MADRID, METRODAILY – Pertikaian panjang antara Real Madrid dan UEFA terkait proyek European Super League (ESL) resmi berakhir damai.
Kedua pihak mencapai kesepakatan prinsip untuk mengakhiri sengketa hukum yang berlangsung sejak 2021.
Dalam pernyataan resmi yang dirilis Rabu (11/2/2026) malam WIB, Real Madrid mengonfirmasi tercapainya kesepakatan bersama antara klub, UEFA, dan perwakilan klub-klub Eropa.
“UEFA, Klub-klub Sepakbola Eropa, dan Real Madrid CF mencapai kesepakatan demi kebaikan sepakbola klub Eropa,” demikian bunyi pernyataan tersebut.
Baca Juga: Drama Menit 90! Timnas Indonesia U-17 Tumbang 2-3 dari China
Kesepakatan itu diklaim sebagai hasil pembicaraan intensif selama beberapa bulan terakhir
Dalam pernyataan lanjutannya, Madrid menyebut kesepakatan ini menekankan prinsip prestasi olahraga (sporting merit), keberlanjutan finansial klub, serta peningkatan pengalaman penonton melalui pemanfaatan teknologi.
“Kesepakatan prinsip ini juga akan berfungsi untuk menyelesaikan sengketa hukum mereka terkait Liga Super Eropa, setelah prinsip-prinsip tersebut dilaksanakan dan diimplementasikan,” tulis Madrid.
Dengan kata lain, konflik hukum antara kedua pihak akan dihentikan setelah poin-poin kesepakatan dijalankan.
Baca Juga: Diharapkan Jadi Mitra SPPG, UMKM Bahagia Tempe Diresmikan Bupati Baharuddin SiagianSengketa Bernilai 4,5 Miliar Euro
Sebelumnya, Real Madrid menjadi motor utama proyek European Super League yang diluncurkan pada 2021 bersama 11 klub elite Eropa. Proyek tersebut memicu gelombang penolakan luas, termasuk dari UEFA dan FIFA.
UEFA bahkan mengancam sanksi kepada klub-klub peserta. Namun, pada perkembangan selanjutnya, Pengadilan Uni Eropa menilai UEFA melanggar prinsip persaingan bebas karena mencoba menghalangi proyek tersebut.
Bersandar pada putusan itu, Madrid menuntut ganti rugi sebesar 4,5 miliar euro (sekitar Rp 70 triliun) kepada UEFA.
Baca Juga: Pulau Salah Namo dan Pulau Pandang Didorong Jadi Destinasi Wisata Unggulan
Ketegangan hukum inilah yang akhirnya dinegosiasikan ulang dalam beberapa bulan terakhir hingga menghasilkan perdamaian.
Satu per Satu Klub Mundur
Proyek Super League awalnya diikuti 12 klub besar Eropa. Namun tekanan publik dan politik membuat klub-klub Inggris seperti Chelsea, Liverpool, Manchester City, Manchester United, Tottenham Hotspur, dan Arsenal langsung menarik diri.
Menyusul kemudian Atletico Madrid, Inter Milan, dan AC Milan. Juventus resmi mundur pada 2023, disusul Barcelona pada 7 Februari 2026.
Baca Juga: Warga Minta Dishub Labuhanbatu Pasang Portal Batasi Truk Over TonaseKesepakatan ini sekaligus menutup salah satu bab paling kontroversial dalam sejarah sepakbola modern Eropa. (dtc)