di 77 kota/kabupaten area Sumatera II, mulai Aceh sampai Lampung dengan 600 peserta  di setiap kegiatan yang ditujukan kepada PNS, TNI/Polri, orang tua, pelajar, penggiat usaha, pendakwah, dan sebagainya.

Empat kerangka digital yang diberikan dalam kegiatan tersebut, yaitu Digital Skill, Digital Safety, Digital Ethic, dan Digital Culture. Masing-masing kerangka mempunyai beragam tema.

Keynote Speaker, Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) H Edy Rahmayadi. Edy mengatakan, tujuan Literasi Digital agar masyarakat cakap dalam menggunakan teknologi digital, bermanfaat dalam membangun daerahnya masing-masing oleh putra putri daerah melalui digital platform. Presiden RI Joko Widodo juga memberikan sambutan dalam mendukung Literasi Digital Kominfo 2021.

Al Akbar Rahmadillah ST, Founder of Sobat Cybers Indonesia, pada sesi Kecakapan Digital memaparkan tema “Jenis-jenis Mesin Pencarian (Search Enginee) dan Tips Memilah Informasi dari Mesin Pencarian”.

Akbar menjelaskan alasan seseorang menggunakan internet ialah untuk berkomunikasi lewat pesan dengan orang lain, untuk mengakses media sosial, untuk mengakses layanan informasi berita, mencari hiburan, untuk mengakses layanan perbankan, dan untuk mengakses layanan informasi perkerjaan.

Tips menggunakan kata kunci pada aplikasi Google, meliputi gunakan titik dua (:) untuk mencari hanya di situs tertentu, gunakan tanda bintang (*) untuk mencari kalimat dengan beberapa kata yang hilang, gunakan kata “related” untuk mencari situs yang mirip, gunakan tanda minus (-) untuk menyingkirkan hasil pencarian yang tidak diinginkan, serta gunakan format pengetikan ”informasi yang diinginkan: situs yang ingin dimunculkan”.

Tidak semua hasil penelusuran mesin pencarian informasi benar, diperlukan kompetensi kritis pengguna untuk dapat menyaring informasi yang diperoleh.

Seseorang dapat menggunakan salah satu fitur pada mesin pencarian informasi untuk melakukan verifikasi informasi, misalnya dengan menggunakan Google Fast Check Tools, dengan cara kunjungi situsnya, ketik cek fakta yang ingin dicari dan temukan pada search bar, klik tombol pencarian pada sisi kanan atau tekan enter, setelah itu hasil pencarian akan muncul.

Dilanjutkan dengan sesi Keamanan Digital oleh Dr Rer Nat I Made Wiryana SKom SSi MAPPSC, dosen Universitas Gunadarma. Made mengangkat tema “Pahami Perbedaan Hoaks dan Caracker”.

Made menyebutkan, hacker merupakan seseorang dengan keingintahuan besar dan rasa penasaran terhadap hal teknis yang berperan dalam perkembangan teknologi komputer membuat perangkat lunak, seperti desain chip dan desain komputer baru.

Perbedaan tipis antara hacker dan cracker, karena motifnya dinilai positif, dengan menggunakan alat bantu dan teknologi yang sama. Motif, dampak serta proses pengungkapan celah keamanan yang berbeda.

Perbedaan hacker dan cracker, antara lain hacker tidak pernah merusak data sedangkan cracker menghapus atau mengganti data, hacker profesional dalam menjaga kode etik sedangkan cracker tidak menjaga kode etik, serta hacker fokus utama adalah memanfaatkan celah pada sistem target dan  mendapatkan akses, sedangkan cracker fokus utama adalah mencuri, memecahkan password,  melakukan brutefore, dan reverse engineering dan sosial engineering.

Perbedaan pola kerja hacker dan cracker, meliputi hacker menggunakan beragam teknis dan perangkat untuk “menembus” sistem, bila perlu membuat software/tools baru dan berusaha sesedikit mungkin meninggalkan jejak yang terlihat.

Penasaran teknis lebih diutamakan. Sedangkan, cracker tujuan utama adalah target sebanyak-banyaknya yang bisa ditembus dan sering meninggalkan jejak sebagai upaya pamer keberhasilan.

Sesi Budaya Digital oleh Kresno Broto SAg, pengurus Forum Masyarakat Literasi Labuhanbatu. Kresna memberikan materi dengan tema “Literasi Digital bagi Tenaga Pendidik dan Anak Didik di Era Digital”.

Baca Juga :  Bertransaksi Digital dengan Aman, Kesimpulan Webinar Literasi Digital Simalungun

Kresno menjelaskan literasi digital merupakan pengetahuan serta kecakapan dalam memanfaatkan media digital, seperti alat komunikasi dan jaringan internet.

Tujuan implementasi kompetensi literasi digital di sekolah ialah mengedukasi warga sekolah, baik guru maupun siswa dalam memanfaatkan perangkat digital dan alat-alat komunikasi atau jaringan guna menemukan, mengevaluasi, menggunakan, dan membuat informasi secara bijak dan kreatif.

Tantangan terbesar dalam penerapan literasi informasi di sekolah berasal dari internal di sekolah, di antaranya kemampuan guru di bidang literasi yang kurang memadai dan belum adanya kebijakan sekolah tentang program literasi informasi.

Kecakapan guru dalam literasi informasi, mencakup mengenali jenis informasi yang diperlukan, mengenali sumber-sumber informasi elektronik, dan memahami strategi penulusuran sumber-sumber informasi digital.

Pentingnya menguasai literasi digital bagi keberlangsungan pembelajaran jarak jauh di masa pandemi, antara lain menghindari kontak fisik sehingga dapat meminimalisir penyebaran Covid-19, dapat menghemat waktu guna mencari referensi materi, serta pemberian tugas kepada siswa dan penyerahan tugas kepada guru menjadi lebih cepat.

Narasumber terakhir pada sesi Etika Digital oleh  Taufiq SPd MPd,  Finalis Guru SD Berprestasi Tingkat Nasional. Taufiq mengangkat tema “Digital Content: Do and Don’ts”.

Taufiq membahas konten digital berarti informasi yang tersedia melalui media atau produk teknologi modern seperti komputer, laptop, tablet, dan gawai dalam beragam format baik teks atau tulisan, gambar, video, audio atau kombinasinya yang diubah dalam bentuk digital.

Sebagai pengguna internet atau media sosial harus memperhatikan: pilih konten dari sumber yang terpercaya, teliti sebelum membagikan konten, beri apresiasi positif terhadap kreator dengan konten berkualitas, pahami konten sebelum memberi komentar, dan ambil pelajaran dari konten yang di dapati.

Hal yang harus diperhatikan seorang kreator, antara lain ciptakan konten yang orisinil, membuat konsep konten yang matang, pahami target konten sebelum menyebarkan konten, dan bagikan konten yang berkualitas dan bermanfaat.

Hal yang tidak boleh dilakukan sebagai pengguna, meliputi memilih konten yang berbahaya dan mengandung hoaks, membagikan konten yang kontroversial dan tidak diketahui secara pasti kebenarannya, serta mudah percaya dan terpengaruh konten negatif.

Hal yang tidak boleh dilakukan sebagai kreator, mencakup meniru atau menjiplak karya orang lain, membuat konten yang menyinggung unsur SARA, tidak mengikuti perkembangan zaman, serta cepat menyerah dan putus asa.

Webinar diakhiri oleh Angelira Kwan, influencer dengan followers 35,7 ribu. Angelita menyimpulkan hasil webinar dari tema yang sudah diangkat oleh para narasumber, berupa tips menggunakan kata kunci pada aplikasi Google.

Gunakan titik dua (:) untuk mencari hanya di situs tertentu, gunakan tanda bintang (*) untuk mencari kalimat dengan beberapa kata yang hilang, gunakan kata “related” untuk mencari situs yang mirip, gunakan tanda minus (-) untuk menyingkirkan hasil pencarian yang tidak diinginkan, serta gunakan format pengetikan”informasi yang diinginkan: situs yang ingin dimunculkan”.

Perbedaan tipis antara hacker dan cracker, karena motifnya dinilai positif, dengan menggunakan alat bantu dan teknologi yang sama. Motif, dampak serta proses pengungkapan celah keamanan yang berbeda.

Pentingnya menguasai literasi digital bagi keberlangsungan pembelajaran jarak jauh di masa pandemi, antara lain menghindari kontak fisik sehingga dapat meminimalisir penyebaran Covid-19, dapat menghemat waktu guna mencari referensi materi, juga pemberian tugas kepada siswa dan penyerahan tugas kepada guru menjadi lebih cepat.

Serta, hal yang harus diperhatikan seorang kreator, antara lain ciptakan konten yang orisinil, membuat konsep konten yang matang, pahami target konten sebelum menyebarkan konten, dan bagikan konten yang berkualitas dan bermanfaat. (rel/md)

Webinar literasi digital di Padangsidimpuan.

PADANGSIDIMPUAN, METRODAILY.id – Tips menggunakan kata kunci pada aplikasi Google menjadi salah satu pembahasan dalam webinar Literasi Digital Kota Padangsidimpuan. Webinar dalam rangka mewujudkan masyarakat Indonesia yang paham Literasi Digital itu digelar Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Senin (26/7) pukul 09.09 WIB.

Tujuannya, mengedukasi dan mewujudkan masyarakat agar paham Literasi Digital lebih dalam dan menyikapi secara bijaksana dalam menggunakan digital platform di 77 kota/kabupaten area Sumatera II, mulai Aceh sampai Lampung dengan 600 peserta  di setiap kegiatan yang ditujukan kepada PNS, TNI/Polri, orang tua, pelajar, penggiat usaha, pendakwah, dan sebagainya.

Empat kerangka digital yang diberikan dalam kegiatan tersebut, yaitu Digital Skill, Digital Safety, Digital Ethic, dan Digital Culture. Masing-masing kerangka mempunyai beragam tema.

Keynote Speaker, Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) H Edy Rahmayadi. Edy mengatakan, tujuan Literasi Digital agar masyarakat cakap dalam menggunakan teknologi digital, bermanfaat dalam membangun daerahnya masing-masing oleh putra putri daerah melalui digital platform. Presiden RI Joko Widodo juga memberikan sambutan dalam mendukung Literasi Digital Kominfo 2021.

Al Akbar Rahmadillah ST, Founder of Sobat Cybers Indonesia, pada sesi Kecakapan Digital memaparkan tema “Jenis-jenis Mesin Pencarian (Search Enginee) dan Tips Memilah Informasi dari Mesin Pencarian”.

Akbar menjelaskan alasan seseorang menggunakan internet ialah untuk berkomunikasi lewat pesan dengan orang lain, untuk mengakses media sosial, untuk mengakses layanan informasi berita, mencari hiburan, untuk mengakses layanan perbankan, dan untuk mengakses layanan informasi perkerjaan.

Tips menggunakan kata kunci pada aplikasi Google, meliputi gunakan titik dua (:) untuk mencari hanya di situs tertentu, gunakan tanda bintang (*) untuk mencari kalimat dengan beberapa kata yang hilang, gunakan kata “related” untuk mencari situs yang mirip, gunakan tanda minus (-) untuk menyingkirkan hasil pencarian yang tidak diinginkan, serta gunakan format pengetikan ”informasi yang diinginkan: situs yang ingin dimunculkan”.

Tidak semua hasil penelusuran mesin pencarian informasi benar, diperlukan kompetensi kritis pengguna untuk dapat menyaring informasi yang diperoleh.

Seseorang dapat menggunakan salah satu fitur pada mesin pencarian informasi untuk melakukan verifikasi informasi, misalnya dengan menggunakan Google Fast Check Tools, dengan cara kunjungi situsnya, ketik cek fakta yang ingin dicari dan temukan pada search bar, klik tombol pencarian pada sisi kanan atau tekan enter, setelah itu hasil pencarian akan muncul.

Dilanjutkan dengan sesi Keamanan Digital oleh Dr Rer Nat I Made Wiryana SKom SSi MAPPSC, dosen Universitas Gunadarma. Made mengangkat tema “Pahami Perbedaan Hoaks dan Caracker”.

Made menyebutkan, hacker merupakan seseorang dengan keingintahuan besar dan rasa penasaran terhadap hal teknis yang berperan dalam perkembangan teknologi komputer membuat perangkat lunak, seperti desain chip dan desain komputer baru.

Perbedaan tipis antara hacker dan cracker, karena motifnya dinilai positif, dengan menggunakan alat bantu dan teknologi yang sama. Motif, dampak serta proses pengungkapan celah keamanan yang berbeda.

Perbedaan hacker dan cracker, antara lain hacker tidak pernah merusak data sedangkan cracker menghapus atau mengganti data, hacker profesional dalam menjaga kode etik sedangkan cracker tidak menjaga kode etik, serta hacker fokus utama adalah memanfaatkan celah pada sistem target dan  mendapatkan akses, sedangkan cracker fokus utama adalah mencuri, memecahkan password,  melakukan brutefore, dan reverse engineering dan sosial engineering.

Perbedaan pola kerja hacker dan cracker, meliputi hacker menggunakan beragam teknis dan perangkat untuk “menembus” sistem, bila perlu membuat software/tools baru dan berusaha sesedikit mungkin meninggalkan jejak yang terlihat.

Penasaran teknis lebih diutamakan. Sedangkan, cracker tujuan utama adalah target sebanyak-banyaknya yang bisa ditembus dan sering meninggalkan jejak sebagai upaya pamer keberhasilan.

Sesi Budaya Digital oleh Kresno Broto SAg, pengurus Forum Masyarakat Literasi Labuhanbatu. Kresna memberikan materi dengan tema “Literasi Digital bagi Tenaga Pendidik dan Anak Didik di Era Digital”.

Baca Juga :  Bertransaksi Digital dengan Aman, Kesimpulan Webinar Literasi Digital Simalungun

Kresno menjelaskan literasi digital merupakan pengetahuan serta kecakapan dalam memanfaatkan media digital, seperti alat komunikasi dan jaringan internet.

Tujuan implementasi kompetensi literasi digital di sekolah ialah mengedukasi warga sekolah, baik guru maupun siswa dalam memanfaatkan perangkat digital dan alat-alat komunikasi atau jaringan guna menemukan, mengevaluasi, menggunakan, dan membuat informasi secara bijak dan kreatif.

Tantangan terbesar dalam penerapan literasi informasi di sekolah berasal dari internal di sekolah, di antaranya kemampuan guru di bidang literasi yang kurang memadai dan belum adanya kebijakan sekolah tentang program literasi informasi.

Kecakapan guru dalam literasi informasi, mencakup mengenali jenis informasi yang diperlukan, mengenali sumber-sumber informasi elektronik, dan memahami strategi penulusuran sumber-sumber informasi digital.

Pentingnya menguasai literasi digital bagi keberlangsungan pembelajaran jarak jauh di masa pandemi, antara lain menghindari kontak fisik sehingga dapat meminimalisir penyebaran Covid-19, dapat menghemat waktu guna mencari referensi materi, serta pemberian tugas kepada siswa dan penyerahan tugas kepada guru menjadi lebih cepat.

Narasumber terakhir pada sesi Etika Digital oleh  Taufiq SPd MPd,  Finalis Guru SD Berprestasi Tingkat Nasional. Taufiq mengangkat tema “Digital Content: Do and Don’ts”.

Taufiq membahas konten digital berarti informasi yang tersedia melalui media atau produk teknologi modern seperti komputer, laptop, tablet, dan gawai dalam beragam format baik teks atau tulisan, gambar, video, audio atau kombinasinya yang diubah dalam bentuk digital.

Sebagai pengguna internet atau media sosial harus memperhatikan: pilih konten dari sumber yang terpercaya, teliti sebelum membagikan konten, beri apresiasi positif terhadap kreator dengan konten berkualitas, pahami konten sebelum memberi komentar, dan ambil pelajaran dari konten yang di dapati.

Hal yang harus diperhatikan seorang kreator, antara lain ciptakan konten yang orisinil, membuat konsep konten yang matang, pahami target konten sebelum menyebarkan konten, dan bagikan konten yang berkualitas dan bermanfaat.

Hal yang tidak boleh dilakukan sebagai pengguna, meliputi memilih konten yang berbahaya dan mengandung hoaks, membagikan konten yang kontroversial dan tidak diketahui secara pasti kebenarannya, serta mudah percaya dan terpengaruh konten negatif.

Hal yang tidak boleh dilakukan sebagai kreator, mencakup meniru atau menjiplak karya orang lain, membuat konten yang menyinggung unsur SARA, tidak mengikuti perkembangan zaman, serta cepat menyerah dan putus asa.

Webinar diakhiri oleh Angelira Kwan, influencer dengan followers 35,7 ribu. Angelita menyimpulkan hasil webinar dari tema yang sudah diangkat oleh para narasumber, berupa tips menggunakan kata kunci pada aplikasi Google.

Gunakan titik dua (:) untuk mencari hanya di situs tertentu, gunakan tanda bintang (*) untuk mencari kalimat dengan beberapa kata yang hilang, gunakan kata “related” untuk mencari situs yang mirip, gunakan tanda minus (-) untuk menyingkirkan hasil pencarian yang tidak diinginkan, serta gunakan format pengetikan”informasi yang diinginkan: situs yang ingin dimunculkan”.

Perbedaan tipis antara hacker dan cracker, karena motifnya dinilai positif, dengan menggunakan alat bantu dan teknologi yang sama. Motif, dampak serta proses pengungkapan celah keamanan yang berbeda.

Pentingnya menguasai literasi digital bagi keberlangsungan pembelajaran jarak jauh di masa pandemi, antara lain menghindari kontak fisik sehingga dapat meminimalisir penyebaran Covid-19, dapat menghemat waktu guna mencari referensi materi, juga pemberian tugas kepada siswa dan penyerahan tugas kepada guru menjadi lebih cepat.

Serta, hal yang harus diperhatikan seorang kreator, antara lain ciptakan konten yang orisinil, membuat konsep konten yang matang, pahami target konten sebelum menyebarkan konten, dan bagikan konten yang berkualitas dan bermanfaat. (rel/md)

iklan-usi
iklanpemko
iklanpemko
iklan-usi

Most Read

Artikel Terbaru

/