alexametrics
27 C
Medan
Thursday, August 18, 2022

iklanpemko
iklanpemko

SD dan SMP se-Siantar Siap Gelar PTM

iklan-usi

SIANTAR, METRODAILY.id – Sebanyak 201 sekolah SD dan SMP siap menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang diwacanakan Mendikbudristek akan dimulai Juli mendatang.

“Persiapan sudah matang. Skema awal yang dibuat sejak Januari lalu, PTM digelar dua kali seminggu, dengan lama pertemuan dua jam, tanpa jam istirahat dan tanpa pelajaran olahraga atau praktek lapangan. Seluruh sekolah sudah menyiapkan fasilitas protokol kesehatan (prokes), seperti cuci tangan berikut sabun, cairan desinfektan, masker, serta larangan berkerumun,” kata Kadis Pendidikan Kota Pematangsiantar melalui Kabid PAUD dan Pendidikan Dasar (Dikdas), Lusamti Simamora, menjawab Metro Siantar, Selasa (15/6).

Fasilitas prokes, lanjutnya, disediakan pihak sekolah menggunakan dana BOS. Adapun masker tetap menjadi kewajiban orangtua murid. Namun jika ada murid yang lupa mengenakannya, atau copot, bisa diambil dari persediaan sekolah.

Pihak sekolah juga tidak disarankan untuk membuka kantin sekolah. Dan siswa yang diprioritaskan untuk ikut PTM adalah yang mampu berangkat sekolah diantar oleh orangtua masing-masing.

“Karena kalau naik angkutan umum, kita tidak bisa mengontrol peluang penyebaran virus Covid-19,” kata Lusamti, seraya menambahkan, kehadiran maksimal 50 persen, dan dipecah ke beberapa kelas.

Meski demikian, menurutnya, pihak Disdik Siantar sampai saat ini belum menerima surat edaran dari Gubsu Edy Rahmayadi, tentang izin menggelar PTM. Surat edaran yang terakhir diterima masih tentang larangan menggelar PTM, yang berlaku di seluruh Sumatera Utara.

“Apalagi Siantar termasuk zona merah penyebaran Covid-19. Untuk zona merah, belum ada kepastian soal PTM. Tergantung kepala daerah masing-masing. Disdik tetap berkoordinasi dengan Satgas Covid-18 Siantar mengenai PTM, tentu tergantung perkembangan Covid di kota ini,” lanjutnya.

Baca Juga :  Skema Pensiun PNS Bakal Berubah

Begitupun, menurut dia, seluruh sekolah sudah menyatakan siap menggelar PTM, dan tinggal menunggu arahan dan regulasi dari pemerintah pusat, provinsi, maupun walikota.
Selain SD dan SMP, 135 PAUD yang ada di Kota Pematangsiantar juga menyatakan kesiapan serupa.

“Apalagi seluruh guru di Kota Siantar baik negeri maupun swasta yang berjumlah 2.500 orang sudah divaksinasi Covid-19, dengan perkiraan sementara di atas 90 persen. Khususnya sejak vaksinasi massal di beberapa sekolah, belum lama ini. Memang sebagian masih vaksinasi pertama, tapi persentasinya sudah hampir 100 persen,” ucapnya.

Jika Walikota Siantar nantinya nemutuskan ikut PTM Juli mendatang, Disdik sudah menyiapkan Satgas-satgas Covid-19 di setiap sekolah.

“Uji coba akan dilakukan dua minggu. Perkembangan dipantau dan dievaluasi. Jika dalam pelaksanaan PTM ditemukan ada guru atau murid yang positif Covid, maka PTM akan langsung diberhentikan,” cetusnya.

Ia mengakui, masih ada orangtua yang takut mengirim anaknya sekolah PTM. Meski banyak juga yang mendukung PTM. “Ortu terpecah. Sebagian ragu sekolah tatap muka. Sebagian takut. Persoalannya kompleks. Makanya kita serahkan pilihan ke orangtua. Mau anaknya ikut PTM, atau tetap daring via aplikasi atau luring dengan menjemput materi pelajaran ke sekolah, silakan memilih. Kita fleksibel saja,” katanya.

Prinsipnya, kata Lusanti, Disdik Siantar akan menyesuaikan diri dengan regulasi pusat dan provinsi. “Rencananya, tahun ajaran baru dibuka 14 Juli. Kita lihat saja, apakah Siantar memutuskan ikut PTM atau tidak,” pungkasnya. (mea)

SIANTAR, METRODAILY.id – Sebanyak 201 sekolah SD dan SMP siap menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang diwacanakan Mendikbudristek akan dimulai Juli mendatang.

“Persiapan sudah matang. Skema awal yang dibuat sejak Januari lalu, PTM digelar dua kali seminggu, dengan lama pertemuan dua jam, tanpa jam istirahat dan tanpa pelajaran olahraga atau praktek lapangan. Seluruh sekolah sudah menyiapkan fasilitas protokol kesehatan (prokes), seperti cuci tangan berikut sabun, cairan desinfektan, masker, serta larangan berkerumun,” kata Kadis Pendidikan Kota Pematangsiantar melalui Kabid PAUD dan Pendidikan Dasar (Dikdas), Lusamti Simamora, menjawab Metro Siantar, Selasa (15/6).

Fasilitas prokes, lanjutnya, disediakan pihak sekolah menggunakan dana BOS. Adapun masker tetap menjadi kewajiban orangtua murid. Namun jika ada murid yang lupa mengenakannya, atau copot, bisa diambil dari persediaan sekolah.

Pihak sekolah juga tidak disarankan untuk membuka kantin sekolah. Dan siswa yang diprioritaskan untuk ikut PTM adalah yang mampu berangkat sekolah diantar oleh orangtua masing-masing.

“Karena kalau naik angkutan umum, kita tidak bisa mengontrol peluang penyebaran virus Covid-19,” kata Lusamti, seraya menambahkan, kehadiran maksimal 50 persen, dan dipecah ke beberapa kelas.

Meski demikian, menurutnya, pihak Disdik Siantar sampai saat ini belum menerima surat edaran dari Gubsu Edy Rahmayadi, tentang izin menggelar PTM. Surat edaran yang terakhir diterima masih tentang larangan menggelar PTM, yang berlaku di seluruh Sumatera Utara.

“Apalagi Siantar termasuk zona merah penyebaran Covid-19. Untuk zona merah, belum ada kepastian soal PTM. Tergantung kepala daerah masing-masing. Disdik tetap berkoordinasi dengan Satgas Covid-18 Siantar mengenai PTM, tentu tergantung perkembangan Covid di kota ini,” lanjutnya.

Baca Juga :  Vaksin Door To Door Berlanjut, Siantar Sudah Capai 75 Persen

Begitupun, menurut dia, seluruh sekolah sudah menyatakan siap menggelar PTM, dan tinggal menunggu arahan dan regulasi dari pemerintah pusat, provinsi, maupun walikota.
Selain SD dan SMP, 135 PAUD yang ada di Kota Pematangsiantar juga menyatakan kesiapan serupa.

“Apalagi seluruh guru di Kota Siantar baik negeri maupun swasta yang berjumlah 2.500 orang sudah divaksinasi Covid-19, dengan perkiraan sementara di atas 90 persen. Khususnya sejak vaksinasi massal di beberapa sekolah, belum lama ini. Memang sebagian masih vaksinasi pertama, tapi persentasinya sudah hampir 100 persen,” ucapnya.

Jika Walikota Siantar nantinya nemutuskan ikut PTM Juli mendatang, Disdik sudah menyiapkan Satgas-satgas Covid-19 di setiap sekolah.

“Uji coba akan dilakukan dua minggu. Perkembangan dipantau dan dievaluasi. Jika dalam pelaksanaan PTM ditemukan ada guru atau murid yang positif Covid, maka PTM akan langsung diberhentikan,” cetusnya.

Ia mengakui, masih ada orangtua yang takut mengirim anaknya sekolah PTM. Meski banyak juga yang mendukung PTM. “Ortu terpecah. Sebagian ragu sekolah tatap muka. Sebagian takut. Persoalannya kompleks. Makanya kita serahkan pilihan ke orangtua. Mau anaknya ikut PTM, atau tetap daring via aplikasi atau luring dengan menjemput materi pelajaran ke sekolah, silakan memilih. Kita fleksibel saja,” katanya.

Prinsipnya, kata Lusanti, Disdik Siantar akan menyesuaikan diri dengan regulasi pusat dan provinsi. “Rencananya, tahun ajaran baru dibuka 14 Juli. Kita lihat saja, apakah Siantar memutuskan ikut PTM atau tidak,” pungkasnya. (mea)

iklanpemko
iklanpemko
iklanpemko

Most Read

Artikel Terbaru

/