30.6 C
Medan
Monday, January 30, 2023

Monitoring, Komisi I DPRD Simalungun Disebut Bendahara Desa hanya Minta Uang

SIMALUNGUN, METRODAILY – Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Simalungun berang saat melakukan kunjungan kerja di Nagori Pardomuan Nauli Kecamatan Pematang Bandar, Kamis (19/1/2023) sekira pukul 12.00 WIB.

Soalnya, saat meminta penjelasan terkait Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) Dana Desa Tahun Anggaran 2021 kurang lebih sebesar Rp 130 jutaan, malah mendapatkan ucapan yang sangat menyinggung para anggota DPRD Kabupaten Simalungun yang hadir pada saat itu.

Informasi dihimpun, awal diketahuinya permasalahan yang dipastikan akan berbuntut panjang itu dari salah seorang warga setempat yang mengatakan, “Semalam ada kunjungan DPRD Simalungun disini. Cuman ada sedikit masalah kudengar semalam antara DPRD Simalungun dengan pihak Pemerintah Nagori”, kata warga yang enggan menyebutkan namanya, Jumat (20/1/2023) sekira pukul 11.00 WIB kepada awak media ini.

Saat dikonfirmasi Pejabat Pengulu Nagori Pardomuan Nauli E Manurung SH kepada para awak media membenarkan adanya kejadian itu. ia mengatakan siang itu Komisi I DPRD Simalungun melakukan kunjungan kerja ke Kantor Camat Pematang Bandar untuk membahas pengelolaan Dana Desa tahun 2022.

“Tahap I dan tahap II masih dikelola oleh pangulu lama, karena saya kurang memahami makanya Anggota Komisi I minta pertemuan di Kantor nagori,” katanya.

Baca Juga :  Bawaslu Psp Sosialisasi Aturan Pemilu Kepada Parpol

Ditambahkannya, selain penggunaan anggaran tahun 2022, Komisi I juga menanyakan terkait SiLPa 2021 di Nagori Pardomuan Nauli. Saat itu Sekretaris Desa menghubungi Bendahara Desa untuk datang ke kantor pangulu.

“Kebetulan Bendahara lagi melayat, jadi di telpon sama sekdes, kebetulan suara HP-nya kuat jadi semua dengar, dibilangnya gak pala, cuma minta uangnya orang itu (Anggota DPRD, red). Itulah dibilangnya cuma dalam bahasa Batak, jadi tersinggunglah Anggota DPRD itu. Habis itu langsung pulang mereka,” katanya.

Ia sangat menyayangkan pernyataan bendahara nagori tersebut terlebih saat ini tengah mencalon sebagai Calon Pangulu di Nagori Pardomuan Nauli. “Dia itu mencalonkan pangulu, seharusnya adalah etika,” katanya kecewa.

Terpisah, Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Simalungun Erwin Parulian Saragih saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut.

“Iya, kami dengar semua ada ngomong begitu melalui teleponnya sekdes. Karena tidak mendapatkan keterangan dan penjelasan sebagaimana yang seharusnya kami dapatkan saat melakukan monitoring pengawasan dana desa, maka kami akan mengagendakan Rapat Dengar Pendapat (RDP)”, katanya, via seluler, Jumat (20/1/2023). (adi)

SIMALUNGUN, METRODAILY – Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Simalungun berang saat melakukan kunjungan kerja di Nagori Pardomuan Nauli Kecamatan Pematang Bandar, Kamis (19/1/2023) sekira pukul 12.00 WIB.

Soalnya, saat meminta penjelasan terkait Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) Dana Desa Tahun Anggaran 2021 kurang lebih sebesar Rp 130 jutaan, malah mendapatkan ucapan yang sangat menyinggung para anggota DPRD Kabupaten Simalungun yang hadir pada saat itu.

Informasi dihimpun, awal diketahuinya permasalahan yang dipastikan akan berbuntut panjang itu dari salah seorang warga setempat yang mengatakan, “Semalam ada kunjungan DPRD Simalungun disini. Cuman ada sedikit masalah kudengar semalam antara DPRD Simalungun dengan pihak Pemerintah Nagori”, kata warga yang enggan menyebutkan namanya, Jumat (20/1/2023) sekira pukul 11.00 WIB kepada awak media ini.

Saat dikonfirmasi Pejabat Pengulu Nagori Pardomuan Nauli E Manurung SH kepada para awak media membenarkan adanya kejadian itu. ia mengatakan siang itu Komisi I DPRD Simalungun melakukan kunjungan kerja ke Kantor Camat Pematang Bandar untuk membahas pengelolaan Dana Desa tahun 2022.

“Tahap I dan tahap II masih dikelola oleh pangulu lama, karena saya kurang memahami makanya Anggota Komisi I minta pertemuan di Kantor nagori,” katanya.

Baca Juga :  Sekda Tapteng Mundur

Ditambahkannya, selain penggunaan anggaran tahun 2022, Komisi I juga menanyakan terkait SiLPa 2021 di Nagori Pardomuan Nauli. Saat itu Sekretaris Desa menghubungi Bendahara Desa untuk datang ke kantor pangulu.

“Kebetulan Bendahara lagi melayat, jadi di telpon sama sekdes, kebetulan suara HP-nya kuat jadi semua dengar, dibilangnya gak pala, cuma minta uangnya orang itu (Anggota DPRD, red). Itulah dibilangnya cuma dalam bahasa Batak, jadi tersinggunglah Anggota DPRD itu. Habis itu langsung pulang mereka,” katanya.

Ia sangat menyayangkan pernyataan bendahara nagori tersebut terlebih saat ini tengah mencalon sebagai Calon Pangulu di Nagori Pardomuan Nauli. “Dia itu mencalonkan pangulu, seharusnya adalah etika,” katanya kecewa.

Terpisah, Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Simalungun Erwin Parulian Saragih saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut.

“Iya, kami dengar semua ada ngomong begitu melalui teleponnya sekdes. Karena tidak mendapatkan keterangan dan penjelasan sebagaimana yang seharusnya kami dapatkan saat melakukan monitoring pengawasan dana desa, maka kami akan mengagendakan Rapat Dengar Pendapat (RDP)”, katanya, via seluler, Jumat (20/1/2023). (adi)

Most Read

Artikel Terbaru