alexametrics
31.7 C
Medan
Thursday, August 11, 2022

iklanpemko
iklanpemko

Meski Belum Ada Kejelasan MoU dengan Pemerintah Arab Saudi

Pemerintah Siap Berangkatkan Jamaah Haji

JAKARTA, METRODAILY – Sejauh ini belum ada kepastian dari Pemerintah Arab Saudi untuk penyelenggaraan ibadah haji 2022 bagi jamaah Indonesia. Sebab perjanjian kerjasama (MoU) antara Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Arab Saudi belum mendapatkan kejelasan. Pihak Saudi masih belum mau membeberkan apakah akan ada kuota haji pada 2022 ini. Padahal biasanya MoU dilaksanakan Desember hingga awal Januari.

“Kepastian penyelenggaraan ibadah haji, ada atau tidaknya ibadah haji pada 2022, apakah ada atau tidak ibadah haji belum dapat diperoleh,” kata Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas, dalam Rapat Kerja bersama Komisi VIII DPR RI, Senin (17/1).

Pemberian izin penyelenggaran ibadah haji berasal dari Pemerintah Arab Saudi. Karenanya, Menag menyampaikan, pemerintah akan terus melakukan koordinasi untuk dapat memastikan terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Itu adalah kewenangan Pemerintah Arab Saudi, tapi kita terus berkoordinasi untuk memastikannya,” jelasnya.

Meski demikian, pemerintah terus melakukan persiapan jika sewaktu-waktu ada kabar baik terkait pelaksanaan ibadah haji. Khususnya terkait dengan perolehan kuota yang disediakan.

Namun, untuk perjanjian kerjasama (MoU) kedua pihak masih belum mendapatkan kejelasan. Pihak Saudi masih belum mau membeberkan apakah akan ada kuota haji pada 2022 ini.

Padahal biasanya MoU dilaksanakan pada Desember sampai awal Januari.
“Pemerintah Arab Saudi belum bisa berbicara banyak soal itu, belum adanya pembicaraan ini bukan hanya kepada Indonesia saja, tapi juga negara lain yang menyelenggarakan ibadah haji,” tandas Menag.

Meski belum dapat memastikan apakah akan ada penyelenggaraan ibadah haji tahun 1443 H/2022 M, Menag menuturkan hal itu bukan berarti pihaknya tidak melakukan persiapan. Bahkan sudah ada tiga skenario yang ditetapkan untuk penyelenggaraan ibadah haji, mengingat ada varian Omicron.

“Mengingat sampai saat ini wabah Covid-19 belum berakhir yang ditandai dengan munculnya varian baru Omicron, maka pemerintah melakukan mitigasi penyelenggaran ibadah haji dengan mengambil tiga opsi,” ungkapnya.

Tiga opsi skenario yang disiapkan pemerintah adalah penyelenggaraan haji dengan kuota penuh, lalu haji dengan kuota terbatas, dan ketiga adalah sama sekali tidak memberangkatkan jamaah haji seperti tahun-tahun sebelumnya.

“Opsinya yaitu yang pertama kuota penuh, kuota terbatas, dan tidak memberangkatkan jamaah haji sama sekali sebagaimana dua tahun yang lalu,” jelas dia.

Baca Juga :  Arab Saudi Perbaharui Aturan Jamaah Umroh

Ia menyampaikan, pemerintah saat ini masih terus menyiapkan opsi pertama dengan kuota penuh. Dengan harapan pandemi bisa segera berakhir, agar penyelenggaraan haji bisa dilaksanakan secara normal.

“Pemerintah sampai saat ini tetap bekerja untuk menyiapkan opsi pertama dengan kuota penuh. Tentu kita semua berharap agar wabah ini segera berakhir sehingga penyelenggaran ibadah haji dapat berjalan secara normal, seperti penyelenggaran ibadah haji pada tahun-tahun sebelum pandemi,” sebutnya.

Kloter Pertama Berangkat 5 Juni

Menag memberikan penjelasan pemberangkatan para jamaah haji kloter pertama akan dilaksanakan pada 5 Juni 2022. Namun, hal tersebut masih berupa perkiraan. Pasalnya, saat ini penandatanganan nota kesepahaman (MoU) belum dilaksanakan antara Pemerintah Arab Saudi dengan Indonesia.
Ia menyampaikan, pihak Saudi masih belum mau membeberkan apakah akan ada kuota haji pada 2022 ini atau tidak, maka dari itu masih belum ada MoU.

“Pemberangkatan awal ibadah haji kloter pertama diperkirakan akan diberangkatkan pada 5 Juni 2022,” ungkap dia.

Padahal penandatanganan kerja sama ini seharusnya dilaksanakan pada periode Desember sampai awal Januari. “Kondisi ini menunjukkan bahwa waktu yang tersisa untuk persiapan penyelenggaraan ibadah haji hanya berkisar 4 bulan,” sambung Menag.

Jika melihat waktu persiapan tersebut, Gus Menteri, panggilan akrabnya meragukan dapat menyediakan segala kebutuhan ibadah haji pada waktu yang tepat. Meski begitu, proses persiapan akan tetap dilakukan.

“Mengingat ruang lingkup penyelenggaran haji yang luas, maka ini terbatas dan harus segera dilakukan,” terangnya.

Hingga saat ini penyelenggaraan ibadah haji 1443 H/2022 M masih belum menemukan titik terang. “Kepastian ada atau tidaknya ibadah haji pada 2022, apakah ada atau tidaknya ibadah haji belum dapat diperoleh,” tandas Menag.

Jamaah 2020 yang Berangkat

Sejak pandemi Covid-19 melanda Indonesia, masyarakat sama sekali belum pernah merasakan melaksanakan ibadah haji. Saat ini, Pemerintah Arab Saudi pun belum memberikan penjelasan terkait hal tersebut.
Menag pun mengungkapkan, apabila Saudi memberikan kuota untuk penyelenggaraan ibadah haji 1443 H/2022 M, mereka yang tertunda akan diprioritaskan.

“Jamaah haji yang diberangkatkan pada 2022 adalah jamaah haji yang berhak berangkat tahun 1441 H atau 2020 masehi,” ungkap dia. (jp)

JAKARTA, METRODAILY – Sejauh ini belum ada kepastian dari Pemerintah Arab Saudi untuk penyelenggaraan ibadah haji 2022 bagi jamaah Indonesia. Sebab perjanjian kerjasama (MoU) antara Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Arab Saudi belum mendapatkan kejelasan. Pihak Saudi masih belum mau membeberkan apakah akan ada kuota haji pada 2022 ini. Padahal biasanya MoU dilaksanakan Desember hingga awal Januari.

“Kepastian penyelenggaraan ibadah haji, ada atau tidaknya ibadah haji pada 2022, apakah ada atau tidak ibadah haji belum dapat diperoleh,” kata Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas, dalam Rapat Kerja bersama Komisi VIII DPR RI, Senin (17/1).

Pemberian izin penyelenggaran ibadah haji berasal dari Pemerintah Arab Saudi. Karenanya, Menag menyampaikan, pemerintah akan terus melakukan koordinasi untuk dapat memastikan terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Itu adalah kewenangan Pemerintah Arab Saudi, tapi kita terus berkoordinasi untuk memastikannya,” jelasnya.

Meski demikian, pemerintah terus melakukan persiapan jika sewaktu-waktu ada kabar baik terkait pelaksanaan ibadah haji. Khususnya terkait dengan perolehan kuota yang disediakan.

Namun, untuk perjanjian kerjasama (MoU) kedua pihak masih belum mendapatkan kejelasan. Pihak Saudi masih belum mau membeberkan apakah akan ada kuota haji pada 2022 ini.

Padahal biasanya MoU dilaksanakan pada Desember sampai awal Januari.
“Pemerintah Arab Saudi belum bisa berbicara banyak soal itu, belum adanya pembicaraan ini bukan hanya kepada Indonesia saja, tapi juga negara lain yang menyelenggarakan ibadah haji,” tandas Menag.

Meski belum dapat memastikan apakah akan ada penyelenggaraan ibadah haji tahun 1443 H/2022 M, Menag menuturkan hal itu bukan berarti pihaknya tidak melakukan persiapan. Bahkan sudah ada tiga skenario yang ditetapkan untuk penyelenggaraan ibadah haji, mengingat ada varian Omicron.

“Mengingat sampai saat ini wabah Covid-19 belum berakhir yang ditandai dengan munculnya varian baru Omicron, maka pemerintah melakukan mitigasi penyelenggaran ibadah haji dengan mengambil tiga opsi,” ungkapnya.

Tiga opsi skenario yang disiapkan pemerintah adalah penyelenggaraan haji dengan kuota penuh, lalu haji dengan kuota terbatas, dan ketiga adalah sama sekali tidak memberangkatkan jamaah haji seperti tahun-tahun sebelumnya.

“Opsinya yaitu yang pertama kuota penuh, kuota terbatas, dan tidak memberangkatkan jamaah haji sama sekali sebagaimana dua tahun yang lalu,” jelas dia.

Baca Juga :  Tanjung Balai Berangkatkan 58 Calon Haji Tahun 2022

Ia menyampaikan, pemerintah saat ini masih terus menyiapkan opsi pertama dengan kuota penuh. Dengan harapan pandemi bisa segera berakhir, agar penyelenggaraan haji bisa dilaksanakan secara normal.

“Pemerintah sampai saat ini tetap bekerja untuk menyiapkan opsi pertama dengan kuota penuh. Tentu kita semua berharap agar wabah ini segera berakhir sehingga penyelenggaran ibadah haji dapat berjalan secara normal, seperti penyelenggaran ibadah haji pada tahun-tahun sebelum pandemi,” sebutnya.

Kloter Pertama Berangkat 5 Juni

Menag memberikan penjelasan pemberangkatan para jamaah haji kloter pertama akan dilaksanakan pada 5 Juni 2022. Namun, hal tersebut masih berupa perkiraan. Pasalnya, saat ini penandatanganan nota kesepahaman (MoU) belum dilaksanakan antara Pemerintah Arab Saudi dengan Indonesia.
Ia menyampaikan, pihak Saudi masih belum mau membeberkan apakah akan ada kuota haji pada 2022 ini atau tidak, maka dari itu masih belum ada MoU.

“Pemberangkatan awal ibadah haji kloter pertama diperkirakan akan diberangkatkan pada 5 Juni 2022,” ungkap dia.

Padahal penandatanganan kerja sama ini seharusnya dilaksanakan pada periode Desember sampai awal Januari. “Kondisi ini menunjukkan bahwa waktu yang tersisa untuk persiapan penyelenggaraan ibadah haji hanya berkisar 4 bulan,” sambung Menag.

Jika melihat waktu persiapan tersebut, Gus Menteri, panggilan akrabnya meragukan dapat menyediakan segala kebutuhan ibadah haji pada waktu yang tepat. Meski begitu, proses persiapan akan tetap dilakukan.

“Mengingat ruang lingkup penyelenggaran haji yang luas, maka ini terbatas dan harus segera dilakukan,” terangnya.

Hingga saat ini penyelenggaraan ibadah haji 1443 H/2022 M masih belum menemukan titik terang. “Kepastian ada atau tidaknya ibadah haji pada 2022, apakah ada atau tidaknya ibadah haji belum dapat diperoleh,” tandas Menag.

Jamaah 2020 yang Berangkat

Sejak pandemi Covid-19 melanda Indonesia, masyarakat sama sekali belum pernah merasakan melaksanakan ibadah haji. Saat ini, Pemerintah Arab Saudi pun belum memberikan penjelasan terkait hal tersebut.
Menag pun mengungkapkan, apabila Saudi memberikan kuota untuk penyelenggaraan ibadah haji 1443 H/2022 M, mereka yang tertunda akan diprioritaskan.

“Jamaah haji yang diberangkatkan pada 2022 adalah jamaah haji yang berhak berangkat tahun 1441 H atau 2020 masehi,” ungkap dia. (jp)

iklan-usi
iklanpemko
iklanpemko
iklan-usi

Most Read

Artikel Terbaru

/