alexametrics
25.6 C
Medan
Tuesday, August 16, 2022

iklanpemko
iklanpemko

Lokasi SKD CPNS Harus Standar Prokes

iklan-usi

JAKARTA, METRODAILY.id – Pengumuman hasil seleksi administrasi pascasanggah telah selesai dilakukan. Agenda selanjutnya adalah pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) yang tentunya harus dilakukan secara langsung di titik lokasi.

Mengenai hal itu, Plt Kepala BKN Bima Haria Wibisana mengingatkan panitia seleksi untuk memastikan setiap titik lokasi memenuhi standar protokol kesehatan, termasuk berkonsolidasi dengan Satgas Covid-19 di masing-masing wilayah. Mengingat, status zonasi kasus Covid berbeda-beda antar wilayah.

“Proses bisnis seleksi CAT (computer assisted test) dengan prokes diterapkan dengan ketat, mulai dari pintu masuk, registrasi, ruang tunggu peserta, sampai dengan mobilitas masuk dan keluar ruangan ujian harus dipastikan sesuai standar prokes,” ucap dia dikutip, Minggu (22/8).

Ia juga meminta agar proses tersebut dicek setiap harinya selama pelaksanaan tes dan jangan sampai lengah memastikan pelaksanaan tes tetap berjalan sesuai seleksi operasinal prosedur (SOP) CAT BKN.

Tidak hanya itu, Bima juga menekankan agar setiap petugas yang terlibat dalam pelaksanaan seleksi menjaga prinsip akuntabilitas dan transparansi seleksi. Setiap petugas seleksi akan menandatangani pakta integritas sebagai bentuk komitmen untuk melindungi transparansi sistem CAT.

Selain itu, karena pelaksanaan seleksi akan memakan waktu yang tidak singkat dan membutuhkan banyak tenaga, BKN juga akan melibatkan CPNS lulusan formasi tahun 2019 yang telah mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Dasar sebagai Tim Pengawas CAT.

“Para CPNS tersebut akan mempertahankan integritas sistem karena mereka merupakan hasil dari transparansi CAT dan para CPNS tersebut akan mengikuti pelatihan khusus sebelum ditugaskan di lapangan,” pungkasnya.

Baca Juga :  Penyebab Pasien Covid-19 Meninggal: Komorbid dan Belum Vaksin

Sebelumnya Kepala Pusat Pengembangan Sistem Seleksi (PPSS) BKN, Mohammad Ridwan menyebutkan jadwal pelaksanaan SKD menunggu izin dan persetujuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

”PPSS BKN juga tengah membuat penjadwalan SKD rinci terhadap peserta CASN yang dinyatakan lulus administrasi pascasanggah, termasuk menyangkut titik lokasi (tilok),” ungkap dia dalam keterangannya, Minggu (22/8).

Di samping itu, Deputi Bidang Sistem Informasi Kepegawaian BKN Suharmen menyampaikan rencana jadwal pelaksanaan seleksi CASN 2021 akan diawali dengan SKD CPNS dan akan berjalan secara paralel dengan Seleksi Kompetensi PPPK Guru dan non-Guru.

“Rencana jadwal yang ditetapkan Panselnas tersebut menunggu izin dan persetujuan dari BNPB selaku Satgas Covid-19,” terangnya.

Plt Kepala BKN Bima Haria Wibisana sebelumnya menargetkan rangkaian seleksi CASN 2021 mulai dari SKD dan SKB bagi CPNS serta Seleksi Kompetensi bagi PPPK dapat rampung paling lambat 15 Desember 2021.

Namun menurutnya, realisasi tersebut tentu menyesuaikan tren kondisi pandemi terhadap proses bisnis pelaksanaan seleksi di lapangan. Hal itu juga mempengaruhi jumlah sesi pelaksanaan seleksi CAT di titik lokasi.

“Karena perkembangan pandemi saat ini, BKN merencanakan penerapan tiga sesi per hari dari jumlah normal lima sesi untuk mengurangi penumpukan. Nanti kita Iihat di lapangan apakah berkurang atau tidak tergantung situasi,” imbuhnya.(jp)

JAKARTA, METRODAILY.id – Pengumuman hasil seleksi administrasi pascasanggah telah selesai dilakukan. Agenda selanjutnya adalah pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) yang tentunya harus dilakukan secara langsung di titik lokasi.

Mengenai hal itu, Plt Kepala BKN Bima Haria Wibisana mengingatkan panitia seleksi untuk memastikan setiap titik lokasi memenuhi standar protokol kesehatan, termasuk berkonsolidasi dengan Satgas Covid-19 di masing-masing wilayah. Mengingat, status zonasi kasus Covid berbeda-beda antar wilayah.

“Proses bisnis seleksi CAT (computer assisted test) dengan prokes diterapkan dengan ketat, mulai dari pintu masuk, registrasi, ruang tunggu peserta, sampai dengan mobilitas masuk dan keluar ruangan ujian harus dipastikan sesuai standar prokes,” ucap dia dikutip, Minggu (22/8).

Ia juga meminta agar proses tersebut dicek setiap harinya selama pelaksanaan tes dan jangan sampai lengah memastikan pelaksanaan tes tetap berjalan sesuai seleksi operasinal prosedur (SOP) CAT BKN.

Tidak hanya itu, Bima juga menekankan agar setiap petugas yang terlibat dalam pelaksanaan seleksi menjaga prinsip akuntabilitas dan transparansi seleksi. Setiap petugas seleksi akan menandatangani pakta integritas sebagai bentuk komitmen untuk melindungi transparansi sistem CAT.

Selain itu, karena pelaksanaan seleksi akan memakan waktu yang tidak singkat dan membutuhkan banyak tenaga, BKN juga akan melibatkan CPNS lulusan formasi tahun 2019 yang telah mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Dasar sebagai Tim Pengawas CAT.

“Para CPNS tersebut akan mempertahankan integritas sistem karena mereka merupakan hasil dari transparansi CAT dan para CPNS tersebut akan mengikuti pelatihan khusus sebelum ditugaskan di lapangan,” pungkasnya.

Baca Juga :  W-20 di Danau Toba Minim Publikasi

Sebelumnya Kepala Pusat Pengembangan Sistem Seleksi (PPSS) BKN, Mohammad Ridwan menyebutkan jadwal pelaksanaan SKD menunggu izin dan persetujuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

”PPSS BKN juga tengah membuat penjadwalan SKD rinci terhadap peserta CASN yang dinyatakan lulus administrasi pascasanggah, termasuk menyangkut titik lokasi (tilok),” ungkap dia dalam keterangannya, Minggu (22/8).

Di samping itu, Deputi Bidang Sistem Informasi Kepegawaian BKN Suharmen menyampaikan rencana jadwal pelaksanaan seleksi CASN 2021 akan diawali dengan SKD CPNS dan akan berjalan secara paralel dengan Seleksi Kompetensi PPPK Guru dan non-Guru.

“Rencana jadwal yang ditetapkan Panselnas tersebut menunggu izin dan persetujuan dari BNPB selaku Satgas Covid-19,” terangnya.

Plt Kepala BKN Bima Haria Wibisana sebelumnya menargetkan rangkaian seleksi CASN 2021 mulai dari SKD dan SKB bagi CPNS serta Seleksi Kompetensi bagi PPPK dapat rampung paling lambat 15 Desember 2021.

Namun menurutnya, realisasi tersebut tentu menyesuaikan tren kondisi pandemi terhadap proses bisnis pelaksanaan seleksi di lapangan. Hal itu juga mempengaruhi jumlah sesi pelaksanaan seleksi CAT di titik lokasi.

“Karena perkembangan pandemi saat ini, BKN merencanakan penerapan tiga sesi per hari dari jumlah normal lima sesi untuk mengurangi penumpukan. Nanti kita Iihat di lapangan apakah berkurang atau tidak tergantung situasi,” imbuhnya.(jp)

iklanpemko
iklanpemko
iklanpemko

Most Read

Uskup Baru Ditahbiskan di Sibolga

Kualitas Gerrard Dipertanyakan

Prof Uut, Nyamuk dan Melinda French Gates

PPKM Diperpanjang 17 Hari

Artikel Terbaru

/