alexametrics
27.5 C
Medan
Thursday, August 18, 2022

iklanpemko
iklanpemko

Menag Cek Dapur Katering Haji di Madinah, Arab Saudi

Pastikan Ada Juru Masak dari Indonesia

iklan-usi

MADINAH, METRODAILY – Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas meninjau kesiapan layanan katering untuk jamaah haji Indonesia di Madinah, Arab Saudi. Lokasi yang didatangi yakni Nooha Catering Service.

“Saya memastikan setiap dapur katering ada juru masak yang berasal dari Indonesia. Ada juga bahan baku yang diimpor langsung dari Indonesia,” kata Yaqut dalam keterangan tertulis, Senin (23/5/2022).

Yaqut juga memastikan sanitasi dapur dalam keadaan bersih. Proses memasak juga menggunakan peralatan yang sesuai dengan standar kesehatan, termasuk ruang penyimpanan yang bersih serta menggunakan bahan yang terbaik.

“Saya juga memastikan kemampuan dapur dalam menyiapkan makanan sebanyak paket dalam kontrak. Serta memastikan skema distribusi dan alat angkut yang akan dipakai,” imbuhnya.

Menurutnya, ada 13 perusahaan di Madinah yang dikontrak untuk memberikan pelayanan katering kepada jemaah haji Indonesia. Di Kota Nabi ini, jamaah Indonesia akan mendapatkan layanan konsumsi paling banyak 27 kali dalam rentang sembilan hari. Selama di Madinah, mereka akan menjalani ibadah Arbain (salat berjamaah di Masjid Nabawi dalam 40 waktu).

Selain dapur katering, Menag juga meninjau kesiapan Layanan Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah. KKHI terakhir digunakan pada musim haji tahun 2019 dan sekarang sudah diaktifkan lagi dengan memperbaiki beberapa fasilitas yang ada.

“Alhamdulillah, layanan kesehatan di KKHI juga sudah siap, baik dari sisi tenaga medis dan tenaga kesehatan lainnya, maupun fasilitas layanan kesehatan, peralatan, dan obat-obatan,” ucap Yaqut.

KKHI di Madinah dilengkapi dengan Unit Gawat Darurat (UGD), High Care Unit (HCU), Intensive Care Unit (ICU), rawat inap, serta sarana penunjang lain, misalnya laboratorium, radioaktif, dan USG. Tenaga medis yang akan melayani jamaah, antara lain terdiri atas dokter umum, dokter gigi, spesialis penyakit dalam, spesialis paru, spesialis jantung, spesialis saraf, spesialis anestesi, spesialis THT, spesialis kesehatan jiwa.

KKHI juga didukung dengan tenaga kesehatan lainnya seperti tenaga gizi, analis kesehatan, rekam medik, petugas radiologi, surveilans, sanitarian, elektromedik, apoteker, tenaga kefarmasian, dan tenaga administrasi. Untuk menunjang kecepatan layanan, KKHI tahun ini juga menyiapkan 6 mobil ambulans.

Yaqut juga memastikan sarana dan prasarana untuk calon jemaah haji (CJH) Indonesia di Arab Saudi sudah siap. Tahun ini, hotel-hotel yang bakal ditempati CJH cukup dekat dengan lokasi ibadah.

Hotel Jiwar al Tsaqifah di wilayah Markaziyah Gharbiyyah misalnya. Jaraknya hanya 180 meter dari Masjid Nabawi. Dalam kunjungannya akhir pekan lalu, Yaqut mengaku puas dengan hotel-hotel yang telah disewa untuk CJH.

Selain dekat dengan Masjid Nabawi, fasilitas hotel memadai. Mulai dari tempat makan hingga lift hotel masih terawat. ”Kondisinya siap menerima jemaah,” ujarnya.

Yaqut menjelaskan, layanan akomodasi jemaah haji Indonesia di Madinah menggunakan sistem full musim dan penyewaan blocking time. Hotel yang disewa terpusat di tiga wilayah. Yakni, Markaziyah Syimaliah, Markaziyah Gharbiah, dan Markaziyah Janubiah. ”Total ada 29 hotel yang tersebar di tiga wilayah tersebut dengan kapasitas 24.315 jemaah haji,” katanya.

CJH Indonesia akan tinggal di Madinah paling lama sembilan hari. Mereka akan menjalani ibadah Arbain, yakni salat berjemaah di Masjid Nabawi dalam 40 waktu.

CJH gelombang pertama yang diberangkatkan mulai 4 Juni 2022 akan lebih dulu ke Madinah. Setelah itu, mereka akan diberangkatkan ke Makkah untuk menjalani prosesi haji.

Sementara itu, CJH gelombang kedua akan lebih dulu ke Makkah. Setelah prosesi haji, mereka diberangkatkan ke Madinah untuk menjalani ibadah Arbain, lalu kembali ke tanah air.

CJH sendiri akan masuk asrama haji mulai 3 Juni 2022. Setiap embarkasi sudah bersiap menerima para CJH tersebut. Termasuk embarkasi Batam. Staf Khusus Menag Bidang Media dan Komunikasi Publik Wibowo Prasetyo mengatakan, embarkasi Batam siap melayani 5.371 CJH. Mereka berasal dari empat provinsi. Yakni, Riau (2.304), Jambi (1.328), Kalimantan Barat (1.150), dan Kepulauan Riau (589).

Khusus embarkasi Batam, CJH akan masuk asrama haji pada 14 Juni 2022. Semua kamar tidur dengan kamar mandinya siap digunakan. Termasuk ruang makan, masjid, hingga wastafel. Menurut Wibowo, masih ada sekitar 20 hari persiapan bagi tim embarkasi bersama para petugas Kanwil Kemenag provinsi untuk melakukan finalisasi. Mulai dari penyiapan dokumen dan visa CJH. Bersama tim Kementerian Kesehatan, mereka juga terus mendorong percepatan vaksinasi booster. ”Nantinya, boarding dan X-ray juga akan disediakan di asrama haji,” ungkapnya.

Baca Juga :  Libur Tahun Baru Islam Digeser ke Rabu 11 Agustus

CHJ yang berangkat dari embarkasi Batam akan terbang dengan Saudi Arabian Airlines. Selain Batam, ada empat embarkasi haji lainnya yang dilayani Saudia, yaitu Palembang, sebagian Jakarta-Pondok Gede, Jakarta-Bekasi, dan Surabaya. Total Saudi Arabian Airlines akan memberangkatkan 45.866 jemaah.

Terpisah, Ketua DPR Puan Maharani meminta pemerintah untuk memastikan seluruh CJH Indonesia tak terkendala masalah vaksinasi Covid-19 saat berangkat ke Tanah Suci. Puan meminta pemerintah mempercepat vaksinasi bagi CJH yang belum mendapatkan vaksin lengkap.
”Sebagaimana kita ketahui, pemerintah Arab Saudi mensyaratkan vaksin dosis lengkap bagi seluruh jemaah haji. Di sisi lain, masih ada cukup banyak calon jemaah haji yang sudah terdaftar belum mendapatkan vaksin lengkap,” terangnya.

Hingga saat ini, ada 89.175 CJH yang sudah melunasi biaya haji dan mengonfirmasi keberangkatannya. Namun, berdasar data Kementerian Kesehatan, baru 76 persen yang sudah mendapatkan vaksinasi dosis lengkap. ”Oleh karena itu, ini harus segera dikebut dan menjadi prioritas. Jangan sampai nanti hanya karena masalah vaksin, umat gagal berangkat ke Tanah Suci,” paparnya.

Puan juga meminta Komisi VIII DPR terus mengawal ketat kerja pemerintah dalam penyelenggaraan haji 2022 ini. Dengan begitu, penyelenggaraan ibadah haji bisa berjalan dengan lancar.

Sementara itu, Sekjen Kemenag Nizar mengakui tantangan penyelenggaraan ibadah haji setelah dua tahun tidak ada pemberangkatan jemaah karena pandemi Covid-19. Ditambah waktu persiapan yang mepet. Praktis, masa persiapan kurang dari dua bulan sejak ada pemberitahuan jumlah kuota dari Arab Saudi.

Kendati demikian, pihaknya tetap berupaya memberikan pelayanan maksimal kepada jemaah haji. Bahkan, Nizar menyatakan, indeks kepuasan jemaah haji Indonesia (IKJHI) tahun ini diharapkan meningkat. ”Selama ini, kita mendapatkan indeks kepuasan jemaah haji yang sangat memuaskan. Saya tidak mau ini turun,” kata Nizar saat penutupan bimbingan teknis petugas penyelenggara ibadah haji (PPIH) Arab Saudi 2022 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, kemarin (22/5).

Berdasar data Badan Pusat Statistik (BPS), IKJHI di Arab Saudi pada 2019 sebesar 85,91. Secara umum, jemaah haji Indonesia menerima semua pelayanan yang diberikan pemerintah dengan sangat memuaskan. Indeks kepuasan tersebut naik 0,68 jika dibandingkan dengan penyelenggaraan haji 2018.

Apabila diperinci, pada 2019, indeks kepuasan tertinggi terdapat pada pelayanan transportasi bus salawat (88,05 persen). Diikuti pelayanan ibadah (87,77); pelayanan katering non-Armuzna (87,72); pelayanan petugas (87,66); pelayanan bus antarkota (87,35); pelayanan akomodasi hotel (87,21); dan pelayanan lain-lain (85,41). Kemudian, pelayanan katering di Armuzna (84,48); pelayanan transportasi bus Armuzna (80,37); dan pelayanan tenda di Armuzna (76,92).

Nizar mengatakan, indeks kepuasan yang tidak boleh menurun tersebut salah satunya disebabkan jumlah jemaah haji Indonesia tahun ini lebih sedikit daripada 2019. Sebagaimana diketahui, pada penyelenggaraan ibadah haji tahun ini, Indonesia mendapat kuota 100.051 orang dari pemerintah Arab Saudi. Jumlah itu tidak mencapai separo dari kuota pada 2019 sebesar 221.000 jemaah.

Tugas memberikan pelayanan yang lebih baik itu, lanjut Nizar, di antaranya ada pada petugas haji (PPIH). Dia mengingatkan seluruh petugas haji yang berasal dari lintas instansi untuk bisa menjaga koordinasi dan komunikasi. ”Hindari ego sektoral. Tidak ada saya dari Kemenag, saya dari Kemenkes. Yang ada, saya adalah PPIH,” tegas mantan Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag itu.

”Tidak ada Superman. Tapi, yang ada adalah supertim. Terus koordinasi antarpetugas, antarsektor,” imbuh Nizar.

Tahun ini jemaah haji Indonesia akan mendapat sejumlah layanan baru. Salah satunya makan yang akan diperoleh tiga kali sehari di Makkah dan Madinah. Sebelumnya, jemaah mendapat makan dua kali sehari.

Selain itu, fasilitas fast track kembali diberikan. Layanan jalur cepat tersebut diberikan kepada 29.126 jemaah dengan penerbangan Garuda Indonesia dan Saudi Arabian Airlines dari Embarkasi Haji Jakarta. Layanan itu memudahkan jemaah haji dalam pengecekan dokumen keimigrasian seperti visa dan paspor. Prosesnya dilaksanakan di bandara asal. (jp)

MADINAH, METRODAILY – Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas meninjau kesiapan layanan katering untuk jamaah haji Indonesia di Madinah, Arab Saudi. Lokasi yang didatangi yakni Nooha Catering Service.

“Saya memastikan setiap dapur katering ada juru masak yang berasal dari Indonesia. Ada juga bahan baku yang diimpor langsung dari Indonesia,” kata Yaqut dalam keterangan tertulis, Senin (23/5/2022).

Yaqut juga memastikan sanitasi dapur dalam keadaan bersih. Proses memasak juga menggunakan peralatan yang sesuai dengan standar kesehatan, termasuk ruang penyimpanan yang bersih serta menggunakan bahan yang terbaik.

“Saya juga memastikan kemampuan dapur dalam menyiapkan makanan sebanyak paket dalam kontrak. Serta memastikan skema distribusi dan alat angkut yang akan dipakai,” imbuhnya.

Menurutnya, ada 13 perusahaan di Madinah yang dikontrak untuk memberikan pelayanan katering kepada jemaah haji Indonesia. Di Kota Nabi ini, jamaah Indonesia akan mendapatkan layanan konsumsi paling banyak 27 kali dalam rentang sembilan hari. Selama di Madinah, mereka akan menjalani ibadah Arbain (salat berjamaah di Masjid Nabawi dalam 40 waktu).

Selain dapur katering, Menag juga meninjau kesiapan Layanan Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah. KKHI terakhir digunakan pada musim haji tahun 2019 dan sekarang sudah diaktifkan lagi dengan memperbaiki beberapa fasilitas yang ada.

“Alhamdulillah, layanan kesehatan di KKHI juga sudah siap, baik dari sisi tenaga medis dan tenaga kesehatan lainnya, maupun fasilitas layanan kesehatan, peralatan, dan obat-obatan,” ucap Yaqut.

KKHI di Madinah dilengkapi dengan Unit Gawat Darurat (UGD), High Care Unit (HCU), Intensive Care Unit (ICU), rawat inap, serta sarana penunjang lain, misalnya laboratorium, radioaktif, dan USG. Tenaga medis yang akan melayani jamaah, antara lain terdiri atas dokter umum, dokter gigi, spesialis penyakit dalam, spesialis paru, spesialis jantung, spesialis saraf, spesialis anestesi, spesialis THT, spesialis kesehatan jiwa.

KKHI juga didukung dengan tenaga kesehatan lainnya seperti tenaga gizi, analis kesehatan, rekam medik, petugas radiologi, surveilans, sanitarian, elektromedik, apoteker, tenaga kefarmasian, dan tenaga administrasi. Untuk menunjang kecepatan layanan, KKHI tahun ini juga menyiapkan 6 mobil ambulans.

Yaqut juga memastikan sarana dan prasarana untuk calon jemaah haji (CJH) Indonesia di Arab Saudi sudah siap. Tahun ini, hotel-hotel yang bakal ditempati CJH cukup dekat dengan lokasi ibadah.

Hotel Jiwar al Tsaqifah di wilayah Markaziyah Gharbiyyah misalnya. Jaraknya hanya 180 meter dari Masjid Nabawi. Dalam kunjungannya akhir pekan lalu, Yaqut mengaku puas dengan hotel-hotel yang telah disewa untuk CJH.

Selain dekat dengan Masjid Nabawi, fasilitas hotel memadai. Mulai dari tempat makan hingga lift hotel masih terawat. ”Kondisinya siap menerima jemaah,” ujarnya.

Yaqut menjelaskan, layanan akomodasi jemaah haji Indonesia di Madinah menggunakan sistem full musim dan penyewaan blocking time. Hotel yang disewa terpusat di tiga wilayah. Yakni, Markaziyah Syimaliah, Markaziyah Gharbiah, dan Markaziyah Janubiah. ”Total ada 29 hotel yang tersebar di tiga wilayah tersebut dengan kapasitas 24.315 jemaah haji,” katanya.

CJH Indonesia akan tinggal di Madinah paling lama sembilan hari. Mereka akan menjalani ibadah Arbain, yakni salat berjemaah di Masjid Nabawi dalam 40 waktu.

CJH gelombang pertama yang diberangkatkan mulai 4 Juni 2022 akan lebih dulu ke Madinah. Setelah itu, mereka akan diberangkatkan ke Makkah untuk menjalani prosesi haji.

Sementara itu, CJH gelombang kedua akan lebih dulu ke Makkah. Setelah prosesi haji, mereka diberangkatkan ke Madinah untuk menjalani ibadah Arbain, lalu kembali ke tanah air.

CJH sendiri akan masuk asrama haji mulai 3 Juni 2022. Setiap embarkasi sudah bersiap menerima para CJH tersebut. Termasuk embarkasi Batam. Staf Khusus Menag Bidang Media dan Komunikasi Publik Wibowo Prasetyo mengatakan, embarkasi Batam siap melayani 5.371 CJH. Mereka berasal dari empat provinsi. Yakni, Riau (2.304), Jambi (1.328), Kalimantan Barat (1.150), dan Kepulauan Riau (589).

Khusus embarkasi Batam, CJH akan masuk asrama haji pada 14 Juni 2022. Semua kamar tidur dengan kamar mandinya siap digunakan. Termasuk ruang makan, masjid, hingga wastafel. Menurut Wibowo, masih ada sekitar 20 hari persiapan bagi tim embarkasi bersama para petugas Kanwil Kemenag provinsi untuk melakukan finalisasi. Mulai dari penyiapan dokumen dan visa CJH. Bersama tim Kementerian Kesehatan, mereka juga terus mendorong percepatan vaksinasi booster. ”Nantinya, boarding dan X-ray juga akan disediakan di asrama haji,” ungkapnya.

Baca Juga :  Irsan Serahkan Laporan Keuangan  ke BPK

CHJ yang berangkat dari embarkasi Batam akan terbang dengan Saudi Arabian Airlines. Selain Batam, ada empat embarkasi haji lainnya yang dilayani Saudia, yaitu Palembang, sebagian Jakarta-Pondok Gede, Jakarta-Bekasi, dan Surabaya. Total Saudi Arabian Airlines akan memberangkatkan 45.866 jemaah.

Terpisah, Ketua DPR Puan Maharani meminta pemerintah untuk memastikan seluruh CJH Indonesia tak terkendala masalah vaksinasi Covid-19 saat berangkat ke Tanah Suci. Puan meminta pemerintah mempercepat vaksinasi bagi CJH yang belum mendapatkan vaksin lengkap.
”Sebagaimana kita ketahui, pemerintah Arab Saudi mensyaratkan vaksin dosis lengkap bagi seluruh jemaah haji. Di sisi lain, masih ada cukup banyak calon jemaah haji yang sudah terdaftar belum mendapatkan vaksin lengkap,” terangnya.

Hingga saat ini, ada 89.175 CJH yang sudah melunasi biaya haji dan mengonfirmasi keberangkatannya. Namun, berdasar data Kementerian Kesehatan, baru 76 persen yang sudah mendapatkan vaksinasi dosis lengkap. ”Oleh karena itu, ini harus segera dikebut dan menjadi prioritas. Jangan sampai nanti hanya karena masalah vaksin, umat gagal berangkat ke Tanah Suci,” paparnya.

Puan juga meminta Komisi VIII DPR terus mengawal ketat kerja pemerintah dalam penyelenggaraan haji 2022 ini. Dengan begitu, penyelenggaraan ibadah haji bisa berjalan dengan lancar.

Sementara itu, Sekjen Kemenag Nizar mengakui tantangan penyelenggaraan ibadah haji setelah dua tahun tidak ada pemberangkatan jemaah karena pandemi Covid-19. Ditambah waktu persiapan yang mepet. Praktis, masa persiapan kurang dari dua bulan sejak ada pemberitahuan jumlah kuota dari Arab Saudi.

Kendati demikian, pihaknya tetap berupaya memberikan pelayanan maksimal kepada jemaah haji. Bahkan, Nizar menyatakan, indeks kepuasan jemaah haji Indonesia (IKJHI) tahun ini diharapkan meningkat. ”Selama ini, kita mendapatkan indeks kepuasan jemaah haji yang sangat memuaskan. Saya tidak mau ini turun,” kata Nizar saat penutupan bimbingan teknis petugas penyelenggara ibadah haji (PPIH) Arab Saudi 2022 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, kemarin (22/5).

Berdasar data Badan Pusat Statistik (BPS), IKJHI di Arab Saudi pada 2019 sebesar 85,91. Secara umum, jemaah haji Indonesia menerima semua pelayanan yang diberikan pemerintah dengan sangat memuaskan. Indeks kepuasan tersebut naik 0,68 jika dibandingkan dengan penyelenggaraan haji 2018.

Apabila diperinci, pada 2019, indeks kepuasan tertinggi terdapat pada pelayanan transportasi bus salawat (88,05 persen). Diikuti pelayanan ibadah (87,77); pelayanan katering non-Armuzna (87,72); pelayanan petugas (87,66); pelayanan bus antarkota (87,35); pelayanan akomodasi hotel (87,21); dan pelayanan lain-lain (85,41). Kemudian, pelayanan katering di Armuzna (84,48); pelayanan transportasi bus Armuzna (80,37); dan pelayanan tenda di Armuzna (76,92).

Nizar mengatakan, indeks kepuasan yang tidak boleh menurun tersebut salah satunya disebabkan jumlah jemaah haji Indonesia tahun ini lebih sedikit daripada 2019. Sebagaimana diketahui, pada penyelenggaraan ibadah haji tahun ini, Indonesia mendapat kuota 100.051 orang dari pemerintah Arab Saudi. Jumlah itu tidak mencapai separo dari kuota pada 2019 sebesar 221.000 jemaah.

Tugas memberikan pelayanan yang lebih baik itu, lanjut Nizar, di antaranya ada pada petugas haji (PPIH). Dia mengingatkan seluruh petugas haji yang berasal dari lintas instansi untuk bisa menjaga koordinasi dan komunikasi. ”Hindari ego sektoral. Tidak ada saya dari Kemenag, saya dari Kemenkes. Yang ada, saya adalah PPIH,” tegas mantan Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag itu.

”Tidak ada Superman. Tapi, yang ada adalah supertim. Terus koordinasi antarpetugas, antarsektor,” imbuh Nizar.

Tahun ini jemaah haji Indonesia akan mendapat sejumlah layanan baru. Salah satunya makan yang akan diperoleh tiga kali sehari di Makkah dan Madinah. Sebelumnya, jemaah mendapat makan dua kali sehari.

Selain itu, fasilitas fast track kembali diberikan. Layanan jalur cepat tersebut diberikan kepada 29.126 jemaah dengan penerbangan Garuda Indonesia dan Saudi Arabian Airlines dari Embarkasi Haji Jakarta. Layanan itu memudahkan jemaah haji dalam pengecekan dokumen keimigrasian seperti visa dan paspor. Prosesnya dilaksanakan di bandara asal. (jp)

iklanpemko
iklanpemko
iklanpemko

Most Read

Artikel Terbaru

/