alexametrics
22.8 C
Medan
Friday, August 19, 2022

iklanpemko
iklanpemko

Losmen Central Bangun Tembok, 4 Keluarga Terkurung

iklan-usi

SIDEMPUAN, METRODAILY – Pihak Losmen Central Padang Sidempuan menembok arealnya sehingga akses keluar masuk rumah empat kepala keluarga warga Kampung Bukit Lingkungan II, Kelurahan WEK II, Kecamatan Padang Sidempuan Utara, jadi tertutup.

Mediasi sudah dilakukan oleh Camat Padang Sidempuan Utara Nanda Alfina, namun hasilnya tidak sifnifikan sehingga terkesan pihak kecamatan tidak berdaya, lantaran jalan yang diberikan kepada warga untuk bisa dilalui hanya selebar 1 meter dengan panjang 15 meter.
Komariah Harahap (61) mengatakan bahwa ada empat kepala keluarga yang aksesnya tertutup setelah penembokan yakni Sumarto Pakpahan (52), Bitcar Pakpahan (54), Yusuf Nasution (42) dan termasuk dirinya.

“Akses menuju rumah kami kini sudah ditutupi dengan bangunan tembok Losmen Sentral dari keturunan Tionghoa,” kata Komariah Harahap kepada wartawan, Senin (25/7/2022).

Sebelumnya, jalan menuju kediamannya diketahui dengan nama, Gang Damai yang sudah ada dari dulu sebagai aset Pemerintah Kota Padang Sidempuan, Kini Gang Damai tersebut sudah dibangun pelebaran Losmen Sentral.

Bahkan, kata Komariah Harahap, Anggota DPRD Padang Sidempuan bernana Rusidy sudah pernah datang untuk menyetop pembangunan tembok yang menutup jalan ke rumah warga. Namum hanya berselang satu pekan pembangunan tersebut berlanjut lagi hingga tembok menutup jalan rumah warga.

“Tolong kami pak Jokowi.., Pak Wali kota tolong turun lihat kondisi jalan kami di tutup pak. Lihat cucu-cucu kami yang masih kecil ke sekolah nggak bisa lagi keluar masuk rumah. Tolong pak lihat dengan mata bapak sendiri, yang diberitakan kami dihibahkan jalan, tapi nyatanya tidak,” ucap Komariah dengan raut sedih meminta dan berharap ada penyelesaian dari Presiden Jokowi dan Walikota Padang Sidempuan.

Baca Juga :  Telkomsel Hadirkan Digital Entertainment Nobar dan Meet & Greet Virtual Bersama Bintang

Nenek tua ini berharap, agar pemilik Losmen Sentral berperikemanusian dengan membuka akses jalan ke rumahnya agar mereka dan anak cucunya yang masih sekolah SD bisa keluar masuk untuk beraktifitas seperti semula.

Warga lainnya bernama Rosdiana Nasution (41) mengatakan bahwa keluarganya sudah resah dan tidak tahu lagi harus berbuat apa. Karena dikala anaknya pergi dan pulang sekolah tidak bisa lagi masuk ke rumahnya.

“Tadi pagi masih bisa keluar anak saya pergi ke sekolah, setelah pulang sekolah tidak bisa masuk lagi ke rumah,”katanya..
Karenanya, Rosdiana memohon kepada pemilik Losmen Sentral agar akses jalan diberikan untuk mereka, meski hanya 2 meter saja yang penting ada jalan keluar dari rumahnya.

“Kami memohon kepada pemilik Losmen agar diberikan jalan keluar masuk meski hanya 2 meter. Kalau ada orang meninggal atau sakit lewat darimana mayatnya dibawah,” ujarnya, sangat berharap agar Wali Kota Padang Sidempuan melihat dan mendengar keluhan mereka.(irs)

SIDEMPUAN, METRODAILY – Pihak Losmen Central Padang Sidempuan menembok arealnya sehingga akses keluar masuk rumah empat kepala keluarga warga Kampung Bukit Lingkungan II, Kelurahan WEK II, Kecamatan Padang Sidempuan Utara, jadi tertutup.

Mediasi sudah dilakukan oleh Camat Padang Sidempuan Utara Nanda Alfina, namun hasilnya tidak sifnifikan sehingga terkesan pihak kecamatan tidak berdaya, lantaran jalan yang diberikan kepada warga untuk bisa dilalui hanya selebar 1 meter dengan panjang 15 meter.
Komariah Harahap (61) mengatakan bahwa ada empat kepala keluarga yang aksesnya tertutup setelah penembokan yakni Sumarto Pakpahan (52), Bitcar Pakpahan (54), Yusuf Nasution (42) dan termasuk dirinya.

“Akses menuju rumah kami kini sudah ditutupi dengan bangunan tembok Losmen Sentral dari keturunan Tionghoa,” kata Komariah Harahap kepada wartawan, Senin (25/7/2022).

Sebelumnya, jalan menuju kediamannya diketahui dengan nama, Gang Damai yang sudah ada dari dulu sebagai aset Pemerintah Kota Padang Sidempuan, Kini Gang Damai tersebut sudah dibangun pelebaran Losmen Sentral.

Bahkan, kata Komariah Harahap, Anggota DPRD Padang Sidempuan bernana Rusidy sudah pernah datang untuk menyetop pembangunan tembok yang menutup jalan ke rumah warga. Namum hanya berselang satu pekan pembangunan tersebut berlanjut lagi hingga tembok menutup jalan rumah warga.

“Tolong kami pak Jokowi.., Pak Wali kota tolong turun lihat kondisi jalan kami di tutup pak. Lihat cucu-cucu kami yang masih kecil ke sekolah nggak bisa lagi keluar masuk rumah. Tolong pak lihat dengan mata bapak sendiri, yang diberitakan kami dihibahkan jalan, tapi nyatanya tidak,” ucap Komariah dengan raut sedih meminta dan berharap ada penyelesaian dari Presiden Jokowi dan Walikota Padang Sidempuan.

Baca Juga :  Meraup Untung Besar, Begini Cara Pemalsu Racik Minol Merk Terkenal

Nenek tua ini berharap, agar pemilik Losmen Sentral berperikemanusian dengan membuka akses jalan ke rumahnya agar mereka dan anak cucunya yang masih sekolah SD bisa keluar masuk untuk beraktifitas seperti semula.

Warga lainnya bernama Rosdiana Nasution (41) mengatakan bahwa keluarganya sudah resah dan tidak tahu lagi harus berbuat apa. Karena dikala anaknya pergi dan pulang sekolah tidak bisa lagi masuk ke rumahnya.

“Tadi pagi masih bisa keluar anak saya pergi ke sekolah, setelah pulang sekolah tidak bisa masuk lagi ke rumah,”katanya..
Karenanya, Rosdiana memohon kepada pemilik Losmen Sentral agar akses jalan diberikan untuk mereka, meski hanya 2 meter saja yang penting ada jalan keluar dari rumahnya.

“Kami memohon kepada pemilik Losmen agar diberikan jalan keluar masuk meski hanya 2 meter. Kalau ada orang meninggal atau sakit lewat darimana mayatnya dibawah,” ujarnya, sangat berharap agar Wali Kota Padang Sidempuan melihat dan mendengar keluhan mereka.(irs)

iklanpemko
iklanpemko
iklanpemko

Most Read

Artikel Terbaru

/