30.6 C
Medan
Monday, January 30, 2023

Biaya Haji Diusulkan Rp 69,1 Juta

METRODAILY – Melambungnya rencana pembiayaan haji tahun ini menjadi perhatian banyak pihak. Terutama calon jamaah haji yang sudah lama mengantre untuk bisa beribadah di Tanah Suci. Mereka berharap, usulan Kemenag RI yang mencapai Rp 69,1 juta bisa ditekan.

Salah seorang calon jamaah haji, Faridah mengatakan, haji memang urusan ibadah. Meski urusan ibadah, tidak semua orang bisa melaksanakannya. Karena butuh dana besar. “Rp 35 juta saja sudah besar, apalagi sampah naik lipat dua,” ujarnya.

Memang selama ini antrean calon jamaah haji sangat panjang. Mereka rela mengantre sampai bertahun-tahun. Panjangnya antrean ini, tidak lepas dari mudahnya calon jamaah mendapatkan dana talangan. “Kadang bukan karena mampu, tapi memaksa mampu (mendaftar haji),” katanya.

Dengan adanya rencana kenaikan biaya haji yang berlipat, ia berharap pemerintah bisa menghitung ulang. Menekan biaya yang hendaknya ditanggung jamaah.

“Kami sebagai calon jamaah, tidak bisa berbuat banyak. Hanya bisa pasrah dan berharap biayanya tidak jauh dari tahun-tahun sebelumnya. Kalau sampai Rp 69 juta, sangat tinggi sekali,” terangnya.

Terpisah, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo Akhmad Sruji Bahtiar mengatakan, untuk penyelenggaraan haji tahun ini, pihaknya masih menunggu keputusan dan penetapan dari Pemerintah Pusat maupun Provinsi. Baik itu untuk urusan kuota calon jamaah haji maupun besaran pembiayaan haji yang harus dibayar calon jamaah.

Baca Juga :  Wanita Guru SD di Desa Lumban Lobu Tewas Bersimbah Darah

“Kami masih menunggu penetapan dari pusat. Termasuk pembiayaan haji masih dalam pembahasan,” terangnya.
Anggota Komisi VIII DPR RI Anisah Syakur mengatakan, rencana besaran pembiayaan haji tahun ini masih dalam proses pembahasan. Usulan Kemenag biaya haji 2023 sebesar Rp 98,8 juta dengan komponen pembiayaan yang ditanggung jamaah (direct cost) mencapai Rp 69,1 juta per orang, belum final.

“Masih akan dilakukan pembahasan lebih lanjut,” katanya kepada Jawa Pos Radar Bromo saat ditemui seusai acara Pelantikan Muslimat Kabupaten Probolinggo di kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo, Sabtu (21/1/2023).

Menurutnya, usulan biaya haji ini juga melihat biaya haji dari hasil pengelolaan dana haji di badan pengelolaan keuangan haji (BPKH). Kebijakan itu diambil untuk menyeimbangkan antara dana jamaah dan keberlanjutan BPKH.

“Nanti kami masih akan bentuk panja untuk dapat menekan biaya pembiayaan haji tahun ini, sehingga biaya pelunasan haji yang harus dibayar calon jamaah tidak terlalu berat,” katanya. (jp)

METRODAILY – Melambungnya rencana pembiayaan haji tahun ini menjadi perhatian banyak pihak. Terutama calon jamaah haji yang sudah lama mengantre untuk bisa beribadah di Tanah Suci. Mereka berharap, usulan Kemenag RI yang mencapai Rp 69,1 juta bisa ditekan.

Salah seorang calon jamaah haji, Faridah mengatakan, haji memang urusan ibadah. Meski urusan ibadah, tidak semua orang bisa melaksanakannya. Karena butuh dana besar. “Rp 35 juta saja sudah besar, apalagi sampah naik lipat dua,” ujarnya.

Memang selama ini antrean calon jamaah haji sangat panjang. Mereka rela mengantre sampai bertahun-tahun. Panjangnya antrean ini, tidak lepas dari mudahnya calon jamaah mendapatkan dana talangan. “Kadang bukan karena mampu, tapi memaksa mampu (mendaftar haji),” katanya.

Dengan adanya rencana kenaikan biaya haji yang berlipat, ia berharap pemerintah bisa menghitung ulang. Menekan biaya yang hendaknya ditanggung jamaah.

“Kami sebagai calon jamaah, tidak bisa berbuat banyak. Hanya bisa pasrah dan berharap biayanya tidak jauh dari tahun-tahun sebelumnya. Kalau sampai Rp 69 juta, sangat tinggi sekali,” terangnya.

Terpisah, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo Akhmad Sruji Bahtiar mengatakan, untuk penyelenggaraan haji tahun ini, pihaknya masih menunggu keputusan dan penetapan dari Pemerintah Pusat maupun Provinsi. Baik itu untuk urusan kuota calon jamaah haji maupun besaran pembiayaan haji yang harus dibayar calon jamaah.

Baca Juga :  SKD CPNS Kemenag Mulai 20 September

“Kami masih menunggu penetapan dari pusat. Termasuk pembiayaan haji masih dalam pembahasan,” terangnya.
Anggota Komisi VIII DPR RI Anisah Syakur mengatakan, rencana besaran pembiayaan haji tahun ini masih dalam proses pembahasan. Usulan Kemenag biaya haji 2023 sebesar Rp 98,8 juta dengan komponen pembiayaan yang ditanggung jamaah (direct cost) mencapai Rp 69,1 juta per orang, belum final.

“Masih akan dilakukan pembahasan lebih lanjut,” katanya kepada Jawa Pos Radar Bromo saat ditemui seusai acara Pelantikan Muslimat Kabupaten Probolinggo di kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo, Sabtu (21/1/2023).

Menurutnya, usulan biaya haji ini juga melihat biaya haji dari hasil pengelolaan dana haji di badan pengelolaan keuangan haji (BPKH). Kebijakan itu diambil untuk menyeimbangkan antara dana jamaah dan keberlanjutan BPKH.

“Nanti kami masih akan bentuk panja untuk dapat menekan biaya pembiayaan haji tahun ini, sehingga biaya pelunasan haji yang harus dibayar calon jamaah tidak terlalu berat,” katanya. (jp)

Most Read

Artikel Terbaru