JAKARTA, METRODAILY – Masa depan kursi pelatih Tottenham Hotspur memasuki fase kritis.
Rentetan hasil buruk sepanjang 2026 membuat posisi Igor Tudor di ujung tanduk, sementara nama Mauricio Pochettino kembali mencuat sebagai kandidat pengganti.
Spurs belum meraih satu pun kemenangan di Premier League sepanjang tahun ini.
Kondisi tersebut menyeret klub asal London Utara itu ke peringkat ke-17 klasemen sementara dengan 30 poin—hanya terpaut satu angka dari West Ham United yang berada di batas zona degradasi.
Situasi kian memburuk setelah Tottenham juga tersingkir dari UEFA Champions League. Mereka dihentikan Atlético Madrid di babak 16 besar dengan agregat 5-7.
Tekanan terhadap Tudor pun semakin besar. Manajemen klub disebut mulai mempertimbangkan opsi pergantian pelatih demi menyelamatkan musim.
Di tengah situasi tersebut, Pochettino muncul sebagai kandidat kuat. Pelatih asal Argentina itu bukan sosok asing bagi Spurs.
Ia pernah menangani klub tersebut selama lima musim (2014–2019) dan membawa tim mencapai final Liga Champions 2018/2019.
Namun, peluang reuni dalam waktu dekat tampaknya belum realistis. Saat ini, Pochettino masih terikat kontrak sebagai pelatih Timnas Amerika Serikat dan fokus mempersiapkan tim menuju Piala Dunia FIFA 2026.
Artinya, jika Tottenham serius ingin memulangkannya, keputusan kemungkinan baru bisa diambil setelah musim berakhir.
Meski demikian, sinyal keterbukaan sudah disampaikan Pochettino. Ia mengaku merindukan atmosfer sepak bola Inggris, tempat ia pernah melatih Southampton FC dan Chelsea FC selain Tottenham.
Baca Juga: Wesly Silalahi dan Forkopimda Lepas Pawai Takbir Keliling Menyambut Hari Raya Idul Fitri
“Saya merindukan suasana sepak bola di Inggris. Saya mencintai negara itu, budayanya, dan budaya sepak bolanya,” ujar Pochettino.
“Bagi siapa pun yang kompetitif, ini adalah tempat untuk menguji batas kemampuan. Anda harus selalu memberikan yang terbaik.”
Dengan tekanan hasil dan ancaman degradasi yang nyata, Tottenham kini dihadapkan pada keputusan krusial: mempertahankan Tudor hingga akhir musim atau mulai menyiapkan jalan bagi kembalinya Pochettino. (Dtc)
Editor : Editor Satu