alexametrics
27 C
Medan
Thursday, August 18, 2022

iklanpemko
iklanpemko

Marquez Sudah Habis?

iklan-usi

METRODAILY – Empat kali Marc Marquez jatuh di Sirkuit Mandalika pada gelaran MotoGP Mandalika, Lombok. Apakah Baby Alien sudah habis?

Pertamina Grand Prix of Indonesia alias MotoGP Mandalika berlangsung pada Jumat Sampai Minggu, 18-20 Maret kemarin. Dimulai dari sesi latihan bebas dan ditutup dengan ajang balapan.

Miguel Oliveira jadi juaranya, disusul Fabio Quartararo dan Johann Zarco di peringkat kedua dan ketiga. Sayang buat rider Repsol Honda, Marc Marquez, dirinya mundur.

Empat kali Marc Marquez jatuh, rinciannya dua kali di latihan bebas, sekali di kualifikasi, dan sekali di sesi pemanasan pada Minggu (20/3) jelang balapan. Ketika jatuh yang terakhir kalinya, Marquez sampai terpental dan motornya hancur!

Bencana fatal itu membuat Marquez sempat terpincang-pincang. Rider berusia 29 tahun tersebut kemudian dibantu tim medis dan marshal, sebelum akhirnya bisa berjalan sendiri.

Setelahnya, Marquez langsung dilarikan ke rumah sakit di Mataram. Dia terbang naik helikopter, dan kembali ke sirkuit dengan terlihat tangan diperban.

Baca Juga :  Piala AFF U-19 2022: Timnas U-19 Vs Vietnam

Dilansir dari Crash, Keith Huewen eks pebalap Grand Prix dari Inggris merasa kasihan dengan Marc Marquez. Musim sebelumnya diganggu masalah cedera bahu dan di MotoGP Mandalika terus jatuh, Marquez dinilai sudah memasuki fase senja.

“Marquez tidak bisa terus menerima pukulan berat ini. Setiap tahun dia mendapatkan lebih banyak cedera yang terus kumulatif pada tubuh yang terus menua,” jelasnya.

Keith Huewen menjelaskan, Marc Marquez di masa kejayaannya mampu bermain dengan baik dan menghindari rintangan baik dari segi layout sirkuit yang menantang atau masalah pada motor. Kini sepertinya, itu sulit diulangi kembali.

“Masa-masa sebelumnya, Marquez 90 persen mampu menghindari crash. Dia mampu melewati tikungan dengan caranya sendiri, tapi tidak untuk sekarang ini,” ungkapnya.

“Marquez kini seperti sudah longgar ketika mengendarai motornya. Tapi, motornya pun seperti bukan miliknya lagi karena Honda dan Michelin telah mengubah modifikasi ban seperti di akhir pekan kemarin,” tutupnya. (net)

METRODAILY – Empat kali Marc Marquez jatuh di Sirkuit Mandalika pada gelaran MotoGP Mandalika, Lombok. Apakah Baby Alien sudah habis?

Pertamina Grand Prix of Indonesia alias MotoGP Mandalika berlangsung pada Jumat Sampai Minggu, 18-20 Maret kemarin. Dimulai dari sesi latihan bebas dan ditutup dengan ajang balapan.

Miguel Oliveira jadi juaranya, disusul Fabio Quartararo dan Johann Zarco di peringkat kedua dan ketiga. Sayang buat rider Repsol Honda, Marc Marquez, dirinya mundur.

Empat kali Marc Marquez jatuh, rinciannya dua kali di latihan bebas, sekali di kualifikasi, dan sekali di sesi pemanasan pada Minggu (20/3) jelang balapan. Ketika jatuh yang terakhir kalinya, Marquez sampai terpental dan motornya hancur!

Bencana fatal itu membuat Marquez sempat terpincang-pincang. Rider berusia 29 tahun tersebut kemudian dibantu tim medis dan marshal, sebelum akhirnya bisa berjalan sendiri.

Setelahnya, Marquez langsung dilarikan ke rumah sakit di Mataram. Dia terbang naik helikopter, dan kembali ke sirkuit dengan terlihat tangan diperban.

Baca Juga :  Liverpool Tumbang

Dilansir dari Crash, Keith Huewen eks pebalap Grand Prix dari Inggris merasa kasihan dengan Marc Marquez. Musim sebelumnya diganggu masalah cedera bahu dan di MotoGP Mandalika terus jatuh, Marquez dinilai sudah memasuki fase senja.

“Marquez tidak bisa terus menerima pukulan berat ini. Setiap tahun dia mendapatkan lebih banyak cedera yang terus kumulatif pada tubuh yang terus menua,” jelasnya.

Keith Huewen menjelaskan, Marc Marquez di masa kejayaannya mampu bermain dengan baik dan menghindari rintangan baik dari segi layout sirkuit yang menantang atau masalah pada motor. Kini sepertinya, itu sulit diulangi kembali.

“Masa-masa sebelumnya, Marquez 90 persen mampu menghindari crash. Dia mampu melewati tikungan dengan caranya sendiri, tapi tidak untuk sekarang ini,” ungkapnya.

“Marquez kini seperti sudah longgar ketika mengendarai motornya. Tapi, motornya pun seperti bukan miliknya lagi karena Honda dan Michelin telah mengubah modifikasi ban seperti di akhir pekan kemarin,” tutupnya. (net)

iklanpemko
iklanpemko
iklanpemko

Most Read

Artikel Terbaru

/