alexametrics
26 C
Medan
Monday, June 27, 2022

iklanpemko

Cegah Stunting Anak

Cuti Melahirkan Diusulkan 6 Bulan

JAKARTA, METRODAILY – Ketua DPR RI Puan Maharani mendorong pengaturan ulang terhadap cuti melahirkan. Puan mengusulkan agar cuti melahirkan diberikan selama 6 bulan itu bisa masuk dalam rancangan undang-undang (RUU) Kesejahteraan Ibu dan Anak (KIA).

Menanggapi hal itu, Anggota DPR RI Evita Nursanty mengatakan, usulan Puan tersebut sebagai komitmen dan kepedulian terhadap kebutuhan gizi anak.

“Saya dukung, karena itu (usulan cuti 6 bulan,red) positif dan bermanfaat bagi ibu dan bayi. Saya yakin itu sangat bermanfaat karena saya merasakan banget untuk usia bayi 3 bulan terlalu kecil untuk di tinggal,” kata Evita kepada wartawan di Jakarta, Senin (20/6/2022).

Sehingga, kata politikus PDIP itu, usulan tersebut akan dapat mencegah terjadinya stunting pada si bayi. Sebab, dengan waktu cuti selama 6 bulan tersebut, diharapkan bayi akan terpenuhi asupan gizinya, salah satunya melalui pemberian asi secara ekslusif

Baca Juga :  Belum Kantongi SPPBJ, Sudah Robohkan Bangunan

“Ya harus diperhatikan itu ‘kan pemberian ASI, dan paling baik asi diberikan kepada anak selama 6 bulan itu. Sehingga gizi dari anak yang baru lahir itu sebenarnya sudah terpenuhi,” ujar politikus dari Dapil Jawa Tengah III tersebut.

“Yang jelas selama 6 bulan itu, si ibu bisa memberikan perhatian penuh kepada bayinya, dan itu paling penting,” tambahnya.

Dalam keterangannya beberapa waktu lalu, Puan menegaskan pentingnya pengaturan ulang masa cuti hamil ini penting untuk menjamin tumbuh kembang anak dan pemulihan bagi Ibu setelah melahirkan. Selain itu, cuti hamil ini juga untuk menekan angka stunting dengan peran Ibu yang lebih dominan.

“DPR akan terus melakukan komunikasi intensif dengan berbagai pemangku kepentingan berkenaan dengan hal tersebut. Kami berharap komitmen Pemerintah mendukung aturan ini demi masa depan generasi penerus bangsa,” tutur Puan.(jp)

JAKARTA, METRODAILY – Ketua DPR RI Puan Maharani mendorong pengaturan ulang terhadap cuti melahirkan. Puan mengusulkan agar cuti melahirkan diberikan selama 6 bulan itu bisa masuk dalam rancangan undang-undang (RUU) Kesejahteraan Ibu dan Anak (KIA).

Menanggapi hal itu, Anggota DPR RI Evita Nursanty mengatakan, usulan Puan tersebut sebagai komitmen dan kepedulian terhadap kebutuhan gizi anak.

“Saya dukung, karena itu (usulan cuti 6 bulan,red) positif dan bermanfaat bagi ibu dan bayi. Saya yakin itu sangat bermanfaat karena saya merasakan banget untuk usia bayi 3 bulan terlalu kecil untuk di tinggal,” kata Evita kepada wartawan di Jakarta, Senin (20/6/2022).

Sehingga, kata politikus PDIP itu, usulan tersebut akan dapat mencegah terjadinya stunting pada si bayi. Sebab, dengan waktu cuti selama 6 bulan tersebut, diharapkan bayi akan terpenuhi asupan gizinya, salah satunya melalui pemberian asi secara ekslusif

Baca Juga :  Antrean Ambulans di RS Wisma Atlet, 200 Pasien Baru Per Hari

“Ya harus diperhatikan itu ‘kan pemberian ASI, dan paling baik asi diberikan kepada anak selama 6 bulan itu. Sehingga gizi dari anak yang baru lahir itu sebenarnya sudah terpenuhi,” ujar politikus dari Dapil Jawa Tengah III tersebut.

“Yang jelas selama 6 bulan itu, si ibu bisa memberikan perhatian penuh kepada bayinya, dan itu paling penting,” tambahnya.

Dalam keterangannya beberapa waktu lalu, Puan menegaskan pentingnya pengaturan ulang masa cuti hamil ini penting untuk menjamin tumbuh kembang anak dan pemulihan bagi Ibu setelah melahirkan. Selain itu, cuti hamil ini juga untuk menekan angka stunting dengan peran Ibu yang lebih dominan.

“DPR akan terus melakukan komunikasi intensif dengan berbagai pemangku kepentingan berkenaan dengan hal tersebut. Kami berharap komitmen Pemerintah mendukung aturan ini demi masa depan generasi penerus bangsa,” tutur Puan.(jp)

iklanpemko

Most Read

Artikel Terbaru

/