alexametrics
27 C
Medan
Thursday, August 18, 2022

iklanpemko
iklanpemko

Warga Asahan jadi Korban Pembunuhan Sesama TKI di Malaysia

iklan-usi

metrodaily.ID – Ahmad Yunus Dalimunte (39) warga Kabupaten Asahan menjadi korban pembunuhan yang diduga dilakukan oleh sesama Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Malaysia.

“Saya dapat telepon dari kawannya hari Sabtu (13/3) malam. Katanya abang (korban) kena tikam, yang nikam ini kawan satu kerjaannya juga,” kata Sutiah (38),  isteri korban saat ditemui wartawan di rumahnya dusun II Desa Air Joman, Asahan, Senin (15/3).

Mendengar kabar itu, Sutiah terkejut. Pasalnya sehari sebelum kejadian ia baru saja berteleponan bersama suami yang sudah pergi merantau ke Negeri Jiran sejak tahun 2017 itu dan bekerja di wilayah Perak, Malaysia sebagai anak buah kapal (ABK).

“Terkejut kami Pak. Sudah tiga tahun ini suami saya tak pulang. Padahal hari Jumatnya kami telponan bilang puasa ini mau pulang,” kata ibu dua anak ini.

Informasi di terima pihak keluarga, Yunus meninggal dunia karena sebelumnya bercanda dengan sesama rekannya di sana saat bekerja. Entah bagaimana rekannya tersebut sakit hati dan langsung menikam suaminya di bagian dada. Penampakan Yunus yang sekarat karena luka tikaman dan bersimbah darah dibagikan rekannya melalui pesan whatsapp.

Baca Juga :  Pengurus Dan Anggota PWI Simalungun Terima Vaksin Covid-19 Tahap I

“Ini videonya pak. Saya tak sangka suami saya bisa jadi begini. Pelakunya kabarnya sudah ditangkap, kawannya kerja juga. Orang Tanjungbalai.” ujarnya berlinang air mata didampingi dua anak perempuannya yang masih berusia 12 dan 14 tahun.

Pihak keluarga kini hanya bisa berpasrah diri menantikan kepulangan Yunus dari Malaysia yang dirasa akan mengalami banyak kendala, sebab keberangkatannya ke Malaysia kemarin tanpa dokumen perjalanan keimigrasian yang jelas.

Orang tua Yunus, Umi Kalsum (63) berharap kepada pemerintah daerah hingga Kedutaan Besar RI di Malaysia agar jasad kepulangan anaknya itu bisa dibantu hingga sampai ke rumahnya.

“Harapannya bisa dibantu lah pak anak saya ini bisa pulang, pinomat kami lihat jasadnya,” ujar Umi Kalsum berlinang air mata. (per/fabe)

metrodaily.ID – Ahmad Yunus Dalimunte (39) warga Kabupaten Asahan menjadi korban pembunuhan yang diduga dilakukan oleh sesama Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Malaysia.

“Saya dapat telepon dari kawannya hari Sabtu (13/3) malam. Katanya abang (korban) kena tikam, yang nikam ini kawan satu kerjaannya juga,” kata Sutiah (38),  isteri korban saat ditemui wartawan di rumahnya dusun II Desa Air Joman, Asahan, Senin (15/3).

Mendengar kabar itu, Sutiah terkejut. Pasalnya sehari sebelum kejadian ia baru saja berteleponan bersama suami yang sudah pergi merantau ke Negeri Jiran sejak tahun 2017 itu dan bekerja di wilayah Perak, Malaysia sebagai anak buah kapal (ABK).

“Terkejut kami Pak. Sudah tiga tahun ini suami saya tak pulang. Padahal hari Jumatnya kami telponan bilang puasa ini mau pulang,” kata ibu dua anak ini.

Informasi di terima pihak keluarga, Yunus meninggal dunia karena sebelumnya bercanda dengan sesama rekannya di sana saat bekerja. Entah bagaimana rekannya tersebut sakit hati dan langsung menikam suaminya di bagian dada. Penampakan Yunus yang sekarat karena luka tikaman dan bersimbah darah dibagikan rekannya melalui pesan whatsapp.

Baca Juga :  Geng Motor di Medan Bantai Remaja Hingga Tewas: TKP Sekitar Fly Over Amplas

“Ini videonya pak. Saya tak sangka suami saya bisa jadi begini. Pelakunya kabarnya sudah ditangkap, kawannya kerja juga. Orang Tanjungbalai.” ujarnya berlinang air mata didampingi dua anak perempuannya yang masih berusia 12 dan 14 tahun.

Pihak keluarga kini hanya bisa berpasrah diri menantikan kepulangan Yunus dari Malaysia yang dirasa akan mengalami banyak kendala, sebab keberangkatannya ke Malaysia kemarin tanpa dokumen perjalanan keimigrasian yang jelas.

Orang tua Yunus, Umi Kalsum (63) berharap kepada pemerintah daerah hingga Kedutaan Besar RI di Malaysia agar jasad kepulangan anaknya itu bisa dibantu hingga sampai ke rumahnya.

“Harapannya bisa dibantu lah pak anak saya ini bisa pulang, pinomat kami lihat jasadnya,” ujar Umi Kalsum berlinang air mata. (per/fabe)

iklanpemko
iklanpemko
iklanpemko

Most Read

Artikel Terbaru

/