alexametrics
27 C
Medan
Thursday, August 18, 2022

iklanpemko
iklanpemko

DMI Terbitkan Surat Edaran Jelang Ramadan

Atur Pengeras Suara Masjid-Musala

iklan-usi

JAKARTA, METRODAILY – Pimpinan Pusat Dewan Masjid Indonesia (DMI) menerbitkan surat edaran (SE) sebagai arahan untuk kegiatan Ramadan 1443 Hijriah/2022. Ada empat poin yang menjadi arahan. Pertama, agar masjid dan musala dimakmurkan untuk ibadah, tetapi harus tetap menerapkan protokol kesehatan (memakai masker, membawa alat ibadah sendiri, berwudu dari rumah). Kebersihan lingkungan masjid dan musala harus dijaga sebaik-baiknya.

Kedua, mengenai penggunaan pengeras suara. Seluruh masjid/musala diimbau untuk menggunakan pengeras suara luar hanya untuk azan, ikamah, dan tartil Alquran. Durasinya diatur 5–10 menit sebelum tanda waktu salat tiba.

Kemudian, tidak menggunakan pengeras suara luar untuk melakukan zikir/doa para imam salat, tahlilan, puji-pujian, barzanji, nasyid, lagu-lagu religi, dan sejenisnya. ”Apabila menghendaki penggunaan pengeras suara, maka hendaknya menggunakan pengeras suara dalam saja,” ujar Ketua Umum Pimpinan Pusat DMI Jusuf Kalla.

Baca Juga :  Muswil VIII DPW PPP Sumut Digelar 28 Mei, Yulizar Dinilai Penuhi Kriteria

Selain itu, semua bentuk ceramah dan kultum hendaknya menggunakan pengeras suara dalam. Untuk kegiatan tadarus atau tilawatil Quran dengan menggunakan pengeras suara, hendaknya hanya diperuntukkan bagi yang sudah fasih/lancar dan memiliki kemampuan qiraatil Quran yang bagus. Tentunya, dengan tetap memperhatikan batas waktu istirahat (jam tidur) masyarakat. (jp)

JAKARTA, METRODAILY – Pimpinan Pusat Dewan Masjid Indonesia (DMI) menerbitkan surat edaran (SE) sebagai arahan untuk kegiatan Ramadan 1443 Hijriah/2022. Ada empat poin yang menjadi arahan. Pertama, agar masjid dan musala dimakmurkan untuk ibadah, tetapi harus tetap menerapkan protokol kesehatan (memakai masker, membawa alat ibadah sendiri, berwudu dari rumah). Kebersihan lingkungan masjid dan musala harus dijaga sebaik-baiknya.

Kedua, mengenai penggunaan pengeras suara. Seluruh masjid/musala diimbau untuk menggunakan pengeras suara luar hanya untuk azan, ikamah, dan tartil Alquran. Durasinya diatur 5–10 menit sebelum tanda waktu salat tiba.

Kemudian, tidak menggunakan pengeras suara luar untuk melakukan zikir/doa para imam salat, tahlilan, puji-pujian, barzanji, nasyid, lagu-lagu religi, dan sejenisnya. ”Apabila menghendaki penggunaan pengeras suara, maka hendaknya menggunakan pengeras suara dalam saja,” ujar Ketua Umum Pimpinan Pusat DMI Jusuf Kalla.

Baca Juga :  PTM Terbatas Boleh Buka di PPKM Level 1-3

Selain itu, semua bentuk ceramah dan kultum hendaknya menggunakan pengeras suara dalam. Untuk kegiatan tadarus atau tilawatil Quran dengan menggunakan pengeras suara, hendaknya hanya diperuntukkan bagi yang sudah fasih/lancar dan memiliki kemampuan qiraatil Quran yang bagus. Tentunya, dengan tetap memperhatikan batas waktu istirahat (jam tidur) masyarakat. (jp)

iklanpemko
iklanpemko
iklanpemko

Most Read

Artikel Terbaru

/